Perjalanan Karir Bos Rokok HS yang Menginspirasi, Kini Ditinggalkan Istri Usai Kecelakaan Moge

Kecelakaan Maut yang Melibatkan Bos Rokok HS

Muhammad Suryo, seorang bos rokok HS, mengalami kecelakaan tragis bersama istrinya di Yogyakarta. Insiden tersebut terjadi saat ia sedang mengendarai motor Harley Davidson dengan membonceng sang istri, Anis Syarifah. Kecelakaan itu melibatkan juga motor Jupiter MX yang diduga hendak menyeberang dari selatan ke utara.

Sang istri, Anis Syarifah, meninggal dunia di tempat kejadian sementara Muhammad Suryo mengalami kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat Muhammad Suryo melaju dari arah timur ke barat, sedangkan pengendara Jupiter MX disebut hendak menyeberang dari selatan ke utara.

Detik-Detik Kecelakaan

Menurut keterangan saksi mata bernama Pratman, kecelakaan terjadi karena jarak yang terlalu dekat antara kedua kendaraan. Motor Harley Davidson yang dikendarai Muhammad Suryo tampak ingin menyalip kendaraan di depannya, namun tiba-tiba terbentur oleh pengendara Jupiter MX yang sedang menyeberang.

Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Pembonceng motor Harley, yaitu Anis Syarifah, terlempar dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Muhammad Suryo dan pengendara Harley lainnya juga terlempar ke saluran irigasi.

Motor Harley Davidson berpelat Z 5050 MRS bahkan terus terseret beberapa puluh meter setelah kecelakaan terjadi. Jenazah Anis Syarifah langsung dibawa ke RS Rizki Amalia, sedangkan Muhammad Suryo dirujuk ke RS Jogjakarta International Hospital (JIH) dalam kondisi kritis.

Pengendara Jupiter MX dan anaknya, yang merupakan penumpang motor tersebut, mengalami luka-luka dan kini dirawat di RSUD Wates, Kulon Progo.

Penghargaan Alumni Peduli

Meski tengah menghadapi cobaan berat, Muhammad Suryo pernah menerima penghargaan prestise sebagai Alumni Peduli dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Penghargaan diberikan saat perayaan Dies Natalis ke-67 UPN pada Sabtu malam (13/12/2025).

Penghargaan ini diberikan karena Suryo dinilai peduli pada pembangunan nasional dengan menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung kegiatan UPN. Rektor UPN Jogjakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, memberikan penghargaan tersebut secara langsung di Auditorium WR Supratman.

“Saya tidak menyangka dapat penghargaan ini, karena dulu saat kuliah itu saya hanya mahasiswa biasa. Bahkan termasuk mahasiswa kategori kere yang untuk kuliah dan hidup sehari-hari sangat susah,” ujar Suryo seusai menerima penghargaan.

Perjalanan Hidup Suryo

Perjalanan hidup Muhammad Suryo sangat sederhana. Ia merantau dari Bengkulu untuk kuliah di UPN Jogja tahun 2002. Saat itu, ia tinggal di kos-kosan berukuran 3×3 dan diisi tiga orang. Tidurpun beralaskan karpet karena tak mampu membeli kasur.

Ia pernah bekerja paruh waktu sebagai penjual air galon isi ulang dan sopir rental untuk bertahan hidup. Namun, kini bisnisnya telah berkembang pesat, meliputi rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.

Perusahaannya memiliki lebih dari 3.000 karyawan saat ini, dengan target 10.000 karyawan baru di pabrik rokok HS pada 2026. Meski begitu, Suryo tetap ingat bagaimana awalnya ia harus berjuang keras demi menempuh pendidikan dan membangun bisnisnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *