Penemuan Jenazah Alvaro Kiano Nugroho
Kasus pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang selama delapan bulan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap setelah adanya laporan dari seorang Ketua RT. Kejadian ini memicu rasa kemanusiaan dan empati terhadap keluarga korban.
Peran Penting Ketua RT
Muhammad Reza, Ketua RT di perumahan di wilayah Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sosok penting dalam kasus ini. Ia melapor ke polisi setelah mengetahui informasi mengenai dugaan pembunuhan Alvaro dari asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di tempat tinggalnya. ART tersebut mendapatkan cerita dari teman sekolahnya yang ternyata merupakan keponakan tersangka, Alex Iskandar.
Reza mengungkapkan bahwa informasi awal tentang dugaan pembunuhan itu sudah terdengar sejak September 2025. Namun, ia baru berani melapor sekitar satu minggu lalu karena masih khawatir membuat laporan yang tidak akurat. Ia membawa bukti berupa rekaman percakapan antara dirinya, ART, dan anak ART tersebut ke Polsek Pesanggrahan.
Proses Penyelidikan
Bukti-bukti kecil yang diberikan oleh Reza akhirnya memperkuat penyelidikan polisi hingga pelaku berhasil diringkus dan lokasi jasad Alvaro ditemukan. Meskipun CCTV tidak ada, informasi yang diberikan oleh Reza membantu polisi mengungkap siapa pelakunya dan di mana jenazah Alvaro berada.
Reza menegaskan bahwa ia tidak pernah mengenal pelaku secara pribadi. Namun, adik pelaku diketahui tinggal satu perumahan dengannya. Meski demikian, Reza menyebut tidak pernah ada sikap mencurigakan dari keluarga pelaku.
Alasan Melapor
Alasan terbesar Reza berani melapor adalah rasa kemanusiaan dan empati terhadap keluarga korban yang selama berbulan-bulan mencari Alvaro tanpa jawaban. Ia merasa kasihan terhadap orangtua dan kakek Alvaro yang sering terlihat di media sosial.
Latar Belakang Kasus
Alvaro hilang sejak 6 Maret 2025 setelah dijemput ayah tirinya, Alex Iskandar. Bocah itu dibawa oleh Alex dengan iming-iming akan dibelikan mainan. Bocah itu akhirnya mau diajak pergi.
Namun keesokan harinya, Alvaro disebut terus menangis mencari sang kakek yang biasa ia panggil “bapak”. Dari keterangan yang diterima keluarga, tangisan itu diduga membuat Alex emosi hingga menutup mulut Alvaro dengan handuk. Akibat tindakannya itu, Alvaro meninggal dunia.
Setelah mengetahui Alvaro tak bernyawa, Alex panik dan menitipkan jasad anak tirinya tersebut ke rumah adiknya di Bogor, Jawa Barat. Tak lama, jasad Alvaro kemudian dibungkus plastik dan diikat pada batang pohon di sekitar aliran kali di dekat Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ibu kandung Alvaro, Arumi, rupanya kenal dengan tersangka Alex Iskandar sejak sekitar empat tahun yang lalu. Keduanya kemudian memutuskan untuk menikah setelah dua tahun berpacaran. Awalnya Arumi kos di rumah Alex saat bekerja di Tangerang, Banten. Keduanya lalu saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah pada 23 Desember 2023. Sementara ayah kandung Alvaro ditahan karena kasus narkoba.












