Daerah  

Jadi Penyebab Banjir, Saan Desak BBWS Lakukan Normalisasi Sungai Citarum Hulu ke Hilir

Peran BBWS dalam Normalisasi Sungai Citarum

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menekankan pentingnya perencanaan normalisasi Sungai Citarum dari hulu ke hilir untuk mencegah banjir berulang di wilayah Karawang dan Bekasi. Ia mengatakan bahwa langkah-langkah seperti pendangkalan, penertiban bantaran, penghijauan, serta penanganan pelanggaran harus dilakukan secara terpadu.

Langkah-Langkah Penanganan Banjir

  • Pendangkalan: Mengurangi risiko banjir dengan memperbaiki kapasitas sungai.
  • Penertiban Bantaran: Memastikan bantaran sungai tidak terganggu oleh aktivitas yang merusak.
  • Penghijauan: Meningkatkan daya serap air melalui vegetasi.
  • Penanganan Pelanggaran: Melibatkan pihak terkait dalam menjaga kebersihan dan kesehatan sungai.

Saan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam penyusunan anggaran. Ia menegaskan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, perencanaan normalisasi tetap harus dilakukan sejak dini.

Tindakan Darurat untuk Pengungsi

Dalam kunjungan ke lokasi posko pengungsian di kawasan Resinda, Karawang, Saan Mustopa bersama rombongan memberikan bantuan logistik kepada sekitar 1.000 pengungsi. Para pengungsi berasal dari dua desa, yaitu Desa Purwadana dan Desa Sukamakmur, yang masih terendam banjir.

  • Dapur Umum: Disiapkan oleh pemerintah desa, BPBD, dan pemerintah daerah.
  • Kebutuhan Dasar: Termasuk makanan dan layanan kesehatan telah terpenuhi.
  • Pelayanan Kesehatan: Tersedia dari puskesmas dan tenaga medis.

Meski air mulai surut, ketinggian air masih fluktuatif akibat debit Sungai Citarum yang meningkat karena hujan deras di wilayah hulu. Saan menyatakan bahwa kondisi ini memicu genangan air di permukiman warga.

Pengalaman Pengungsi

Salah satu pengungsi, Janem (48), mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang ketiga dan tertinggi dalam sebulan. Ia menyampaikan bahwa meskipun kebutuhan makan dan layanan kesehatan cukup terpenuhi, masih ada keluhan terkait perlengkapan pengungsian.

  • Alhamdulillah makanan cukup, kesehatan juga ada, puskesmas siap.
  • RT juga gercep.
  • Masalah utama adalah kurangnya selimut dan peralatan bayi, serta rasa kedinginan yang membuat anak-anak panas.

Keberlanjutan Normalisasi Sungai Citarum

Saan Mustopa menekankan bahwa normalisasi Sungai Citarum harus dilakukan secara bertahap, dengan skema anggaran yang jelas. Ia menyarankan agar BBWS Citarum membuat rencana yang utuh sehingga kebutuhan anggaran dapat digambarkan secara menyeluruh.

  • Anggaran bertahap: Memungkinkan pelaksanaan yang lebih realistis.
  • Kolaborasi: Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dalam upaya normalisasi.
  • Program Jangka Panjang: Harus mencakup semua aspek, termasuk lingkungan dan sosial.

Kesimpulan

Perencanaan normalisasi Sungai Citarum sangat penting untuk mencegah banjir berulang di Karawang dan Bekasi. Dengan pendekatan yang terpadu dan kolaboratif, serta perhatian terhadap kebutuhan dasar pengungsi, upaya penanganan banjir bisa lebih efektif dan berkelanjutan.

Exit mobile version