Bisnis  

Petani keluhkan harga TBS di bawah Rp3 ribu/kg, bupati kumpulkan 9 perusahaan sawit

Perwakilan Perusahaan Kelapa Sawit Berkumpul untuk Membahas Keluhan Petani

Perwakilan Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Bangka menggelar pertemuan di kediaman dinas Bupati Bangka, pada hari Kamis (9/4) sore. Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat yang mempertanyakan turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang sebagian besar dibeli perusahaan di bawah Rp3 ribu per kilogram.

Keluhan ini telah diterima oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka sejak pasca-Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PKS menyampaikan alasan-alasan terkait rendahnya harga beli TBS sawit di Kabupaten Bangka. Beberapa di antaranya mencakup:

  • Stok atau ketersediaan TBS yang melimpah pasca-Lebaran.
  • Adanya selisih harga berdasarkan tingkatan dari petani, pengepul hingga ke PKS.
  • Berbagai alasan lainnya yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin, menyatakan bahwa ia tidak dapat menerima alasan-alasan yang disampaikan oleh pihak perusahaan tersebut. Menurutnya, alasan-alasan itu merupakan hal yang berulang-ulang setiap tahun dan terkesan dibuat-buat.

Menurut Jamaludin, saat ini harga CPO cukup tinggi, yaitu sekitar Rp15.900 per kilogram. Bahkan, beberapa hari lalu sempat mencapai Rp16 ribu. Ia merasa aneh karena pada bulan Maret sebelum Lebaran, harga CPO sekitar Rp14.100 per kilogram, dan harga TBS di atas Rp3.100 per kilogram.

Dengan tingginya harga CPO saat ini, menurut Jamaludin, seharusnya harga TBS sawit petani dapat dibeli dengan harga yang lebih tinggi oleh PKS. Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya. Dari 9 perusahaan di Kabupaten Bangka, hanya 2 perusahaan yang harganya di atas Rp3 ribu/kg, sementara yang lainnya di bawah Rp3 ribu/kg.

Jamaludin juga membandingkan kondisi ini dengan Pulau Belitung, di mana jumlah PKS lebih sedikit, tetapi harga TBS sawit petani justru dibeli dengan harga tinggi, berkisar antara Rp3.600 sampai Rp3.800 per kilogram.

Menurutnya, saat ini para petani kelapa sawit sedang dalam masa panen raya. Di tengah kondisi seperti ini, seharusnya harga TBS sawit dapat dinaikkan agar bisa memberikan kegembiraan bagi petani. Ia pun meminta pihak perusahaan tidak mencari untung yang berlebihan.

“Harapan kita harganya bagus lah. Permintaan kita Rp3.250 atau Rp3.300 per kilogram itu udah lumayan bagus lah. Apalagi sekarang harga pupuk sudah naik semua,” ujarnya.

Bupati Bangka, Fery Insani, juga menyampaikan harapan agar pihak PKS di Kabupaten Bangka mendengarkan keluhan para petani kelapa sawit. Meskipun ia tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga, ia memohon kepada PKS untuk berbagi keuntungan kepada masyarakat dengan meningkatkan harga TBS.

“Saya tidak mengintervensi harga, karena bupati tidak mempunyai kewenangan itu. Cuma saya mohon lah, ketika masyarakat berharap kepada PKS, ini kan harga lagi bagus, kita berbagilah keuntungan kepada masyarakat, naikkan lah harga ini, mudahkanlah,” ujarnya.

Fery Insani berharap kepada para perwakilan PKS yang hadir dalam pertemuan tersebut segera menyampaikan aspirasi petani kelapa sawit kepada owner masing-masing perusahaan dan mewujudkan kenaikan harga TBS.

“Saya enggak menuduh mereka menekan harga, tapi memamg kenyataan di lapangan memang murah, enggak naik-naik itu (harga TBS-red),” tambahnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *