Daerah  

Kisah petugas yang tak pernah pulang saat Lebaran, tetap bertugas saat orang mudik

Petugas Penghitung Arus Mudik di Cirebon: Dedikasi di Balik Kesibukan

Di balik keramaian arus mudik yang melintas di jalur Pantura Cirebon, ada sosok petugas yang justru “tak pernah pulang” saat momen Lebaran tiba. Mereka tetap berjaga di pos pemantauan, menghitung ribuan kendaraan yang melintas, sementara sebagian orang berkumpul bersama keluarga.

Pos Induk Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon yang berada di depan Goa Sunyaragi menjadi salah satu titik pengawasan utama selama masa mudik. Di dalam tenda sederhana, seorang petugas tampak fokus menatap layar ponselnya, mencatat setiap kendaraan yang melintas di jalan raya.

Libo Widi, petugas traffic counting Dishub Kota Cirebon, mengaku sudah enam tahun menjalani tugas tersebut, termasuk saat momen arus mudik Lebaran. Ia menyebut bahwa tugas ini dimulai sejak awal pandemi.

Setiap harinya, ia harus menghitung berbagai jenis kendaraan yang melintas, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, angkutan kota, hingga truk besar. Semua data dicatat secara rinci dalam interval waktu tertentu.

“Jadi jenis-jenisnya kita hitung per 15 menit. Nanti kita total per jamnya berapa untuk kendaraan yang melintas di posko kami,” ucap Libo.

Menurutnya, suasana kerja saat arus mudik jauh berbeda dibanding hari biasa. Volume kendaraan meningkat drastis, terutama saat mendekati Lebaran.

“Perbedaannya karena volume kendaraan pasti lebih padat. Apalagi kalau sudah mendekati Lebaran, itu pasti ada titik puncaknya,” jelas dia.

Bahkan, pada puncak arus mudik beberapa hari lalu, jumlah kendaraan yang melintas mencapai angka fantastis. “Untuk per jamnya itu antara 3.000 sampai 4.000 kendaraan. Dan kemarin puncaknya sampai 8.818 kendaraan dalam satu jam, di jam 11.00 sampai 12.00 siang,” katanya.

Dalam menjalankan tugasnya, Libo kini tidak lagi menggunakan metode manual. Ia memanfaatkan aplikasi khusus untuk menghitung kendaraan secara real-time.

“Kita tidak menghitung pakai alat seperti tasbih. Jadi lewat aplikasi, tinggal klik sesuai jenis kendaraan,” ujarnya.

Meski dibantu teknologi, tantangan tetap ada, terutama saat arus kendaraan membludak. “Tantangan terbesarnya itu saat ramai. Kita kadang bingung menentukan jenis kendaraan, tapi untungnya kita dibagi dua orang, jadi tidak terlalu pusing,” ucap Libo.

Di tengah padatnya pekerjaan dan tingginya volume kendaraan, kondisi fisik juga menjadi perhatian. Terlebih, tugas ini dijalankan di bulan Ramadan.

“Kita makan yang minimal bergizi, ditambah susu biar staminanya kuat. Karena ini bulan puasa, jadi harus benar-benar jaga kondisi,” jelas Libo.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal pekerjaan, melainkan juga pengorbanan waktu bersama keluarga. Selama enam tahun terakhir, Libo justru bertugas saat hari Lebaran.

“Di saat yang lain bisa silaturahmi dengan keluarga, saya tetap bertugas di sini. Ibaratnya selama 6 tahun ini saya ‘terpilih’ saja disuruh jaga posko,” katanya.

Meski begitu, ia tetap berusaha membagi waktu, meski hanya di malam hari. “Buat keluarga paling malam hari. Alhamdulillah keluarga juga mengerti, karena setiap tahun saya selalu dapat tugas saat Lebaran,” ujarnya.

Ada satu hal yang paling ia rindukan setiap momen Lebaran. “Yang dirindukan itu kumpul bareng saudara-saudara. Saya lima bersaudara dan yang paling kecil, jadi pasti terasa ada yang kurang kalau saya tidak ada,” ucap Libo.

Sementara itu, berdasarkan laporan petugas di lapangan, arus lalu lintas di jalur Pantura Cirebon terus mengalami peningkatan, didominasi pemudik sepeda motor yang melaju berkelompok. Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau ramai lancar, dengan perlambatan di sejumlah titik persimpangan.

Petugas pun mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. “Keselamatan adalah prioritas utama. Jika lelah, silakan beristirahat di posko yang tersedia,” jelas dia.

Di balik padatnya arus mudik yang terlihat di jalanan, ada dedikasi para petugas seperti Libo yang tetap berjaga. Mereka mungkin tak pulang saat Lebaran, namun perannya menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan jutaan pemudik tetap aman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *