Kisah IIMS 2026 tentang Energi Masa Depan yang Sudah Dikenal

Pameran Otomotif Indonesia 2026: Masa Depan Energi Berada di Tengah Kota



Di tengah keramaian JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada malam hari tanggal 15 Februari 2026, lampu-lampu masih menyala terang. Hari ke-11 dari Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang juga menjadi hari penutupan acara, masih menarik pengunjung untuk datang dan melihat berbagai inovasi mobil terbaru. Di antara banyak booth otomotif internasional, satu area tetap ramai hingga larut malam, yaitu booth biru yang selama sebelas hari ini menjadi pusat perhatian.

Selama IIMS berlangsung, booth PLN tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga menjadi wadah untuk menunjukkan transformasi energi Indonesia. Bukan hanya dalam bentuk pidato atau presentasi, tetapi melalui interaksi langsung dengan pengunjung, percakapan, dan pengalaman menggunakan teknologi kendaraan listrik yang selama ini hanya bisa dibayangkan.

Fasilitas SPKLU: Infrastruktur yang Mendukung Transisi Energi

Di area parkir luar ruangan, enam nozzle Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) fast charging dan ultra fast charging terus melayani kendaraan listrik yang datang dan pergi sepanjang hari. Proses pengisian daya yang beberapa tahun lalu terasa asing kini menjadi hal biasa. Petugas Konstruksi PLN UP3 Bandengan, Rahim Frija, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN mendukung transisi energi nasional.

“Ini jadi bukti nyata PLN turut serta menyediakan infrastruktur tenaga kelistrikan, khususnya SPKLU, dan mendukung kesuksesan IIMS sebagai pameran otomotif terbesar di Indonesia tahun 2026,” ujarnya.

Dengan kapasitas ultra fast charging hingga 200 kW, kendaraan listrik dapat mengisi daya dalam waktu relatif singkat. Bagi sebagian pengguna, yang paling penting adalah kepastian bahwa fasilitas itu ada. Namun, lebih dari sekadar infrastruktur, yang menjadi penghubung utama seluruh layanan itu adalah aplikasi PLN Mobil.

PLN Mobile: Aplikasi yang Menyederhanakan Kehidupan Pengguna

Selama IIMS berlangsung, PLN Mobile bukan sekadar aplikasi, melainkan pintu masuk utama ekosistem kendaraan listrik. Pengunjung seperti Edi, asal Bogor, datang ke booth PLN untuk mencari informasi dan memahami cara pemasangan pemasangan listrik baru.

“Saya coba bertanya lewat PLN Mobile bagaimana teknis pemasangan baru dan mekanismenya. Ternyata informasinya lebih mudah dan semuanya sudah terintegrasi di aplikasi,” ujarnya.

Yusuf, warga Bekasi, yang tengah mempertimbangkan pemasangan wall charging di rumahnya, juga merasakan manfaat dari aplikasi ini. “Penjelasannya lengkap dan sangat membantu. Cukup daftar lewat PLN Mobile,” katanya.

Bagi pengguna kendaraan listrik, aplikasi ini menjadi bagian dari rutinitas. Tidak hanya memberi informasi, PLN Mobile menjadi penghubung antara teknologi dan pengguna. Andri, pengguna kendaraan listrik asal Bintaro, mengetahui keberadaan SPKLU di IIMS justru melalui aplikasi tersebut.

“Dengan adanya SPKLU PLN di event seperti ini sangat membantu. Saat baterai tinggal 13 persen, saya tetap bisa beraktivitas sambil mengisi daya,” ujarnya.

Simulator, Hadiah, dan Pengalaman Baru

Cerita di booth PLN tidak berhenti pada pengisian daya. Suasananya tidak kalah hidup. Di dalam area pameran, simulator balap Formula E menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pengunjung bergantian mencoba. Sebagian datang untuk hiburan, sebagian lainnya datang untuk memahami, dan sebagian lagi datang karena penasaran dan bertanya.

Rafid, salah satu peserta simulator, mengaku datang setiap tahun untuk mengikuti kompetisi tersebut. “Biasanya setiap IIMS saya ikut main simulator. Kali ini juara pertama dan dapat kompor listrik induksi,” ujarnya bangga.

Percakapan tentang energi, efisiensi, dan masa depan transportasi terjadi secara spontan di tengah booth. Misalnya, Hilman Fahmi, pengunjung asal Jakarta, tertarik dengan teknologi energi hidrogen yang dipamerkan PLN. “Dibandingkan listrik, hidrogen emisinya hanya air. Tapi tetap perlu dukungan infrastruktur agar bisa diterima masyarakat,” katanya.

Refleksi dari Gelaran di JIExpo Kemayoran

Selama sebelas hari, booth PLN tidak hanya menjadi ruang pameran. Ia menjadi tempat bertemunya teknologi dan masyarakat. Tempat di mana seseorang untuk pertama kalinya memahami kendaraan listrik. Tempat di mana pengguna lama berbagi pengalaman.

Malam terakhir atau penutupan gelaran IIMS di JIExpo Kemayoran, pengunjung dihibur band Sheila on 7. Konser yang dihelat di lapangan di bagian tengah JIExpo, menjadi kesatuan yang ideal, ketika musik, teknologi, industri, dan energi bertemu.

Lampu-lampu booth pameran dan banyak tenant otomotif lainnya akan segera padam. Ya pameran akan berakhir. Namun, cerita yang dimulai di Kemayoran belum selesai. Karena di antara kendaraan, aplikasi, dan percakapan, sesuatu telah berubah. Seperti yang terlihat selama sepuluh hari terakhir, masa depan energi Indonesia tidak lagi berada di kejauhan. Ia sudah ada di sini. Di layar ponsel, di parkiran, di rumah, di rest area tol, dan di ruang publik lainnya.

Exit mobile version