Daerah  

Populer Kaltim: Harga Beras Mahulu Melonjak, Mahasiswa Unikarta Keluhkan Beasiswa Gratis

Berita Populer Kaltim: Surutnya Sungai Mahakam, Gugurnya Beasiswa Gratispol dan Kecelakaan di Balikpapan

Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini. Mulai dari air Sungai Mahakam yang surut menyebabkan transportasi sungai terhambat hingga membuat harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melonjak. Selanjutnya ada cerita mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tentang beasiswa Gratispol-nya yang dibatalkan. Hingga mobil menabrak rumah di Balikpapan lantaran pengemudi hilang kontrol.

Fakta Surut Sungai Mahakam Picu Harga Sembako di Mahakam Ulu di Luar Nalar, Beras 25 Kg Rp1 Juta

Musim kemarau tiba membawa konsekuensi lain bagi warga pedalaman di Provinsi Kalimantan Timur. Pasalnya kemarau membawa dampak serius bagi jalur transportasi sungai. Debit air Sungai Mahakam yang menyusut membuat kapal-kapal besar kesulitan mencapai tujuan, sehingga distribusi barang ke wilayah pedalaman, khususnya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), terganggu.

Di dermaga Sungai Mahakam, Haji Iwan berdiri mengamati buruh-buruh yang sedang memuat barang ke lambung KM Akbar Amanda 1. Haji Iwan, pemilik kapal KM Akbar Amanda 1 yang telah 13 tahun melayani rute Samarinda–Mahulu, mengaku perjalanan kali ini penuh tantangan. Musim kemarau telah tiba, dan bagi warga di pedalaman, air sungai yang menyusut bukan sekadar fenomena alam, melainkan sebuah ancaman bagi dompet mereka.

Bagi warga Long Apari di pelosok Mahakam Ulu, setiap senti air yang turun di permukaan sungai berarti kenaikan harga makanan yang harus mereka tanggung di meja makan. “Kendala air kecil ini jelas, kapal tidak bisa sampai tujuan,” ujarnya dengan raut wajah cemas. Biasanya kapal bisa berlayar hingga Long Bagun. Namun kini, kapal besar hanya mampu bersandar di Datah Bilang atau Long Iram. Barang-barang kemudian harus dipindahkan ke perahu kecil atau kelotok untuk melanjutkan perjalanan, yang berujung pada biaya tambahan.

Dampak Biaya Angkutan

Haji Iwan mencontohkan ongkos angkut beras. Normalnya, biaya dari Samarinda ke Long Bagun sekitar Rp450.000 per ton atau Rp12.500 per sak. Namun dengan sistem transit menggunakan kelotok, biaya bisa melonjak dua kali lipat. “Ongkos kelotoknya saja sudah Rp25.000 per sak, belum lagi ongkos kapal besarnya,” jelasnya. Situasi lebih parah terjadi di daerah ujung seperti Long Apari dan Long Pahangai. Harga beras ukuran 25 kilogram yang biasanya Rp450.000–Rp500.000 per sak, bisa menembus Rp1.000.000 saat air surut parah.

Konfirmasi dari ORGAMU

Sekretaris Organisasi Angkutan Mahulu (ORGAMU), Budi, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, alur sungai sebenarnya normal, tetapi debit air yang rendah membuat kapal besar sering kandas. “Pemilik barang harus bayar dobel. Ada ongkos kapal besar, ada ongkos langsir. Estimasinya dua kali lipat dari harga normal,” tuturnya. Strategi melansir barang dengan long boat atau kelotok menjadi satu-satunya cara agar pasokan tetap tersambung, meski menambah beban biaya bagi masyarakat.

Berharap Debit Air Sungai Kembali Normal

Bagi warga di pedalaman Mahulu, setiap penurunan debit air berarti kenaikan harga pangan yang harus mereka tanggung. Para pengusaha kapal dan pedagang kini hanya bisa berharap hujan segera turun agar transportasi sungai kembali normal dan harga kebutuhan pokok kembali terjangkau.

Profil Kabupaten Mahulu

Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) adalah kabupaten hasil pemekaran (2013) di Kalimantan Timur, beribukota di Ujoh Bilang, yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak) di utara. Dengan luas 15.315 km⊃2; yang mayoritas hutan, wilayah ini berfokus pada pengembangan ekonomi berkelanjutan, pariwisata, dan potensi perbatasan. Akses utama mengandalkan Sungai Mahakam.

Sudah Lolos Tapi Gugur Saat Bayar, Cerita Kekecewaan Mahasiswa Unikarta soal Beasiswa Gratispol

Harapan sejumlah mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) untuk melanjutkan pendidikan dengan bantuan Beasiswa GratisPol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur harus terhenti di tengah jalan. Beberapa mahasiswa yang sebelumnya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, justru dinyatakan gugur saat memasuki tahap registrasi pembayaran.

Salah satu mahasiswa Unikarta, Davi, mengaku kecewa dengan perubahan status tersebut. Ia menyebutkan, pada pengumuman awal yang diterima pada akhir 2025 lalu, terdapat tiga mahasiswa Unikarta yang dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa GratisPol. Namun, ketika proses registrasi pembayaran dimulai, nama mereka mendadak tidak lagi tercantum sebagai penerima.

“Saat dicek di data universitas, nama kami sudah tidak terdaftar sebagai penerima,” ujar Davi, Jumat (23/1/2026). Menurut Davi, alasan yang disampaikan pihak kampus adalah karena mereka berasal dari kelas eksekutif atau kelas khusus serta berusia di atas 25 tahun. Namun, kebijakan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa. Pasalnya, masih terdapat mahasiswa dari kelas khusus yang tetap menerima beasiswa.

Penjelasan Resmi Kampus

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian Kemahasiswaan Unikarta, Budi Yusuf, menegaskan bahwa dalam program Beasiswa GratisPol memang terdapat persyaratan dan ketentuan pengecualian yang telah diatur secara resmi. Ia menjelaskan, dalam Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Beasiswa GratisPol disebutkan bahwa mahasiswa dari kelas eksekutif, kelas malam, kelas kerja sama, serta mahasiswa yang berusia di atas 25 tahun tidak termasuk dalam kategori penerima beasiswa.

Pengemudi Hilang Kendali, Mobil Terjun Bebas dan Tabrak Rumah Warga di Balikpapan Barat

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Sabtu (24/1/2025) pagi sekitar pukul 06.20 Wita. Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi KT-1469-YR dilaporkan hilang kendali (out of control) hingga terjun bebas dan menabrak rumah warga atas nama Budiono Riady.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan yang dikemudikan MF (54), warga Jalan Sumber, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, melaju dari arah Jalan Sidodadi menuju Jalan Aman. Sesampainya di depan Gang Sumber, pengemudi diduga kehilangan kendali, sehingga kendaraan keluar jalur dan terjun bebas sebelum menghantam rumah warga. “Sebelum kejadian, kendaraan datang dari arah Jalan Sidodadi menuju Jalan Aman. Saat di depan Gang Sumber, pengemudi hilang kendali dan kendaraan terjun bebas hingga menabrak rumah warga,” demikian laporan situasi Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Djauhari.

Berdasarkan laporan kepolisian, faktor penyebab kecelakaan diduga berasal dari unsur manusia, yakni pengemudi kendaraan, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Kondisi jalan di lokasi kejadian diketahui berupa badan jalan lurus menurun, beraspal, tanpa marka garis, dua jalur dua arah, dengan arus lalu lintas ramai dan cuaca cerah. Sementara kondisi kendaraan dinyatakan layak jalan. Petugas Satlantas Polresta Balikpapan telah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan data identitas pengemudi dan saksi, mengamankan barang bukti, hingga melaporkan kejadian kepada pimpinan serta menyampaikan informasi kepada keluarga pihak terkait.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pembuatan sketsa TKP, serta proses penyidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Exit mobile version