Hukum  

Lebaran di Rutan KPK, Keluarga Jenguk Tahanan



Momen Hari Raya Idul Fitri menjadi kesempatan bagi sejumlah keluarga untuk menjenguk kerabat atau anggota keluarga mereka yang menjadi tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan. Pada hari Sabtu (21/3), kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme dari para pengunjung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pukul 10.00 WIB, area pintu masuk rutan telah dipenuhi oleh keluarga yang datang untuk berkunjung. Banyak dari mereka membawa barang bawaan seperti makanan, mulai dari menu kesukaan hingga hidangan khas Lebaran seperti opor, ketupat, dan sayur.



Kunjungan tersebut dilakukan dengan pengawasan ketat dari petugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. Pada hari ini, KPK memberikan layanan penerimaan hantaran makanan bagi tahanan dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Selain itu, para tahanan juga diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan keluarga dan kerabat pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.



Salah satu keluarga tahanan, Riyan Ahmad Radi (26), mengaku memanfaatkan momen Lebaran untuk menjenguk ayahnya yang telah hampir setahun mendekam di rutan karena kasus korupsi. Meski waktu kunjungan terbatas, ia tetap merasa puas dengan kesempatan tersebut.

“Saya habis besuk sama Kakak buat ke Ayah saya. Ayah saya soalnya terjerat kasus korupsi waktu setahun lalu, dan sekarang Ayah di rutan udah hampir setahun,” ujar Riyan saat ditemui di lokasi.



Ia menyebut ayahnya bernama Dicky Yuana Radi. Dicky Yuana Radi merupakan mantan Direktur Utama PT Inhutani V yang didakwa menerima suap sebesar Rp 2,5 miliar terkait pengelolaan kawasan hutan di Lampung.

Saat ditanya mengenai kunjungannya, Riyan mengatakan sempat bertemu langsung dengan sang ayah meski dengan waktu terbatas. “Ketemu, sempat ketemu,” katanya. Ia menjelaskan bahwa waktu kunjungan dibatasi karena harus bergantian dengan anggota keluarga lainnya. “Sekitar setengah jam lah. Karena ganti-gantian juga sama anggota keluarga yang lain,” ungkap dia.

Riyan datang bersama kakaknya dan kerabat lainnya untuk menjenguk sang ayah. Meski tidak membawa makanan khusus untuk ayahnya, ia memastikan kondisi sang ayah dalam keadaan baik dan sudah beradaptasi dengan lingkungan rutan. “Enggak sih, enggak pesan apa-apa. Dia juga udah biasa aja gitu, terus sudah beradaptasi dengan lingkungannya di sekitar,” kata Riyan.



Ia juga menyebut momen Lebaran tahun ini tetap berjalan lancar meski dirayakan dalam keterbatasan. “Iya, momennya baik alhamdulillah, enggak ada kendala, enggak ada kusut-kusut, lancar semua. Sehat alhamdulillah,” ujarnya.



Momen ini juga dimanfaatkan oleh istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel (Noel) Ebenezer, Silvia Rinita Harefa. Dalam momen tersebut, Silvia mengatakan ia membawakan menu makanan berupa sayur dan ketupat. “Ini bawa, tadi bawa sayur, Ketupat,” ujarnya saat di temui di lokasi.

Ia mengatakan, menu tersebut disiapkannya atas arahan dari koordinator rutan untuk membawa makanan yang sesuai dengan ciri khas Lebaran Idul Fitri. “Emang dari koordinatornya di grup, masing-masing keluarga bawa. Ada yang semur, sayur. Aku kebetulan kebagian dapat sayur. Pokoknya makanan ciri khas lebaran aja,” ungkapnya.



Silvia juga mengungkapkan, selain membawakan makanan rutin, keluarga juga diperbolehkan untuk membawakan keperluan pribadi lainnya seperti pakaian. “Kalau pengantaran makanan rutin aja. Yang untuk pribadi kan boleh bawa makanan sama pakaian,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada momen tersebut para keluarga juga berkesempatan untuk mencoba menu makanan yang biasa dikonsumsi oleh para tahanan. “Terus ini kita dikasih makanan jatah mereka kan yang di dalam. Mungkin ada makanan tambahan, jadi kita keluarga bawa sendiri. Jatah para ini, yang di dalam,” imbuhnya.



Ia bahkan menunjukkan menu makanan yang diterimanya dari dalam rutan. Mulai dari menu utama hingga buah-buahan. “Ini boleh nih kita lihat ya. Coba nih lihat. Tuh, ada sayur, nasi, buahnya terus sama, telur,” sebutnya. Ia mengungkap hal tersebut dilakukan agar keluarga juga dapat merasakan secara langsung makanan yang biasa dikonsumsi oleh para tahanan. “Enggak, disuruh bawa biar merasakan katanya keluarga makanannya,” katanya.

Silvia juga membagikan momen dan suasana di dalam lapas yang berlangsung hangat saat para keluarga berkumpul untuk saling bertukar kabar di tengah perayaan Idul Fitri. “Biasalah seputar-seputaran keadaan keluarga masing-masing. Karena kan setiap keluarga boleh datang dari, misalnya didaftarin kan, adik iparnya atau siapa, pada kumpul sih semua,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan dalam momen Lebaran, waktu yang diberikan untuk berkunjung jauh lebih lama dari hari biasanya. “Dari jam 10 sampai jam 1. Jadi kalau hari raya, dilebih satu jam dari hari biasa,” katanya. Dalam kunjungannya, Silvia mengungkap kondisi para tahanan di momen Lebaran terbilang sehat. “Pada sehat sih. Kelihatan sehat,” ungkapnya.

Exit mobile version