Kekerasan oleh Juru Parkir di Kawasan Makassar
Pada hari Minggu (12/4/2026), sebuah kejadian penganiayaan terjadi di kawasan Jl Boulevard, Panakkukang, Makassar. Korban adalah Syahril, seorang sekuriti dari salah satu swalayan yang mengalami luka tebas di tangan dan tusukan di punggung akibat serangan dari sejumlah juru parkir liar.
Kejadian bermula saat Syahril menegur salah satu juru parkir yang sedang beroperasi di sekitar area Car Free Day (CFD). Pria tersebut dituduh menutup akses jalan masuk ke swalayan, sehingga mengganggu karyawan yang ingin masuk. Teguran Syahril ternyata memicu reaksi keras dari pelaku, yang kemudian melibatkan beberapa orang lainnya.
Dalam rekaman video yang beredar di Instagram, Syahril menyebut bahwa ada tiga orang yang melakukan pengeroyokan. Mereka membawa senjata tajam seperti parang dan badik. “Tiga orangki (yang lakukan pengeroyokan). (Ada bawa) Parang dengan badik,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan korban. “Iya (sudah diterima laporannya), kami sementara proses penyelidikan,” katanya melalui sambungan telepon.
Menurut Iptu Uji, kejadian bermula saat para juru parkir menutup akses jalan masuk ke swalayan. Saat itu, banyak orang berkumpul karena sedang Car Free Day. Syahril mencoba memberi tahu salah satu juru parkir agar tidak menutup akses total, karena karyawan harus bisa lewat dari samping.
Akses jalan yang tersisa masih tertutup karena kendaraan yang parkir. “Atas dasar itu, salah satu (jukir) melapor ke teman-teman sehingga di datangi,” ujar Iptu Uji.
Akibat pengeroyokan itu, Syahril mengalami luka tikam di punggung dan tangan. “Jadi korban mengalami luka tikam di punggung sama tangan. (Tebasan parang di tangan) diduga itu karena untuk pas berebut sajamnya itu tidak terekam CCTV,” jelasnya.
Saat ini, Tim Resmob Polsek Panakkukang sedang menyelidiki keberadaan pelaku. Beberapa rekaman CCTV di lokasi dianalisa untuk mengidentifikasi dan mengetahui ciri-ciri pelaku. “Untuk pelaku sudah kami identifikasi tapi sementara kami lidik keberadaannya. Sementara pelaku yang kami identifikasi dua,” tutur Iptu Uji.
Sebelumnya, aksi penganiayaan oleh juru parkir di kawasan Boulevard juga terjadi sepekan lalu. Korbannya adalah sopir Kejari berinisial AH dan seorang anggota Komcad Serda KC berinisial S. Kasus itu dilaporkan AH ke Polsek Panakkukang, dan terlapor sang jukir berinisial IC diamankan polisi.
Aksi Premanisme di Pelabuhan Makassar
Selain kekerasan di kawasan makassar, viral di media sosial sebuah peristiwa premanisme di depan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jl Nusantara, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam unggahan sejumlah akun Instagram, peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) malam.
Seorang driver taksi online singgah menjemput penumpang di Pelabuhan Makassar. Tak berselang lama, pria yang diduga parkir liar menghampiri dan meminta uang parkir tanpa disertai atribut atau karcis. Sang driver pun merekam aksi pria tersebut.
Saat aksinya direkam, pria itu meminta sang driver mematikan rekaman di ponselnya. “Teaki fotoiya, teaia artis (jangan foto saya, saya bukan artis),” ucapnya. “Apa intu video nu. Matikan injo, kurabbuki (saya rampas itu) hapemu,” ucapnya lagi mengancam.
Kasubsi Penmas Polres Pelabuhan Makassar Aipda Adil mengonfirmasi bahwa pria berlagak preman itu telah diamankan polisi. “Menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial, khususnya melalui postingan akun Instagram Makassar Info,” kata Adil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/4/2026).
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar melalui Tim The Ghost Dermaga Unit Resmob lanjut Adil, telah melakukan serangkaian penyelidikan. Tepatnya, pada Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 22.30 WITA, tim yang dipimpin oleh Kanit Opsnal Ipda Dewa Yudha Pramana, bergerak cepat ke lokasi di kawasan Pelabuhan Soekarno Hatta, Kota Makassar.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pengumpulan bahan keterangan dari para saksi, serta petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara, petugas lanjut Adil, berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. “Setelah keberadaan pelaku diketahui, tim langsung melakukan tindakan pengamanan dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam praktik parkir liar tersebut tanpa adanya perlawanan,” jelasnya.
Adapun terduga pelaku parkir liar itu, kata Adil adalah berinisial S (22) warga Jl Rappokalling, Makassar. “Saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Makassar guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.
Penangkapan S kata Adil, merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Makassar dalam menindak tegas segala bentuk premanisme, pungutan liar, dan aksi yang meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan vital seperti pelabuhan.
Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jasa pelabuhan, agar segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami gangguan keamanan, aksi premanisme, pungutan liar, maupun tindak pidana lainnya. “Masyarakat dapat segera menghubungi layanan Hotline Polri 110 yang aktif selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” imbuhnya.












