Budaya  

Cara Shalat Qobliyah Subuh Ramadhan 2026 Menurut Buaya Yahya

Memasuki Hari Ketiga Ramadhan 1447 H, Perbanyak Amal Ibadah

Umat Muslim kini telah memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 H. Pada bulan suci ini, kita dianjurkan untuk terus memperbanyak amal ibadah agar mendapatkan pahala yang besar. Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan adalah shalat sunnah rawatib, yaitu shalat yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat wajib lima waktu.

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan sebelum shalat fardhu adalah shalat qobliyah subuh. Shalat ini memiliki keutamaan yang luar biasa dan disarankan untuk dilakukan secara rutin. Buya Yahya menjelaskan bahwa shalat sunnah rawatib baik qabliyah maupun ba’diyah memiliki keutamaannya masing-masing dan pahalanya bernilai besar. Ia menekankan bahwa shalat sunnah rawatib merupakan ibadah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu lima waktu.

Shalat qabliyah dan ba’diyah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dilakukan secara rutin. Beliau tidak pernah ketinggalan dalam menjalankannya karena adanya keutamaan dalam shalat sunnah tersebut. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasa’I, Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seorang hamba Allah SWT Shalat demi allah SWT 12 raka’at (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah Shalat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga.”

Pahala dari 12 rakaat shalat sunnah ini sangat besar. Rinciannya adalah empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.

Selain itu, ada hadis dari Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu, di mana dia bercerita bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Antara tiap dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat. Antara tiap dua adzan itu terdapat shalat” (Kemudian pada yang ketiga kalinya beliau bersabda): “Bagi yang menghendaki”.

Menurut Buya Yahya, semua jenis shalat sunnah memiliki takaran pahalanya masing-masing. Namun, ada satu sunnah ba’diyah yang pahalanya lebih besar daripada shalat tarawih. Ia menjelaskan bahwa shalat ba’diyah isya memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan shalat tarawih meskipun jumlah rakaatnya lebih sedikit.

Keutamaan Shalat Ba’diyah Isya

Buya Yahya menegaskan bahwa shalat ba’diyah isya termasuk bagian dari shalat sunnah rawatib. Oleh karena itu, saat bulan Ramadhan nanti, ia menyarankan agar umat Islam terlebih dahulu menunaikan shalat ba’diyah isya sebelum shalat tarawih. Jika tidak ada jeda untuk ba’diyah isya, maka boleh dikerjakan selepas shalat tarawih karena batas waktu ba’diyah isya sampai masuk waktu subuh.

Niat Shalat Sunnah Rawatib

Berikut adalah bacaan niat shalat sunnah rawatib:

  • Niat Shalat Sunnah Qobliyyah Subuh

    اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatash-shubhi rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’aala

    Artinya: “Saya niat shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

  • Niat Shalat Sunnah Qobliyyah Dzuhur

    اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatazh-zhuhri rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

    Artinya: “Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

  • Niat Shalat Sunnah Ba’diyyah Dzuhur

    اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Usholli sunnataz-zhuhri rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

  • Niat Shalat Sunnah Ba’diyyah Maghrib

    اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

    Artinya: “Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

  • Niat Shalat Sunnah Ba’diyyah Isya

    اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Usholli Sunnatal ‘isya’i rok’ataini ba’diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aala

    Artinya: “Saya niat shalat sunnah setelah ‘isya dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *