Bisnis  

Daftar Komisaris dan Direksi BSG 2026–2031, Dua Wajah Gorontalo Hadir

Penguatan Kepemimpinan Bank SulutGo oleh Tokoh Gorontalo

Bank SulutGo (BSG) kembali memperkuat struktur kepemimpinannya dengan pengangkatan dua tokoh asal Gorontalo di posisi strategis. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara Sulawesi Utara dan Gorontalo, khususnya dalam meningkatkan kontribusi ekonomi daerah.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, dua nama penting dari Gorontalo resmi menjabat di jajaran komisaris dan direksi BSG. Rania Riris Ismail terpilih sebagai salah satu Komisaris, sedangkan Rudianto Katili ditunjuk sebagai Direktur Dana. Keputusan ini dilakukan untuk memastikan kebijakan bank tetap sejalan dengan kebutuhan daerah dan mendorong sinergi ekonomi antar provinsi.

Peran Penting Rania Riris Ismail

Rania Riris Ismail, yang kini menjabat sebagai Komisaris BSG, memiliki peran vital dalam memastikan bahwa kebijakan bank sesuai dengan aspirasi pembangunan Gorontalo. Sebagai perwakilan daerah, ia diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan manajemen pusat BSG di Manado.

Penunjukan Rania juga mencerminkan komitmen para pemegang saham untuk menjaga keseimbangan kepentingan antara Sulawesi Utara dan Gorontalo. Dengan kehadirannya, harapan besar ditempatkan pada peningkatan akses permodalan bagi UMKM lokal, khususnya di Gorontalo.

Penempatan Rudianto Katili di Jajaran Direksi

Selain di kursi pengawas, Gorontalo juga menempatkan putra terbaiknya di jajaran direksi. Rudianto Katili, sosok yang sudah dikenal luas di industri perbankan wilayah Gorontalo, kini menjabat sebagai Direktur Dana. Posisi ini sangat krusial karena berkaitan dengan aliran likuiditas dan penghimpunan dana pihak ketiga.

Sebelumnya, Rudianto telah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo dan memiliki rekam jejak yang solid dalam memimpin operasional bank di wilayah tersebut. Pengalamannya menjadi modal utama baginya untuk mengelola skala yang lebih besar di tingkat pusat.

Struktur Baru BSG 2026–2031

Keputusan dalam RUPS LB ini diambil dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat BSG, Jalan Pierre Tendean Nomor 11, Kota Manado, pada Selasa (10/2/2026). Momentum ini menjadi sejarah baru bagi sinergitas ekonomi dua provinsi bertetangga, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Berikut adalah struktur kepengurusan BSG periode 2026–2031:

Jajaran Komisaris:

  • Komisaris Utama: Vicky Lumentut
  • Komisaris: Djafar Alkatiri
  • Komisaris: Jaclyn Koloay
  • Komisaris: Max Kembuan
  • Komisaris: Rania Riris Ismail
  • Komisaris: Diane

Jajaran Direksi:

  • Direktur Utama: Revino Pepah
  • Direktur Operasional: Louisa Parengkuan
  • Direktur Umum: Joubert Dondokambey
  • Direktur Kredit: Tetty Rampengan
  • Direktur Dana: Rudianto Katili
  • Direktur Kepatuhan: Mutesa Holdin

Tantangan dan Harapan di Era Digitalisasi

Sinergi antara tokoh-tokoh dari Sulawesi Utara dan Gorontalo diharapkan mampu meningkatkan kontribusi ekonomi regional. BSG bukan sekadar bank komersial, melainkan motor penggerak pembangunan di wilayah utara Sulawesi.

Kepemimpinan baru ini juga ditantang untuk mampu beradaptasi dengan era digitalisasi perbankan yang semakin masif. Kehadiran wajah-wajah baru dan petahana yang berpengalaman diharapkan menciptakan keseimbangan antara inovasi dan stabilitas.



Gubernur Yulius Selvanus didampingi oleh perwakilan dari PT Mega Corpora sebagai salah satu pemegang saham penting di bank tersebut. Dalam struktur baru yang telah disepakati, posisi Komisaris Utama (Komut) dipercayakan kepada Vicky Lumentut, mantan Wali Kota Manado yang dianggap memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat untuk mengawal stabilitas bank.

Exit mobile version