Momen Subuh dalam Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia. Di dalamnya, Allah memberikan banyak pahala bagi siapa saja yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, kita harus memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Sejatinya, ibadah atau mengingat Allah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, waktu subuh memiliki keistimewaan tersendiri. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menunjukkan kemuliaan waktu subuh bagi umat-Nya. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”
Maka dari itu, umat Muslim ditekankan untuk mengisi waktu subuh dengan amalan yang bermanfaat. Terutama di bulan Ramadhan, ketika umat Muslim juga melakukan sahur, alih-alih tidur kembali setelah sahur, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan seperti berdzikir selama menunggu waktu subuh.
Dzikir Menunggu Waktu Subuh
Berikut rangkaian dzikir yang dapat diamalkan saat menunggu waktu subuh:
-
Membaca dzikir:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لآ إلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Hayyu Ya Qoyyum Laa ilaaha illa anta” (40 kali).
Artinya: “Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, tiada tuhan selain Engkau”. -
Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali
- Membaca surat Al-Falaq 1 kali
- Membaca surat An-Naas 1 kali
Setelah itu, lanjutkan dengan membaca dzikir berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
“Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzim astaghfirulloh.”
Artinya: “Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampunan pada Allah”.
Kemudian dilanjutkan dengan berdzikir:
سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنْ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَفُوْتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلُ الْمُبْدِىءُ سُبْحَانَ الْآخِرِ الْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ تَسَمَّى قَبْلَ أَنْ يُسَمَّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَايَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ )سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (3 X سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya: “Maha suci Dzat yang perkasa dengan keagungan-Nya, Maha suci Dzat yang berhiaskan kebesaran, Maha suci Dzat yang menyendiri dalam sifat keesaan-Nya, Maha suci yang berhijab dengan cahaya, Mahasuci Dzat yang melemahkan para hamba dengan kematian, Maha suci Dzat yang tidak disibukkan oleh kesibukan apapun, Maha suci Dzat yang Maha Awal dan Maha mengawali, Maha suci Dzat yang Maha Akhir dan Maha memfanakan, Maha suci Dzat yang menamai sebelum dinamai, Maha suci Dzat yang mengajarkan nama-nama kepada Adam, Maha suci Dzat yang singgsana-Nya berada di atas air, Maha suci Dzat yang kadar-Nya tidak diketahui oleh sesiapapun (Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung), Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha lebih mulia dari apa yang mereka sifatkan, keselamatan bagi para Rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.
Doa agar Dapat Bangun Subuh
Bangun di waktu subuh mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah orang. Selain melakukan persiapan seperti tidur lebih awal, berikut doa yang dapat diamalkan agar dapat bangun di waktu subuh atau di waktu yang diinginkan:
اللهُمَّ بِحَقِّ هَذِهِ الآياتِ الشَّرِيْفَةِ أَيْقِظْنِيْ فِيْ وَقْتِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ رُوْحِيْ بِيَدِكَ وَأَنْتَ تَتَوَفَّى اْلأَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا
Allohumma bi haqqi hazihil ayatis syarifati aiqidzni fi waqti kaza wa kaza …(sebutkan jam yang dikehendaki), fainna ruhi bi yadika wa anta tatawaffal anfusa hina mautiha wallati lam tamut fi manamiha.
Artinya: “Ya Allah, dengan kebenaran ayat yang mulia ini, bangunkanlah aku di waktu ini..(sebutkan jam yang diinginkan), sesungguhnya ruhku ada di genggaman-Mu, Engkau mewafatkan jiwa saat matinya dan yang tidak mati pada waktu tidurnya”.
