Daerah  

Longsor Padang Laweh Tutup Sungai, Danau Dadakan Muncul, Warga Khawatir

Peristiwa Tanah Longsor yang Menutup Aliran Sungai di Padang Laweh

Sebuah peristiwa tanah longsor yang menutup aliran sungai hingga membentuk kolam besar viral di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di kawasan Jorong Padang Laweh, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Sabtu (11/4/2026).

Kejadian ini bermula saat warga mendengar suara dentuman dari arah perbukitan pada dini hari. Setelah dilakukan pengecekan, dentuman tersebut ternyata berasal dari longsoran tanah yang menimbun aliran Sungai Batang Muaro Samuik. Akibatnya, aliran sungai tersumbat dan membentuk bendungan alami dengan genangan air yang cukup luas dan tinggi.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga bersama aparat kepolisian turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Tampak tumpukan material longsor yang cukup tinggi serta genangan air yang menggenangi area di sekitarnya.

“Ini merupakan lokasi longsoran di Jorong Padang Laweh, Nagari Padang Laweh Malalo, tepatnya di aliran Batang Air Muaro Samuik. Longsorannya cukup besar, mungkin sekitar 15 meter, dan membentuk seperti telaga,” ujar seorang pria dalam video tersebut.

Wali Jorong Tanjung Sawah, Dasril Pandeka Rajo, membenarkan kejadian itu. Ia menyebutkan warga pertama kali mendengar dentuman sekitar pukul 00.30 WIB. “Betul, kami mendapat informasi adanya suara dentuman dari arah bukit sekitar pukul 00.30 WIB. Pagi harinya kami bersama anggota DPRD, BPBD, dan Satgas Nagari langsung melakukan pengecekan ke lokasi,” kata Dasril.

Ia menjelaskan, material longsor dari bukit jatuh dan menutup aliran Sungai Batang Muaro Samuik hingga membentuk bendungan air. Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena sungai tersebut merupakan salah satu aliran yang terdampak bencana galodo sebelumnya.

“Jaraknya sekitar dua kilometer dari lahan pertanian dan permukiman warga. Ini tentu berpotensi mengancam jika bendungan itu jebol,” ujarnya. Dasril menambahkan, risiko akan semakin besar apabila terjadi hujan karena debit air dapat meningkat dengan cepat.

“Untungnya saat ini tidak hujan. Kalau hujan, air akan cepat penuh dan berpotensi memicu galodo kembali,” katanya. Pihak nagari bersama pemerintah setempat telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati dan instansi terkait agar segera dilakukan penanganan.

Mereka berharap adanya pengerahan alat berat untuk membuka material longsor dan melancarkan kembali aliran sungai. “Kalau hanya mengandalkan tenaga manual atau swadaya masyarakat tidak akan mampu, karena materialnya batu besar. Harus menggunakan alat berat,” tutupnya.

Penanganan Darurat dan Langkah Pencegahan

Pemerintah setempat sedang mempertimbangkan langkah-langkah darurat untuk menghadapi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh bendungan alami ini. Salah satu langkah utama adalah meminta bantuan alat berat untuk membuka jalur sungai yang tertutup. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya banjir yang bisa mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Selain itu, pihak berwenang juga memantau kondisi cuaca secara ketat. Karena adanya kemungkinan hujan yang bisa memperparah situasi, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan siap siaga. Informasi tentang perkembangan terkini akan terus disampaikan melalui saluran resmi pemerintah setempat.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa daerah-daerah dengan topografi curam dan rawan longsor memerlukan perhatian khusus. Upaya pencegahan seperti pengelolaan hutan dan penanaman vegetasi penahan tanah sangat penting untuk mengurangi risiko bencana alam.

Tanggung Jawab Bersama dalam Menghadapi Bencana

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menghadapi bencana alam. Dengan koordinasi yang baik, risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan dampaknya bisa lebih terkendali.

Warga setempat juga diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu. Mereka diingatkan untuk tidak mendekati area yang terancam longsor dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *