Status WNI Dean James Diperiksa, NAC Breda Laporkan ke KNVB

Polemik Kewarganegaraan Pemain Naturalisasi di Eredivisie

Pertandingan antara NAC Breda dan Go Ahead Eagles dalam pekan ke-27 Liga Belanda 2025/2026 yang berakhir dengan skor 0-6 menimbulkan kontroversi besar. Klub juru kunci zona degradasi ini langsung mengajukan protes resmi ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), meminta pertandingan dinyatakan tidak sah dan berpotensi diulang.

Masalah utama terletak pada status kewarganegaraan Dean James, fullback Go Ahead Eagles sekaligus pemain naturalisasi Timnas Indonesia. NAC Breda menduga bahwa James tidak memenuhi syarat bermain karena perubahan statusnya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025.

Naturalisasi tersebut memungkinkannya membela Timnas Indonesia, tetapi juga menimbulkan masalah hukum di Belanda terkait kewarganegaraan dan izin kerja. Menurut hukum Belanda, seseorang yang memperoleh kewarganegaraan baru bisa kehilangan status warga negara Belanda. Hal ini menjadi poin krusial karena pemain non-Uni Eropa memerlukan izin kerja khusus serta standar gaji minimum yang tinggi.

“Saya pikir NAC benar bahwa James tidak memenuhi syarat untuk bermain,” ujar pengacara olahraga Dolf Segaar. Ia menjelaskan bahwa jika seseorang bukan lagi warga negara Belanda, maka ia juga tidak memiliki izin kerja.

Dengan status non-Uni Eropa, Go Ahead Eagles seharusnya mengurus izin kerja dan memenuhi ambang gaji minimum bagi pemain asing, yang dilaporkan mencapai lebih dari 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun. “Jika Go Ahead Eagles tidak mengajukan izin kerja untuknya, maka dia tidak memenuhi syarat untuk bermain. Sekarang dia pemain non-Uni Eropa, yang berarti perlu izin kerja. Selain itu, ia harus menerima gaji yang lebih tinggi sesuai standar,” tutur Dolf Segaar.

Bagaimana Nasib Pemain Diaspora Lainnya?

Polemik ini berpotensi meluas ke pemain naturalisasi Indonesia lainnya di Eredivisie. Pengacara spesialisasi hukum migrasi tenaga kerja Eropa, Pieter Krop, menyebutkan bahwa pemain yang didekati oleh federasi sepak bola negara lain sering kali tidak menyadari implikasi hukumnya. “Jika mereka tidak menikah dengan seseorang dari kewarganegaraan tersebut, atau tidak memiliki kewarganegaraan ganda melalui salah satu orang tua, maka mereka akan kehilangan kewarganegaraan Belanda.”

Namun, tidak semua pemain terdampak. Maarten Paes (Ajax) dan Justin Hubner (Fortuna Sittard) disebut aman karena klub mereka telah mengantisipasi administrasi sejak awal. “Kami terus memantau situasinya, tetapi kami berasumsi dia bisa bermain,” ungkap juru bicara Fortuna Sittard.

Tercatat Berkebangsaan Indonesia

Di situs resmi Eredivisie, Dean James, Maarten Paes, dan Justin Hubner tercantum berkebangsaan Indonesia. Sementara itu, pemain keturunan Indonesia lainnya seperti Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, dan Miliano Jonathans juga berkarier di Belanda.

KNVB telah merespons laporan NAC Breda dengan serius. “Manajemen kompetisi sepak bola profesional telah menerima permintaan dari NAC Breda untuk menyatakan pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 tidak sah dan kemungkinan diulang, menyusul adanya pertanyaan terkait kelayakan bermain seorang pemain Go Ahead Eagles,” papar KNVB.

“Kasus ini tentu akan dipelajari dengan cermat. Ini merupakan persoalan yang kompleks dengan berbagai dimensi, sehingga memerlukan waktu,” tuturnya.

Peringatan untuk Klub Eredivisie

Kasus Dean James menjadi peringatan bagi klub-klub Eredivisie yang memiliki pemain naturalisasi. Jika terbukti ada pelanggaran, hasil laga bisa berubah drastis dan berimbas pada klasemen liga. Situasi ini juga menyoroti perbedaan regulasi kewarganegaraan antara Indonesia (prinsip tunggal) dan Belanda, yang bisa memengaruhi karier pemain di masa depan.

Exit mobile version