Bentrok Antarwarga di Kecamatan Walenrang Menewaskan Seorang Pelajar
Bentrok antara warga Desa Kalibammase dan Baramamase di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berujung pada kematian seorang pelajar. Peristiwa yang terjadi pada dini hari Minggu (5/4/2026) menimbulkan kekacauan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur Trans Sulawesi.
Korban tewas adalah Ifwanul Gunawan (16), seorang pelajar SMP asal Desa Lempe Pasang, Kecamatan Walenrang Barat. Ia meninggal setelah menderita luka serius akibat bentrokan antara dua kelompok warga. Selain korban jiwa, empat orang lainnya juga terluka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Latar Belakang Konflik
Konflik antara dua desa yang hanya berjarak 2,1 kilometer ini diduga dipicu oleh dendam lama. Dari informasi yang dihimpun, pertikaian dimulai sejak Jumat (3/4/2026) malam. Awalnya, masalah kecil seperti adanya satu kubu yang pernah dipukul atau diborongi memicu perselisihan. Kedua kelompok saling mengajak untuk bertemu dan membentuk barisan.
Menurut Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, eskalasi konflik semakin parah karena kedua pihak memanggil rekan dari luar desa. Hal ini membuat suasana menjadi mencekam dan sulit dikendalikan. “Di lokasi bentrok gelap, sehingga sulit untuk dilakukan penanganan,” ujarnya.
Aparat Keamanan Berupaya Mengamankan Lokasi
Untuk menghindari bentrokan susulan, aparat kepolisian telah dikerahkan ke lokasi. Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, mengatakan bahwa sekitar 50 personel dari Polsek Walenrang dan Polres Luwu sedang berjaga di lokasi. Mereka melakukan pengawasan intensif guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain itu, Kapolsek Walenrang juga menjadi korban lemparan batu saat mencoba melerai bentrokan. Tulang keringnya terkena batu, namun kondisinya sudah membaik. “Saya bilang ke anggota, selalu istigfar selama bertugas,” katanya.
Korban Terluka dan Tindakan Medis
Selain korban tewas, ada empat orang lainnya yang terluka. Salah satunya adalah R (17), seorang pelajar warga Desa Lalong, Kecamatan Walenrang. Ia terkena busur di bagian dada sebelah kanan dan masih dirawat di rumah sakit. Abdi (18), warga Limbong Lotong, Kelurahan Jaya, Kota Palopo, terkena peluru senapan angin di betis sebelah kanan. Ia sudah keluar dari rumah sakit sebelum dini hari.
Seorang petani, Aswang (41), juga menjadi korban. Ia mengalami luka di bagian perut dan masih dalam perawatan medis. Sementara itu, kasus ini sedang ditangani oleh penyidik. Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani, mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya tetap berada di lokasi.
Peran Orang Tua dalam Mencegah Konflik
Kapolsek Walenrang menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak. “Anak-anak kita, utamanya kalau keluar malam tanpa tujuan, harus diawasi,” katanya.
Situasi Saat Ini
Meski aparat telah dikerahkan, konflik antara dua kelompok warga ini masih sulit diredam. Pihak kepolisian terus berupaya untuk menjaga ketenangan dan mencegah kejadian lebih buruk. Para petugas bahkan sampai begadang semalam untuk memastikan situasi tetap aman.
