Budaya  

Hotel Penuh Gagal Perpanjang Umrah, Annisa Trihapsari Syukur Terhindar Konflik Iran-AS

Pengalaman Spiritual Annisa Trihapsari Saat Menjalani Ibadah Umrah

Annisa Trihapsari, seorang artis ternama, membagikan pengalaman spiritual yang tak terlupakan saat menjalani ibadah umrah di Tanah Suci. Ia mengaku sempat berkeinginan memperpanjang masa tinggalnya untuk beribadah lebih lama, namun rencana tersebut justru gagal. Meski begitu, ia merasa ada hikmah besar yang ia rasakan dari peristiwa tersebut.

Istri dari Sultan Djorghi ini meyakini bahwa kegagalan tersebut merupakan bentuk perlindungan Tuhan. Hal ini semakin kuat setelah muncul kabar meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Bagi Annisa, perjalanan umrah kali ini terasa sangat berbeda karena untuk pertama kalinya ia berangkat tanpa didampingi oleh suami, anak, atau orang tua. Ia hanya ditemani dua sahabat perempuan.

Selama berada di Tanah Suci selama 19 hari, Annisa mengaku merasakan pengalaman ibadah yang mendalam dan berkesan. Ia memanfaatkan waktu tersebut dengan penuh kesungguhan untuk menjalani berbagai rangkaian ibadah. Mulai dari tawaf di sekitar Ka’bah, berdoa di Hijir Ismail, hingga berusaha menyentuh Ka’bah sendiri di tengah keramaian jamaah dari berbagai negara.

Bagi Annisa, momen tersebut terasa sangat istimewa karena ia benar-benar merasakan kedekatan spiritual yang berbeda dibandingkan perjalanan ibadah sebelumnya. Ia mengaku setiap langkah yang dijalani selama berada di Tanah Suci terasa penuh makna dan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

“Itu bener-bener berjuang dan itu nikmat banget. Jadi aku bilang sama Sultan, ‘Ayah boleh nggak aku extend?’ Boleh. Langsung aku pengen extend pesawat oke semua oke,” kata Annisa dalam wawancara yang diambil dari tayangan Rumpi Trans TV.

Karena merasakan kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah, Annisa sempat berkeinginan memperpanjang masa tinggalnya di Tanah Suci. Ia bahkan telah meminta izin kepada sang suami, Sultan Djorghi, untuk menambah waktu ibadahnya. Pada saat itu, rencana memperpanjang tiket penerbangan juga sudah disiapkan dan tampaknya berjalan lancar.

Namun rencana tersebut pada akhirnya tidak berjalan sesuai harapan. Keinginan Annisa untuk memperpanjang masa ibadah di Mekkah harus terhenti karena ia tidak berhasil mendapatkan kamar hotel.

“Qadarullahnya hotel penuh. Hotel di Madinah, di Mekkah, bahkan di Jeddah pun penuh. Masya Allah, karena itu kan udah 11 jutaan jamaah yang datang ke sana. Padahal itu baru hari keempat atau kelima Ramadan gitu,” kenang ibu tiga anak tersebut.

Menurut Annisa, saat itu hampir semua penginapan di kota-kota utama seperti Mekkah, Madinah, hingga Jeddah sudah penuh oleh jamaah. Jumlah umat Muslim yang datang untuk menjalani ibadah umrah pada awal Ramadan memang sangat besar, sehingga membuat ketersediaan hotel menjadi sangat terbatas.

Meski sempat merasa kecewa karena tidak dapat memperpanjang masa tinggalnya, Annisa akhirnya mencoba menerima keadaan dengan lapang dada. Ia memilih pulang ke Jakarta sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Tak lama setelah kepulangannya ke Indonesia, situasi dunia internasional justru dihebohkan oleh meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat. Konflik tersebut membuat kondisi kawasan Timur Tengah menjadi semakin tidak menentu.

Peristiwa itu membuat Annisa semakin yakin bahwa kegagalannya memperpanjang masa ibadah di Tanah Suci bukanlah sekadar kebetulan. Ia merasa ada campur tangan Tuhan yang mengatur jalan hidupnya.

“Akhirnya ya udah (pulang), eh kenapa sampai Jakarta langsung ada peperangan itu. Oh, berarti itulah qadarullah, makanya hotel penuh ya kayaknya nggak boleh stay di sana,” tandasnya.

Bagi Annisa, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap rencana manusia pada akhirnya tetap berada dalam kuasa Tuhan. Apa yang semula terasa seperti kekecewaan justru bisa menjadi bentuk perlindungan yang tidak disadari pada saat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *