Bisnis  

Mengenang Yusuf Saadudin: Semangat Pemimpin Bank bjb dengan Visi

Kepemimpinan Bank Bjb yang Berasal dari Dalam

Pada Selasa, 29 Juli 2025 sekitar pukul 8.00 WIB, saya berkesempatan bertemu dengan Yusuf Saadudin yang diangkat sebagai Direktur Utama bank bjb dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 April 2025 lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Nunung Suhartini, Direktur Konsumer dan Ritel, serta Herfinia yang kemudian dipercaya sebagai Pemimpin Divisi Corsec bank bjb. Suasana pertemuan terasa santai dan penuh keakraban.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya sebagai jurnalis adalah bahwa kepemimpinan bank bjb saat ini berasal dari orang dalam bank itu sendiri. Mulai dari direktur utama hingga direksi lainnya, semua merupakan orang-orang yang telah berkarya selama ini di bank yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Komposisi jajaran direksi hasil RUPS 16 April 2025 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi, pemegang saham pengendali bank bjb, mengangkat orang-orang dalam untuk jabatan tertinggi dan mengendalikan bank yang saat ini memiliki aset sebesar Rp 215,9 triliun. Keputusan yang diambil Dedi Mulyadi sangat berbeda dengan sebelumnya, di mana lebih kurang 15 tahun posisi direktur utama bank bjb diangkat dari luar bank bjb. Tidak hanya direktur utama, beberapa posisi direksi juga diisi oleh orang luar.

Yusuf sendiri telah berkarier penuh di bank bjb. Sebelum menjadi direktur utama, ia menjabat sebagai Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb, sebelumnya sebagai Pemimpin Divisi Kredit Konsumen bank bjb (2021 – Juli 2024) dan Pemimpin Divisi KPR & KKB bank bjb (2019 – 2021), serta jabatan lainnya.

Dalam pertemuan itu, saya menyampaikan bahwa komposisi direksi saat ini memiliki kekuatan yang bernilai lebih serta spirit kuat dalam pengelolaan bank bjb ke depan, karena jajaran direksinya adalah orang-orang dalam yang telah merasakan, melihat langsung, dan mengalami bagaimana perjalanan bank bjb selama ini termasuk dinamika yang terjadi.

Dari pembicaraan tersebut, Yusuf memperlihatkan spirit orang dalam tersebut yang bercita-cita untuk membawa bank bjb sebagaimana yang diharapkan para pemegang saham dan masyarakat Jawa Barat. Ia bercerita tentang bagaimana kondisi bank bjb saat ini serta upaya-upaya yang akan dilakukan ke depan. Ia sangat menyimpan dan menjadikan pesan-pesan Gubernur Dedi Mulyadi terhadap bank bjb ke depan sebagai catatan penting.

Dari apa yang disampaikan Yusuf tentang cita-cita dan keinginan dalam pengelolaan bank bjb ke depan, maka saya menyampaikan bahwa orang dalam yang duduk di jabatan direksi saat ini adalah modal dan spirit kuat membuat bjb lebih baik lagi ke depan.

Peran Bank Bjb dalam Pembangunan Jawa Barat

Beberapa waktu berikutnya, dalam memperingati 80 tahun Provinsi Jawa Barat pada 19 Agustus 2025 lalu, saya kembali mewawancarai Yusuf Saadudin untuk mendapatkan pandangannya terhadap posisi dan kontribusi bank bjb yang sahamnya sebagian besar selain Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat termasuk Provinsi Banten.

Dalam wawancara itu, Yusuf menyampaikan pandangan secara luas. Menurutnya, selama 80 tahun perjalanan Provinsi Jawa Barat, bank bjb telah berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Sebagai bank pembangunan daerah, bjb menjadi pengelola utama keuangan daerah, menyalurkan pembiayaan bagi sektor produktif, mendukung UMKM, dan menyediakan layanan keuangan inklusif hingga ke pelosok melalui jaringan kantor yang luas. Peran ini diperkuat dengan inovasi layanan digital yang memudahkan masyarakat mengakses produk perbankan, sejalan dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat Jawa Barat yang dinamis.

Selain itu, papar Yusuf, bank bjb turut memperkuat daya saing daerah melalui pembiayaan infrastruktur, kolaborasi dengan BUMD, serta program kemitraan yang selaras dengan visi pembangunan Jawa Barat. Kinerja yang stabil, tata kelola yang baik, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bukti nyata peran bjb dalam mendukung kemandirian fiskal daerah. Dengan posisi yang solid di industri perbankan nasional, bjb terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Sementara itu dalam kontribusi terhadap perekonomian Jawa Barat, kata Yusuf, sebagai Bank Pembangunan Daerah, bank bjb mengemban misi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat melalui penyediaan layanan keuangan yang aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. bjb berkomitmen memperluas inklusi keuangan, memperkuat pembiayaan sektor produktif seperti UMKM, pertanian, dan industri kreatif, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan dan pendanaan pembangunan.

Selain itu, bjb berfokus pada inovasi layanan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan daya saing di era ekonomi modern. Dengan tata kelola yang baik dan fokus pada keberlanjutan, bjb berperan menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha di Jawa Barat.

Oleh karena itu, kata Yusuf, harapannya bank bjb dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak utama ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, dan pengelolaan keuangan daerah yang efisien. Peran ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

Bank bjb, lanjut Yusuf, diharapkan tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan program pembangunan, sekaligus menjadi pionir inovasi perbankan daerah di Indonesia. Dengan mengedepankan digitalisasi, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan, bjb dapat terus memberi nilai tambah bagi masyarakat serta memperkuat posisi Jawa Barat sebagai daerah yang maju dan berdaya saing tinggi.

Dari uraian yang disampaikan Yusuf tersebut tercermin bagaimana spirit, ia sebagai orang dalam yang diberikan amanah memimpin bank bjb. Namun, spirit tersebut perjalanannya tidak seperti yang diharapkan banyak kalangan. Ia memimpin bank bjb sampai 14 Nopember 2025. Allah swt memiliki rencana lebih baik lagi bagi Yusuf. Dan itu semua rahasia Ilahi.

Maka, ketika kabar duka saya terima pada Jumat menjelang subuh kemarin, saya merasa tidak percaya. Sebab, beberapa hari lalu, saya masih menerima pesan WhatsApp dari almarhum Yusuf ketika ia mengetahui saya tengah menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci Mekah. Almarhum mengirimkan pesan yang sekaligus doa, yakni agar ibadah umrah berjalan lancar dan mabrur. Pesan itu terus saya baca kembali tatkala menerima informasi tentang kepergian almarhum dipanggil Sang Khalik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *