Performa Malut United dalam putaran kedua Super League 2025-2026 terlihat jauh menurun dibandingkan paruh pertama. Tim asuhan Hendri Susilo kembali mengalami kekalahan di laga terbaru, yang membuat mereka semakin jauh dari ambisi meraih gelar juara.
Di awal musim, Malut United memiliki target untuk mengejar gelar juara. Namun, hasil yang diraih dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada pekan ke-27, Minggu (12/4/2026), Malut United kalah 1-2 saat bermain di kandang sendiri melawan Dewa United.
Pada babak pertama, Malut United tertinggal lebih dulu pada menit ke-22 lewat gol Alex Martin. Meski sempat menyamakan skor melalui penalti David da Silva di akhir babak pertama, tim asuhan Hendri Susilo kembali kebobolan di injury time lewat gol Martin lagi. Kekalahan ini memperpanjang tren penurunan performa yang dialami Malut United di paruh kedua kompetisi.
Dalam 17 pertandingan pertama, Malut United mampu meraih 10 kemenangan, 4 kali imbang, dan 3 kali kalah. Mereka mendapatkan total 34 poin atau rata-rata 2 poin per pertandingan. Namun, di paruh kedua, performa mereka sangat menurun. Dalam 10 pertandingan terakhir, Malut hanya mampu meraih 3 kemenangan, 3 kali imbang, dan 4 kali kalah. Rata-rata poin yang didapat hanya 1,2 per pertandingan.
Meskipun masih aman di posisi keempat klasemen, mimpi menjadi juara Malut United sudah nyaris pupus. Mereka kini tertinggal 18 poin dari Persib yang memimpin klasemen sementara. Dengan sisa 7 pertandingan, peluang untuk mengejar sangat tipis.
Setelah kekalahan dari Dewa United, pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengeluhkan kurangnya disiplin para pemain dalam menjalankan strategi yang telah ditetapkan. Ia menyebut bahwa pemain tidak patuh dengan game plan yang disiapkan.
“Kami gagal menang lagi. Ini sangat mengecewakan. Para pemain tidak patuh dengan strategi yang kami buat,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa banyak peluang yang diciptakan oleh tim tetapi gagal dimaksimalkan menjadi gol. Di sisi lain, lawan hanya memiliki sedikit peluang yang bisa langsung berbuah gol karena ketidakdisiplinan lini pertahanan Malut United.
Perwakilan pemain Malut United, Abduh Lestaluhu, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, Dewa United mampu memanfaatkan kesalahan di lini belakang Malut United.
“Kami menciptakan banyak peluang tetapi gagal membuat gol. Sementara Dewa United mampu memanfaatkan kesalahan kami dengan baik,” ujar Abduh.
Hendri menyayangkan hasil minor yang dialami anak asuhannya karena dapat membahayakan posisi tim. Antara Malut United dengan Bhayangkara FC, Persebaya, Persita, dan Dewa United sekarang hanya dipisahkan 6 poin. Jika performa tidak segera diperbaiki, Malut United bisa saja terlempar dari empat besar.
Hendri mengungkapkan bahwa akan ada tindakan tegas terhadap pemain yang tidak mau mengikuti strategi tim. “Kami tidak akan menyerah dan terus berjuang hingga akhir kompetisi,” katanya.
“Ke depan, mungkin ada perubahan. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara dan Maluku.”
Malut United selanjutnya akan bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, untuk menghadapi Bali United dalam laga pekan ke-28 Super League 2025-2026 pada Minggu (19/4/2026).
