Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark
Kabupaten Kebumen, yang terletak di pesisir Jawa bagian selatan, memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya yang telah diakui secara internasional. Pada April 2025 lalu, Kebumen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp), sebuah penghargaan yang menunjukkan pentingnya kawasan ini dalam konteks global.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Geopark Kebumen adalah melalui program Sekolah Bumi yang digagas oleh Sahabat Bumi. Sahabat Bumi merupakan wadah gerakan masyarakat yang peduli terhadap konservasi geodiversitas, biodiversitas, dan cultural diversitas di wilayah Geopark Kebumen.
Rizal Nur Alfian, pengurus Sahabat Bumi sekaligus anggota Badan Pengelola Geopark Kebumen, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami konsep Geopark Kebumen. Ia menyampaikan bahwa banyak orang masih salah kaprah menganggap Geopark hanya berupa batu-batuan. Padahal, konsep awalnya adalah warisan geologi bernilai internasional, namun tidak sampai di situ saja.
Geopark Kebumen juga mencakup aspek lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Hal ini sering kali dilupakan, sehingga perlu ditekankan dalam edukasi.
Program Sekolah Bumi: Edukasi Masyarakat
Program Sekolah Bumi sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Program ini memberikan kelas edukasi gratis tanpa batasan usia, dengan tujuan agar peserta memahami apa itu Geopark Kebumen. Melalui Sekolah Bumi, peserta diajak mengikuti berbagai kegiatan seperti kelas edukasi mengenai UGGp, city tour mengunjungi Galeri Geopark dan Pusat Informasi Geologi Kebumen, serta eksplorasi Alun-alun Pancasila yang menyimpan banyak informasi tentang Geopark.
Setelah city tour, peserta kemudian diajak berdiskusi mengenai peran mereka dalam melakukan kampanye dan pendampingan masyarakat atau kelompok di geosite sesuai dengan latar belakang keilmuan dan bakat masing-masing peserta.
Partisipasi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dengan semakin banyaknya relawan yang tergabung dalam Sahabat Bumi, diharapkan mereka dapat berpartisipasi dalam mendampingi warga yang tinggal di sekitar geosite untuk pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Menurut Rizal, pariwisata berupa eduwisata dan geowisata menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, peserta Sekolah Bumi juga diajak berkunjung langsung ke sejumlah situs-situs yang perlu dikembangkan.
Contohnya adalah Bulupitu, yang memiliki potensi menjadi sebuah site dengan branding baru, yaitu hutan hujan tropis yang tersisa di tanah Jawa. Program ini sudah diuji coba melalui edutrip di sana.
Selain itu, Sahabat Bumi juga mendampingi pengrajin anyaman pandan terkait pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh para pengrajin. Dengan begitu, pembangunan ekonomi masyarakat dapat berkelanjutan di kawasan yang masuk dalam Geopark Kebumen.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jateng
Pada acara Konsultasi Publik dan Pembukaan Masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kebumen 2026 dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Pendopo Kabumian, Januari silam, Perwakilan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Muji Purnomo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng memiliki program prioritas 1.000 desa wisata.
Potensi yang ada di Kebumen berupa geopark dapat mendukung program tersebut dan masuk dalam RPJMD. Hal-hal yang mendukung destinasi wisata baru, berupa kampung wisata atau desa wisata itu, Kebumen yang ada Geopark dan pantai itu menjadi tujuan wisata yang bisa mendukung target 1.000 desa wisata baru program prioritas Jawa Tengah.
