Pasar Timbuh Jakarta Timur: Wadah Edukasi dan Perekonomian
Pasar Timbuh, sebuah kegiatan yang digelar oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, kembali diadakan di halaman Kantor Wali Kota pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan urban farming dengan melibatkan para penggiat urban farming serta UMKM Jackprener se-Jakarta Timur.
Kasudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan UKPD, Dunia Usaha, Media, dan Stakeholder lainnya dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Para pelaku urban farming diberi kesempatan untuk menampilkan hasil panen mereka di tenda-tenda yang disediakan. Di lokasi terlihat banyak masyarakat, ASN maupun Pejabat Pemkot Jakarta Timur yang berbelanja di sana.
“Kegiatan ini adalah keempat kalinya yang kami gelar di Halaman Kantor Walikota Kota Jakarta Timur dari pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB,” ujarnya.
Menurut Taufik, kegiatan ini merupakan inisiatif yang lahir dari semangat kolaborasi dan semakin luasnya komunitas urban farming di Jakarta Timur. Peserta Pasar Tumbuh Jakarta Timur 2025 terdiri dari para penggiat yang telah berhasil memanfaatkan lahan-lahan yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka melakukan kegiatan budidaya pertanian, perikanan, peternakan dan mengolah hasil panen.
Dalam perikanan dan peternakan, lanjut Taufik, para penggiat ada yang membudidayakan di halaman rumah atau lahan kecil di bagian belakang tempat tinggalnya. “Para peserta menampilkan hasil budidaya pertanian, perikanan dan peternakannya mulai dari sayuran sehat baik hasil budidaya hidroponik maupun konvensional, buah dan sayuran, susu, jus, kopi, jamu, bibit tanaman, dan aneka makanan berbahan dasar hasil panen mereka,” tambahnya.
Selain bazar hasil urban farming, ada beberapa layanan gratis untuk masyarakat yang datang seperti vaksinasi rabies hewan musang, kera, anjing dan kucing. Masyarakat juga bisa konsultasi hama penyakit tanaman, workshop budidaya bunga anggrek, praktek pembuatan trichokompos dan pengendalian organisme hama penyakit, rapid test kit produk segar asal tumbuhan, senam bersama dan bibit gratis.
Diskusi ini pun terlihat sangat interaktif karena banyak warga yang bertanya terkait dengan cara menanam bibit agar tumbuh baik. Mereka juga meminta tips agar hama tidak menyerang lahan pertanian dan cara mengetahui hewan yang rabies atau tidak.
“Tujuan dari pelaksanaan pasar tumbuh diharapkan dapat menjadikan urban farming sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat di Jakarta Timur,” ungkapnya.
Taufik belum melakukan penghitungan terhadap kegiatan pasar tumbuh dan akan merekap semuanya siang nanti. Kegiatan ini akan terus digelar oleh Sudin KPKP Jakarta Timur setiap bulannya demi meningkatkan para pelaku urban farming di Jaktim.
“Sebagai sarana sosialisasi dan silaturahmi antara para Penggiat Urban Farming dengan jajaran Pemerintah Kota, menyediakan ruang edukasi untuk para penggiat dgn menghadirkan narasumber yang kompeten serta meningkatkan perekonomian kota,” tambahnya.
Sebelumnya, Kegiatan Pasar Tumbuh edisi ke-3 yang digelar di Kantor Wali Kota, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (31/10/2025), mencatat omzet sekira Rp 31.246.000. Kegiatan yang diikuti 65 peserta dari 10 kecamatan ini menampilkan beragam produk hasil pertanian, perikanan, dan olahan pangan khas Jakarta Timur.
Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, beragam produk yang dijajakan oleh para peserta, mulai dari buah-buahan, bibit tanaman, sayuran daun dan buah, ikan hias, olahan perikanan, olahan peternakan, hingga aneka minuman dan pupuk organik.
“Tercatat ada lebih dari 60 jenis produk yang dipamerkan dan dijual, di antaranya buah melon, alpukat, pisang, bibit tomat, bibit sawi, bibit cabe, pakcoy, kangkung, kemangi, hingga produk olahan seperti bandeng presto, nugget lele, rice bowl, pecel, risol, dan berbagai minuman tradisional seperti bir pletok dan minuman rempah,” katanya, Jumat.
Berdasarkan data panitia, lanjut Taufik, Kecamatan Cipayung menjadi peserta dengan omzet tertinggi mencapai Rp 7.353.000, disusul Kecamaran Pasar Rebo dengan Rp 4.100.000, dan Cakung sebesar Rp 3.539.000. “Sementara itu, omzet terendah tercatat dari Kecamatan Jatinegara dengan penjualan Rp 308.000,” tegasnya.
Ringkasan Berita
- Kegiatan bazar hasil panen para penggiat Urban Farming di Kantor Walkot Jaktim.
- Puluhan peserta hadir mewakili masing-masing kecamatan.
- Urban Farming diharapkan jadi gaya hidup.
- Selain bazar, ada workshop dan diskusi.












