Kontroversi di Derby d’Italia: Kritik terhadap Performa Wasit
Pertandingan antara Inter Milan dan Juventus dalam pekan ke-25 Liga Italia menjadi sorotan utama karena kontroversi besar yang terjadi. Laga yang digelar pada Sabtu (14/2/2026) di Stadion Giuseppe Meazza ini sebenarnya berjalan seru dengan kedua tim saling berbalas gol. Namun, performa wasit Federico La Penna memicu banyak perdebatan.
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi, di mana Andrea Cambiaso mencetak gol bunuh diri di menit ke-17, kemudian diikuti oleh gol Juventus melalui pemainnya di menit ke-26. Meskipun demikian, situasi berubah menjelang akhir babak pertama. Alessandro Bastoni, bek Inter Milan, terjatuh saat berusaha menggiring bola, dan Pierre Kalulu dari Juventus berada di dekatnya.
Dalam tayangan ulang, tangan Kalulu hanya sedikit menyentuh bahu Bastoni. Namun, Bastoni jatuh secara berlebihan, seolah-olah dia dihantam. Sebelum insiden tersebut, baik Bastoni maupun Kalulu sudah menerima kartu kuning. La Penna kemudian memberikan kartu kuning kedua kepada Kalulu, yang berujung pada kartu merah. Kalulu protes keras dan meminta VAR melakukan pengecekan, tetapi VAR tidak bisa mengintervensi keputusan wasit untuk pemberian kartu kuning.
Akibatnya, Juventus harus bermain dengan 10 orang di babak kedua. Meski Manuel Locatelli berhasil membalas gol Francesco Pio Esposito, Inter Milan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 3-2 melalui gol Piotr Zielinski di menit ke-90.
Kritik dari Mantan Wasit
Usai pertandingan, dua mantan wasit, Luca Marelli dan Graziano Cesari, memberikan kritik terhadap penampilan La Penna. Mereka menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukan La Penna sangat serius. Menurut Marelli, “Itu kesalahan yang sangat serius dari La Penna tetapi tidak ada yang bisa dilakukan karena VAR tidak bisa mengintervensi kartu kuning kedua.”
Cesari menambahkan bahwa “tidak ada kontak antara Kalulu dan Bastoni.” Ia juga menilai bahwa “kartu kuning kedua seharusnya tidak diberikan wasit karena tidak ada kontak antara Bastoni dan Kalulu.” Ia menegaskan bahwa “La Penna seharusnya bisa melihat dengan jelas tetapi dia melakukan kesalahan. Itu sebuah blunder besar.”
Protes dari Juventus
Direktur Juventus, Giorgio Chiellini dan Damien Comolli, juga mengkritik keputusan wasit. Mereka bahkan mendesak Ketua Asosiasi Wasit Italia, Gianluca Rochi, untuk mundur dari jabatannya. Chiellini berkata, “Kita tidak bisa bicara soal sepak bola setelah apa yang terjadi hari ini.”
Ia menyoroti bahwa “sesuatu yang benar-benar tidak bisa diterima terjadi hari ini.” Ia menekankan bahwa “VAR seharusnya berubah karena tidak bisa diterima begitu banyak kesalahan terjadi bahkan dalam pertandingan besar seperti ini.” Chiellini juga menyampaikan bahwa “klub-klub sudah lama mengeluh tentang level wasit yang tidak memadai.”
Comolli menambahkan bahwa “untuk pertandingan seperti ini, dengan seluruh dunia menyaksikan, ini memalukan.” Ia menilai bahwa “kesalahan seperti ini terus terulang dan malam ini adalah kesimpulan dari apa yang kita lihat sepanjang musim.”
Tanggapan dari Inter Milan
Di sisi lain, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui bahwa kontak antara Bastoni dan Kalulu memang minimal. Ia juga mengamini bahwa keputusan La Penna bisa dipertanyakan. Namun, Chivu tetap membela Bastoni dengan menyebut Kalulu seharusnya tidak mengangkat tangannya.
Chivu berkata, “Buat saya, itu insiden yang bisa dipertanyakan.” Ia menyarankan para pemain agar tidak melakukan hal-hal yang bisa memalukan wasit. Ia menegaskan bahwa “seorang pemain yang sudah menerima kartu kuning seharusnya menghindari melakukan sesuatu yang bisa memalukan wasit.” Ia juga menyarankan Kalulu untuk menghindari menyentuh pemain Inter Milan.
