Fenomena Langit Merah di Australia Barat Dikaitkan dengan Siklon Tropis Narelle

Fenomena Langit Merah di Australia Barat Akibat Siklon Tropis Narelle

Pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat, masyarakat di wilayah Australia Barat menyaksikan fenomena langit merah yang mengejutkan. Fenomena ini menjadi perhatian luas dan viral di berbagai media sosial serta platform berita internasional. Langit yang terlihat kemerahan seperti darah disebabkan oleh angin kencang dari Siklon Tropis Narelle yang mengaduk debu berwarna karat dari tanah yang kaya akan zat besi.

Perjalanan Siklon Tropis Narelle

Siklon Tropis Narelle adalah badai tropis yang sangat dahsyat. Badai ini terbentuk di Australia pada Maret 2026. Awalnya, siklon ini bermula dari Bibit Siklon Tropis 96P pada 17 Maret 2026. Dalam beberapa hari, siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis dengan kekuatan tinggi. Pada 21 Maret, siklon mencapai kategori 4 dengan kecepatan angin hingga 200 km/jam saat berada di Samudra Hindia barat laut Australia, dekat Shark Bay.

Perjalanan siklon ini tidak biasa karena berpindah dari Coral Sea ke Indian Ocean sambil mempertahankan kekuatan yang luar biasa. Di Australia Barat, siklon ini memicu badai debu ekstrem yang menyebabkan langit merah darah, jarak pandang nol, pemadaman listrik, dan kerusakan infrastruktur di Exmouth serta Shark Bay. Meskipun dampaknya besar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Penyebab Langit Merah

The New York Times melaporkan bahwa fenomena langit merah ini terjadi akibat angin dari Siklon Tropis Narelle yang mengaduk debu berwarna karat dari tanah yang kaya zat besi. Debu ini kemudian menyebabkan perubahan warna langit dengan rona kemerahan yang mirip dengan permukaan Mars.

Fenomena ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2019, langit merah serupa juga pernah terjadi sepanjang pantai timur Australia. Bahkan, di Indonesia, khususnya di wilayah Jambi, fenomena serupa pernah terjadi setelah kebakaran hutan di Provinsi Jambi, Sumatera bagian tengah Indonesia. Setelah kebakaran itu, langit berubah menjadi merah. Fenomena ini dikenal sebagai “hamburan mie” yang terjadi ketika matahari menyinari partikel asap mikroskopis yang panjang gelombangnya sesuai dengan warna merah.

Dampak Siklon Tropis Narelle Terhadap Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Siklon Tropis Narelle akan berdampak pada Indonesia. Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kawasan yang berpotensi mengalami hujan lebat adalah Bali, NTT, dan NTB.

Selain hujan, angin kencang juga diprakirakan terjadi di beberapa wilayah NTT seiring menguatnya sistem siklon. BMKG juga memperingatkan adanya peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia. Gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di:

  • Laut Arafura bagian barat
  • Laut Sawu
  • Perairan selatan Jawa Timur hingga NTT
  • Samudera Hindia selatan Jawa Timur
  • Samudera Hindia selatan Bali

Gelombang laut yang lebih tinggi, yakni mencapai 2,5-4 meter, berpeluang terjadi di:

  • Samudera Hindia selatan NTB
  • Samudera Hindia selatan NTT

Untuk itu, masyarakat Bali, NTB, dan NTT, termasuk yang beraktivitas di wilayah pesisir dan pelaku pelayaran, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang dipicu oleh Siklon Tropis Narelle.

Exit mobile version