Aipda Vicky Mundur dari Polri Setelah Menangani Kasus Korupsi
Aipda Vicky Aristo Katiandagho, mantan Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Minahasa, memilih untuk mengundurkan diri dari institusi Polri setelah menangani kasus korupsi besar. Ia kini lebih memilih berprofesi sebagai penjual kopi, sebuah perubahan yang mengejutkan banyak pihak.
Kasus korupsi yang ditangani Vicky terkait pengadaan tas ramah lingkungan yang diduga melibatkan orang penting di Kabupaten Minahasa. Penyelidikan kasus ini dimulai sejak tahun 2021 dan baru ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 5 September 2024. Vicky menyebut bahwa ia sedang berada di garda terdepan dalam mengungkap skandal tersebut ketika tiba-tiba ia dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud.
“Kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan dokumen sebagai alat bukti. Kami juga berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk audit kerugian negara,” jelasnya. Namun, tanpa diketahui alasan pastinya, Vicky tiba-tiba dimutasi saat penyidikan masih berlangsung.
Vicky mengaku telah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, namun hanya disetujui pada Januari 2026 menjelang masa pensiun dini. Ia tidak menjelaskan alasan lengkapnya, hanya menyebut “itu salah satu alasannya.”
Setelah mundur, Vicky memilih untuk berdagang kopi. “Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat,” tulisnya di media sosial. Di akhir wawancara, ia menyampaikan pesan yang tegas: “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.”
Pernyataan Resmi dari Polda Sulut
Polda Sulut memberikan klarifikasi terkait kabar pengunduran diri Aipda Vicky. Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa mutasi Vicky bersifat rutin dan tidak terkait dengan penanganan kasus korupsi. “Mutasinya adalah bagian dari penyegaran organisasi dan hal yang lumrah di institusi Polri,” ujarnya.
Alamsyah menyebut bahwa jika anggota yang dimutasi tengah menangani perkara, maka penanganannya akan dilanjutkan oleh penggantinya. “Ini hal yang biasa dilakukan,” tambahnya.
Menurut Alamsyah, Vicky mengajukan pengunduran diri atas kemauan sendiri, bukan karena tekanan atau pemecatan. Pengajuan tersebut disetujui pada Januari 2026 menjelang masa pensiun dini. “Benar kemauan sendiri dan juga atas persetujuan istri,” jelasnya.
Terkait video yang beredar, Alamsyah menyebut narasi yang berkembang di media sosial merupakan distorsi fakta. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. “Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri,” pungkasnya.
Perjalanan Karier Vicky
Sebagai mantan Kanit Tipidkor, Vicky memiliki peran penting dalam menangani kasus-kasus korupsi di wilayah Minahasa. Dalam beberapa kesempatan, ia menyampaikan bahwa penanganan kasus korupsi sering kali dihadapkan pada berbagai kendala dan hambatan. Meski begitu, ia tetap berkomitmen untuk menjalankan tugasnya secara profesional.
Namun, setelah dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud, Vicky merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk meninggalkan institusi Polri. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada berbagai instansi yang pernah ia kunjungi selama karier sebagai anggota polisi. “Terima kasih Polda Sulut, Terima kasih Polres Minahasa, Terima kasih Polres Kepulauan Talaud, Terima kasih ZAZG,” tulisnya di media sosial.
Dengan semangat yang tinggi, Vicky kini fokus pada usaha barunya sebagai penjual kopi. Ia percaya bahwa hidupnya tidak hanya terbatas pada jabatan dan status, tetapi juga pada passion dan kebahagiaan pribadi.
Pesan dan Harapan
Di akhir unggahannya, Vicky menyampaikan pesan yang kuat dan penuh makna. “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.” Kalimat itu menjadi penutup dari perjalanan karier yang penuh tantangan dan pengorbanan.
Ia juga menyampaikan cinta terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia. “I LOVE KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. I Quit.” Tulisan itu menjadi simbol dari keputusan yang ia ambil, meskipun penuh rasa haru dan kehilangan.
Dengan langkahnya ini, Vicky membuktikan bahwa keberanian dan kejujuran bisa menjadi landasan untuk mencari jalan hidup yang lebih bermakna.
