Ciptawarta.com JAKARTA – Partisipan aksi Indonesia Gelap enggan membubarkan kawasan Patung Kuda, Monas Ibukota Indonesia Pusat, hari terakhir pekan (21/2/2025) malam. Massa aksi justru memblokade juga pembakaran barrier plastik.
Berdasarkan pantauan pada lokasi, barier plastik yang dibakar sebelumnya digunakan untuk menghentikan Jalan Medan Merdeka Barat. Titik pembakaran berada di dalam Bundaran Air Mancur Thamrin dekat lokasi aksi.
Akibat pembakaran itu, pengendara dari MH Thamrin terpaksa tak dapat melintasi jalan tersebut. Sebab massa aksi masih berkumpul dalam sekitar penyalaan api. Tak cuma satu titik, barier plastik juga dibakar oleh massa di area bawah JPO depan Patung Kuda. Lokasi itu menjadi titik api pertama yang mana dinyalakan kontestan aksi.
Sekadar informasi, Koalisi Warga Sipil kembali turun ke jalan pada aksi massa yang bertajuk Indonesia Gelap. Aksi ini dimulai pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat dengan long march dari Taman Izmail Marzuki (TIM) menuju Istana Negara sebagai titik pusat aksi.
Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin berjauhan dari prinsip keadilan sosial, demokrasi, kemudian kesejahteraan rakyat.
Peserta aksi menyoroti berbagai permasalahan yang mengancam hak-hak masyarakat, mulai dari pendidikan, agraria, hingga kebijakan sektor ekonomi lalu kebijakan pemerintah yang dimaksud timpang.
Berikut ini tuntutan pengunjuk rasa Indonesia Gelap:
1. Ciptakan sekolah gratis, ilmiah, juga demokratis. Pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara.
