BANGKOK,
– Casio terus memperkuat posisinya sebagai pelopor jam tangan klasik dengan kembali mengenalkan koleksi vintage kepada generasi muda.
Menurut Product Strategy Specialist Brand Marketing Division, Mizuki Nomura, langkah ini bukan sekadar mengulang kejayaan masa lalu, tetapi menjadi strategi untuk mempertahankan ciri khas brand di tengah tren fashion retro yang kian berkembang.
Intip Tampilan Retro Modern Kent Hadi di Acara Casio Vintage Bangkok
Gaya Modern Vintage Lystia Novilda jadi Best Dress di Acara Casio Vintage
“Setelah ulang tahun ke-50, Casio akan kembali menghadirkan jam tangan klasik dan vintage karena ini adalah karakter kami, sesuatu yang iconic,” kata Nomura dalam Exclusive Interview Casio Vintage di The Warehouse Talat Noi, Bangkok, Thailand, Jumat (21/11/2025).
Dengan menghidupkan kembali desain-desain ikonis, Casio berharap dapat memenuhi kebutuhan anak muda yang kini mencari aksesori yang bukan hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika dan identitas personal.
Berangkat dari tren retro global, Casio kaji ulang arsip lama
Ia menyebut, momen kebangkitan minat terhadap jam tangan klasik berawal dari fenomena yang terjadi 15 tahun lalu.
“Pada tahun 2010, salah satu model klasik kami, Casio A168 menjadi populer di Italia dan Spanyol. Saat itu, kami mulai fokus dan mempelajari arsip-arsip kami dari tahun 70-an dan 80-an,” ujar dia.
Dari temuan tersebut, Casio mulai melihat bahwa desain lama sebenarnya memiliki nilai estetika yang justru dicari pasar modern.
Tren fashion yang menggemari nostalgia membuat Casio menggali kembali model-model terdahulu yang pernah menjadi ikon generasi sebelumnya.
“Lalu, kami coba meluncurkan kembali model CA500, sebuah kode yang dianggap sebagai bank data. Bentuknya sangat iconic dengan kalkulator,” ujarnya.
Desain tersebut kembali mencuri perhatian karena memberi sentuhan retro kuat sekaligus fungsi yang tidak biasa pada jam tangan.
Nomura turut menjelaskan keunikan fitur model tersebut di masanya, seperti memasukkan nomor telepon lewat jam tangan.
Fungsi tersebut membuat jam tangan bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan perangkat penyimpan informasi persona.
Tak berhenti di satu model, Casio terus memperluas peluncuran kembali koleksi lama.
“Model lain seperti AQ800, A700, semuanya dari tahun 70-an dan 80-an juga kami terbitkan ulang model-model ini,” ujar Nomura.
Setiap model dipilih karena memiliki DNA visual kuat yang mudah dikenali, seperti bentuk digital segi empat, layar kalkulator, dan gelang stainless steel yang berkilau.
Casio Luncurkan Jam Tangan Vintage Bernuansa Retro, Jadi Incaran Gen Z
Intip Gaya Vintage Adikara Fardy Saat Hadiri Casio Vintage di Bangkok
Momentum 50 tahun Casio jadi tonggak pembaruan
Menurut Nomura, momen ulang tahun ke-50 menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali jati diri brand.
Puncak perayaan tersebut diwujudkan melalui koleksi yang tetap mempertahankan tampilan klasik, dengan tetap dilengkapi fitur modern agar sesuai kebutuhan gaya hidup saat ini.
Casio memastikan bahwa arah pengembangan ini tidak hanya bersifat sementara. Dengan kata lain, vintage kini bukan hanya nostalgia, tetapi identitas permanen Casio ke setiap lini jam tangannya.
Tampilan jam yang vintage tapi fungsinya tetap mengikuti tren
Nomura mencontohkan bagaimana Casio menyeimbangkan tampilan jadul dengan teknologi mutakhir.
“Namun terkadang kami mencoba memperbarui bagian dalam jam tangan. Kami punya tipe ABL100. Ini model terbaru yang tahun lalu kami luncurkan,” katanya.
Walau tampil seperti jam digital era 80-an, ABL100 dibekali teknologi smart yang membuatnya mampu terhubung dengan gawai dan mendukung kebutuhan aktivitas pengguna.
“Dari luar tipe ini punya desain eksterior yang sangat klasik, namun bagian dalamnya tetap kami lakukan perkembangan,” ujarnya.
Kemampuannya mencakup banyak fitur, seperti bisa menghitung jumlah langkah harian, terhubung dengan ponsel melalui bluetooth, mengatur alarm, stopwatch, dan mengatur waktu ponsel.
Pembaruan teknologi ini dilakukan tanpa meninggalkan DNA desain lama yang menjadi ciri khas dari Casio.
“Pembaharuan ini kamu lakukan demi menawarkan kemudahan bagi pengguna, tapi tetap pada DNA brand kami yang tampilannya klasik. Bahkan penjualannya sangat laris di seluruh dunia,” ujarnya.
Kreasi Unik, Cincin Arloji dari Casio Cuma Rp 42.000, Mau?
Casio Bikin G-Shock Bertema Ninja, Cuma Ada di Jepang
Penyesuaian eksterior ikuti selera anak muda
Selain teknologi, Casio juga menyesuaikan detail visual agar model vintage tetap fashionable bagi generasi muda.
Marketing Strategy Specialist Brand Marketing Department, Marie Yoshizawa mengatakan, pembaruan desain dilakukan berdasarkan tren fashion global.
“Terkadang kami juga memperbarui material eksterior, seperti lapisan akhir atau jenis gelangnya,” tambah dia.
Menurut Yoshizawa, desain gelang menjadi salah satu elemen yang paling cepat berubah mengikuti tren pasar.
“Gelang Milanese sedang tren akhir-akhir ini. Jadi kami merilis gelang baru atau warna baru yang menyesuaikan dengan tren tersebut, kami memperbarui banyak detail,” katanya.
Penyesuaian detail seperti warna, finishing, dan bahan gelang membuat koleksi vintage tampil lebih modern dan relevan bagi anak muda yang mencari aksesori stylish dengan kesan elegan.
