Hukum  

Bupati Tulungagung Ditangkap KPK: Biodata Gatut Sunu Wibowo, Partai, Pendidikan, dan Kasusnya

Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK, 15 Orang Lainnya Juga Ditangkap

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026). Sampai saat ini, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai detail kasus yang menjeratnya. Namun, diketahui bahwa Gatut Sunu tidak sendiri, karena ada 15 orang lainnya yang juga turut terjaring dalam operasi tersebut.

Secara keseluruhan, terdapat 16 orang yang ditangkap, termasuk Gatut Sunu Wibowo. “Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya adalah Bupati Tulungagung,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dikutip dari Antaranews melalui Kompas.com, Jumat (10/4/2026). Meskipun demikian, Budi belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai identitas 15 orang lainnya tersebut. “Kami akan terus memperbarui perkembangannya,” katanya.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sebelumnya, Gatut Sunu Wibowo bersama belasan pejabat lainnya dibawa menggunakan bus dari Polres Tulungagung menuju Jakarta. Berdasarkan pantauan TribunJatim.com (jejaring media), sebuah bus PO Harapan Jaya terlihat keluar dari Polres Tulungagung membawa para pejabat Pemkab Tulungagung pada Sabtu (11/4/2026) pukul 06.25 WIB. Para pejabat tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan oleh KPK sejak Jumat (10/4/2026) malam.

Mereka diduga memiliki keterkaitan dengan OTT terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Bus berpelat kuning dengan nomor polisi AG 7064 US tersebut berangkat dengan pengawalan mobil Satuan Lalu Lintas. Seluruh tirai bus ditutup rapat sehingga wajah orang-orang yang berada di dalamnya tidak terlihat dari luar.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, Plt. Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto, tidak ikut dalam rombongan tersebut. Tiga pejabat perempuan lainnya juga tidak ikut, yakni Kepala Dinas Kesehatan Desi Lusiana Wardani, Direktur RSUD dr. Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala Dinas Sosial Reni Prasetyawati. Nama Reni sebelumnya tidak diketahui oleh wartawan karena kedatangannya ke Polres Tulungagung tidak terpantau.

Intan, staf Tata Pemerintahan yang sempat terlihat hadir, juga dilaporkan tidak ikut dalam rombongan ke Jakarta. Berdasarkan informasi, kehadirannya hanya untuk mengantarkan barang keperluan Kabag Pemerintahan, Arif Effendi. Dengan demikian, terdapat 12 nama yang ikut dalam rombongan tersebut, salah satunya adalah Arif Effendi.

Nama lain yang muncul dalam rombongan adalah anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Jatmiko Dwijo Seputro. Jatmiko diketahui merupakan adik kandung dari Gatut Sunu Wibowo. Selain itu, seorang staf di Bagian Umum Setda Kabupaten Tulungagung bernama Oki juga ikut dibawa.

Pejabat lain yang turut serta adalah Kabag Kesra Makrus Mannan, Kepala Dinas Pertanian Suyanto, Kepala Satpol PP Hartono, dan Kabag Umum Yulius Rama Isworo. Termasuk pula Kepala Dinas PUPR Erwin Novianto, Kabag Prokopim Aris Wahyudiono, Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo, Ajudan Bupati Yoga Dwi Ambal, serta Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo.

Rombongan tersebut dibawa menuju Surabaya dan selanjutnya akan diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Sebelumnya, para pejabat Pemkab Tulungagung mendatangi Polres Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) malam. Informasi internal Polres menyebutkan bahwa kedatangan para pejabat tersebut adalah untuk memenuhi panggilan KPK.

Salah satu pejabat yang datang menggunakan mobil personel KPK adalah Yulius Rama Isworo. Kabag Umum tersebut turun diikuti oleh personel KPK yang kemudian menurunkan sejumlah kardus berisi berkas. Ajudan Bupati, Dwi Yoga, juga tiba menggunakan minibus bersama tim dari KPK. Mereka terpantau menurunkan koper yang diduga kuat berisi dokumen-dokumen penting.

Sejumlah pejabat lainnya datang secara mandiri, seperti Makrus Mannan, Arif Effendi, Hartono, Zuhrotul Aini, dan Dwi Hari Subagyo. Sementara itu, seorang perwira di Polres Tulungagung menyebutkan bahwa Plt. Sekda Soeroto dan Agus Prijanto Utomo telah tiba lebih awal. “Memang benar ada aktivitas dari pihak KPK,” ujar salah satu sumber di lokasi.

Informasi yang dihimpun media menyebutkan bahwa KPK mendatangi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah anggota Satpol PP yang sedang berjaga di sana dikabarkan sempat disita ponselnya. Beberapa personel KPK juga terlihat melakukan penggeledahan di kantor Dinas PUPR yang berada di lingkungan kantor Pemkab Tulungagung.

Profil Biodata Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Gatut Sunu Wibowo adalah Bupati Tulungagung untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, ia merupakan Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024. Gatut Sunu Wibowo dikenal sebagai pengusaha sukses di sektor bahan bangunan sebelum terjun ke dunia birokrasi. Ia lahir di Tulungagung pada tanggal 17 Desember 1967.

Pendidikan
Gatut menempuh pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya, Tulungagung. Ia bersekolah di SDN Gandong 1 pada periode 1976-1982. Pendidikannya berlanjut ke SMPN Bandung, Tulungagung (1982–1985), dan SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru (1988). Gelar Sarjana Ekonomi ia raih dari Universitas Merdeka Malang pada tahun 1992. Pada tahun 2023, ia berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Jaringan usaha toko bangunannya yang tersebar di Tulungagung dan Trenggalek menjadikannya salah satu tokoh ekonomi lokal.

Dari Partai Apa?

Karier politik Gatut Sunu Wibowo dimulai saat ia bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2 November 2021. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi Maryoto Birowo untuk sisa masa jabatan 2021–2024. Pada Pilkada Tulungagung 2024, ia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Ahmad Baharudin.

Setelah berpindah ke Partai Gerindra, pasangan Gatut-Baharudin berhasil meraih kemenangan dengan 297.882 suara atau sekitar 50,72 persen. Meski diusung oleh Partai Gerindra, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim memberikan klarifikasi mengenai status keanggotaannya. DPD Gerindra Jatim menegaskan bahwa Gatut Sunu Wibowo secara resmi belum berstatus sebagai kader partai.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah kabar mengenai OTT KPK tersebut mencuat ke publik. “Beliau memang belum menjadi kader resmi Partai Gerindra,” kata Ketua OKK DPD Gerindra Jatim, Hidayat, Sabtu (11/4/2026). Meskipun sempat ada proses komunikasi untuk bergabung, DPP Gerindra disebut belum mengeluarkan keputusan resmi terkait statusnya.

Berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2022, Gatut Sunu Wibowo memiliki total kekayaan senilai Rp18 miliar. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan di Tulungagung, Trenggalek, hingga Surabaya senilai lebih dari Rp15 miliar. Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin dengan nilai total hampir mencapai Rp2 miliar. Sisa kekayaannya tersimpan dalam bentuk harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas.

Exit mobile version