JAKARTA — Perusahaan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), yang merupakan bagian dari portofolio Otto Toto Sugiri dan Anthoni Salim, mengungkapkan strategi bisnisnya di tengah persaingan ketat di industri pusat data atau data center saat ini.
Abieta Billy, VP Market Development and Sales Strategy DCI Indonesia, menjelaskan bahwa kini para pelanggan mencari beberapa kriteria untuk memilih pusat data. Salah satunya adalah track record dalam melayani pengguna.
“DCII memiliki posisi yang sangat kuat. Kami sudah melayani lebih dari 270 pelanggan, dengan 80% di antaranya adalah perusahaan multinasional, termasuk perusahaan teknologi dan enterprise terbesar di dunia,” ujar Billy dalam paparan publik DCII, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, track record ini memberikan rasa aman kepada pelanggan karena DCII telah melayani pelanggan besar dan berbagai perusahaan lainnya. Selain itu, DCII memimpin dalam sisi speed to market, yaitu kemampuan untuk membangun pusat data tercepat di Indonesia dalam waktu kurang dari 12 bulan.
Billy menekankan bahwa hal ini sangat penting dalam memenangkan kompetisi, karena semakin cepat pusat data dibangun, maka semakin cepat DCII mendapatkan pendapatan dari pengguna mereka.
Evelyn, Finance Director DCI Indonesia, menjelaskan bahwa DCII terus melakukan review struktur permodalan melalui pemanfaatan pendanaan berbiaya rendah. Hal ini bertujuan untuk mendukung perolehan kontrak dalam skala besar serta ekspansi kapasitas pusat data.
“Sejalan dengan perolehan laba, perseroan mencatat jumlah ekuitas tahun 2025 sebesar Rp4 triliun atas hasil kinerja perseroan sepanjang tahun 2025,” kata Evelyn.
Dia menambahkan bahwa DCII akan terus melakukan investasi untuk memperkuat kapasitas dan keandalan operasional. Hingga saat ini, realisasi capex DCII 2026 berjalan sesuai rencana dan dialokasikan terutama untuk ekspansi kapasitas pusat data. Meski demikian, Evelyn tidak merinci besaran capex DCII untuk 2026.
“Ke depannya, investasi akan terus kami lakukan secara disiplin untuk mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin pasar,” tuturnya.
Beberapa capaian DCII pada tahun 2025 adalah beroperasinya secara penuh pusat data JK6 yang berlokasi di Kampus H1 Cibitung dengan kapasitas 36 MW. Selain itu, DCII juga telah menyelesaikan pembangunan E2 Data Center Surabaya dengan kapasitas IT sebesar 9 MW yang mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I/2026.
Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan geografis platform pusat data Perseroan yang kini tersebar di empat lokasi strategis, yaitu Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2), sekaligus memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur.
Penambahan kapasitas di Surabaya ini merupakan langkah awal ekspansi Perseroan untuk terus memperluas platform pusat data di Indonesia ke depannya.
Manajemen DCII menyatakan bahwa ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan kapasitas di Surabaya seiring dengan perkembangan permintaan pasar, dengan tetap mengedepankan standar operasional pusat data kelas dunia, keandalan yang konsisten, serta keunggulan time-to-market sebagai diferensiasi utama Perseroan di industri.
Sebagai informasi, DCII membukukan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun, tumbuh 40,1% dari periode sebelumnya. EBITDA tercatat Rp1,55 triliun dengan margin 61,0%, sementara laba bersih mencapai Rp1 triliun, meningkat 25,7% secara tahunan.
Total aset DCII juga meningkat menjadi Rp6,65 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp4 triliun.
