Proyek Tol Kediri–Kertosono Kembali Ditunda
Proyek tol yang diharapkan masyarakat dapat segera digunakan kembali mengalami penundaan. Proyek strategis nasional sepanjang 20,30 km ini resmi mengalami penundaan lagi karena proses pembebasan lahan belum mencapai batas minimal.
Awalnya, lelang fisik ditarget rampung pada akhir 2025. Namun rencana tersebut kini bergeser ke triwulan pertama 2026. Penundaan ini terjadi karena pembebasan lahan di Kabupaten Nganjuk masih mengalami kendala.
Pembebasan Lahan di Nganjuk Masih Seret
Asisten I Sekda Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sukadi, menjelaskan bahwa pembebasan lahan di wilayah Kabupaten Nganjuk baru menyentuh 68 persen hingga pertengahan November.
“Yang sedang proses pengajuan pembayaran ke LMAN hanya sekitar 5–6 persen,” jelasnya.
Dengan capaian itu, target 80 persen pembebasan lahan paling cepat baru bisa dicapai akhir Desember 2025. Selain lahan milik warga, sekitar 6 persen lahan fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial) juga terdampak.
Upaya Percepatan: Dua Bupati Turun Tangan
Untuk mengejar ketertinggalan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sudah berkoordinasi langsung dengan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Fokusnya adalah mempercepat penerbitan SK pembebasan fasum dan fasos, yang kini sedang dalam proses.
Jika SK turun, pembayaran ganti rugi bisa segera dijalankan. Hal ini menjadi langkah penting untuk mempercepat proses pembebasan lahan.
Lelang Fisik Baru Bisa Dimulai Jika 80 Persen Lahan Bebas
Sesuai mekanisme proyek nasional, lelang fisik hanya bisa digelar jika minimal 80 persen lahan sudah tuntas dibebaskan. Sukadi menyebut, jika target Desember terpenuhi, maka agenda lelang bisa dimulai awal 2026.
“Menurut komunikasi dengan PPK Tol Kediri–Kertosono, insyaallah triwulan pertama 2026 sudah bisa lelang,” ujarnya optimistis.
Biasanya proses lelang berlangsung 3–4 bulan, sehingga pemenang lelang diperkirakan sudah bisa ditentukan pada triwulan II 2026, dan pekerjaan fisik langsung dapat dimulai.
Status Pembebasan di Kediri Sudah Hampir Tuntas
Berbanding terbalik dengan Nganjuk, Kabupaten Kediri sudah menyelesaikan 98 persen pembebasan lahan. Sisa yang belum rampung hanya beberapa kios kecil berukuran 2×3 meter di Desa Maron dan sebagian di Desa Ngablak.
Sukadi yakin keseluruhan pembebasan di Kediri dapat tuntas dalam waktu dekat.
21 Desa Terdampak, Pembangunan Ditargetkan Segera Digeber
Proyek Tol Kediri–Kertosono melibatkan 21 desa di dua kabupaten, termasuk lima desa di Kecamatan Banyakan dan Grogol, wilayah Kabupaten Kediri.
Jika proses pembebasan lahan sesuai rencana, pembangunan fisik diproyeksikan mulai bergerak pada pertengahan 2026.
Pembangunan tol ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Dengan perbaikan infrastruktur, ekonomi daerah diharapkan dapat berkembang lebih pesat.
