Niat Melindungi Irfan Hakim, Iis Dahlia Tahan Malu Dihujat Psikolog Lita Gading

Iis Dahlia Beri Komentar di Video Klarifikasi Irfan Hakim, Tapi Justru Dihujat

Iis Dahlia turut memberikan komentar dalam video klarifikasi yang diunggah oleh Irfan Hakim terkait perseteruan antara Denada dan Ressa. Dalam komentarnya, ia mengimbau publik untuk tidak ikut campur urusan pribadi kedua belah pihak. Ia juga mengajak netizen mendoakan kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

Namun, niat baik Iis Dahlia justru memicu reaksi negatif dari warganet. Banyak dari mereka menilai bahwa kasus ini sudah menjadi konsumsi publik dan layak mendapat perhatian. Mereka merasa bahwa pendapat Iis Dahlia terlalu mengabaikan pentingnya perhatian terhadap isu yang melibatkan figur publik.

Psikolog Lita Gading pun memberikan tanggapan kritis terhadap pernyataan Iis Dahlia. Menurutnya, kasus ini tidak lagi bisa disebut sebagai urusan pribadi karena telah menjadi perhatian publik. Ia menegaskan bahwa wajar jika netizen memiliki pro dan kontra terhadap topik tersebut, terlebih karena melibatkan figur publik.

Lita Gading juga mengingatkan agar polemik ini tidak berujung pada pembenaran perilaku yang berpotensi melanggar norma. “Jangan sampai menjadi normalisasi perbuatan yang melanggar norma agama, psikologis, maupun sosial,” katanya.

Sikap Irfan Hakim Disorot

Irfan Hakim menjadi sorotan setelah terlibat dalam perdebatan dengan Hotman Paris dalam sebuah tayangan televisi. Perdebatan ini membahas nasib Ressa Rizky Rossano, yang akhirnya viral dan memunculkan anggapan bahwa Irfan sedang membela Denada.

Perdebatan itu bermula ketika Irfan mempertanyakan waktu pengungkapan klaim Ressa yang dinilai baru muncul saat sudah dewasa. “Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? Kenapa baru sekarang?” tanya Irfan Hakim kepada Hotman Paris dalam tayangan FYP Trans 7.

Respons tersebut menuai reaksi keras dari warganet. Banyak dari mereka menilai sikap Irfan kurang menunjukkan empati, terutama jika dilihat dari sudut pandang anak yang merasa ditelantarkan. Hujatan pun membanjiri kolom komentar media sosial Irfan Hakim.

Untuk menghindari asumsi publik yang semakin simpang siur, Irfan Hakim akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irfanhakim75. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya tidak seperti yang dibayangkan oleh banyak orang.

“Pasti orang mikirnya gue bertanya ke Bang Hotman, mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya, dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu. Saat itu di tanggal 20 Januari, belum ada statement jelas dari kedua belah pihak,” kata Irfan Hakim.

Irfan menegaskan bahwa pertanyaannya dilatarbelakangi oleh situasi saat itu, ketika informasi yang beredar masih sebatas tanda tanya publik. “Di tanggal 20 Januari, komentar orang-orang saat itu masih bertanya mengenai kenapa baru sekarang (meminta pengakuan) di umur 24 tahun. Kenapa meminta tanggung jawab kepada ibu, bapaknya mana? Kemudian ada yang bertanya lagi, apakah benar ini anaknya Denada? Dan lain sebagainya. Hal itu gue tanyain ke Bang Hotman,” lanjut Irfan.

Pria berusia 50 tahun ini pun menampik tudingan bahwa dirinya berpihak pada salah satu pihak dalam polemik tersebut. Sebagai pembawa acara, Irfan menegaskan posisinya harus tetap netral. “Masalah waktu yang diputarbalikkan, framing, akhirnya membuat kesannya saya mendukung salah satu pihak. Saya adalah host talkshow, saya tidak boleh berpihak pada salah satu narasumber, saya harus netral. Dan saya pun melakukan hal itu sampai detik ini,” tutup Irfan Hakim.

Exit mobile version