Proyek Jalan Tol Getaci Diharapkan Terealisasi Lebih Cepat
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proyek jalan Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya memiliki potensi untuk segera terealisasi lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas yang lebih tinggi dibandingkan proyek lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Menteri PU menghadiri apel siaga bencana di kantor Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung, Jawa Barat, pada pekan pertama November 2025. Menurutnya, pembangunan Tol Getaci sudah dimulai dengan skema multi years atau berjalan tanpa terhenti setiap pergantian tahun anggaran.
Tol Getaci yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) 2025, akan tetap berjalan sesuai rencana meski menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses pembebasan lahan.
Selain itu, dalam kunjungan kerja ke Bandung, Menteri PU Dody Hanggodo juga mengungkapkan bahwa ada empat proyek pembangunan jalan tol yang bakal segera dieksekusi mulai tahun ini. Empat proyek tersebut antara lain: Sentul Selatan-Karawang Barat, Bali, Gedebage-Tasik, dan Pejagan-Cilacap. Namun, semua masih dalam proses due diligence.
Mudah-mudahan, tahun 2026 bisa selesai, dari empat proyek tersebut mungkin dua yang bisa diselesaikan, yaitu ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya.
Kecepatan dan Konektivitas yang Lebih Baik
Dibanding dua proyek jalan tol Pejagan-Cilacap (Jateng) dan Gilimanuk-Mengwi (Bali), jalan tol ruas Gedebage-Tasikmalaya (Getaci) dan Sentul Selatan-Karawang Barat berpotensi lebih cepat terealisasi. Ruas tersebut memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas yang lebih tinggi.
Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya akan dilelang di tahun 2026. Setelah itu langsung kebut pembangunan konstruksi dan ditargetkan bisa beroperasional di tahun 2029.
Konektivitas Tanpa Macet 6 Kota di Jabar
Proyek jalan Tol Getaci dimulai dari Bandung (Gedebage) dan akan menghubungkan Jabar dan Jateng dengan panjang total 206,65 km. Jalur ini akan melewati kota-kota di Jabar Selatan seperti Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan berakhir di Cilacap.
Khusus di wilayah Jabar, keberadaan Tol Getaci bisa mempersingkat dan melancarkan konektivitas antarkota tanpa perlu khawatir dengan hadangan kemacetan seperti yang selama ini kerap terjadi.
Di jalur jalan nasional Bandung-Tasikmalaya, baik lewat Garut atau Malangbong terdapat sejumlah simpul kemacetan yang tidak bisa ditebak yakni Cileunyi, Nagreg, Kadungora, Leles, Limbangan, Gentong, dll. Pengguna jalan sering mengalami kemacetan di simpul-simpul tersebut hingga seharian atau semalaman berada di jalan.
Namun berkat Tol Getaci, dengan kecepatan rata-rata 90 km per jam, waktu tempuh akan lebih singkat. Misalnya, Bandung-Garut bisa ditempuh dalam waktu 30 menit, Bandung-Tasikmalaya 45 menit, dan Bandung-Pangandaran 2 jam.
Gerbang Tol Getaci
Untuk menunjang kelancaran konektivitas antarkota di Jawa Barat, akan dibangun 6 gerbang Tol Getaci sebagai pintu keluar-masuk kendaraan. Berikut lokasinya:
- Gerbang Tol Majalaya: berlokasi di Kecamatan Solokan Jeruk.
- Gerbang Tol Nagreg: berlokasi di Kecamatan Nagreg.
- Gerbang Tol Garut Utara: berlokasi di Kecamatan Banyuresmi.
- Gerbang Tol Garut Selatan: berada di Kecamatan Cilawu.
- Gerbang Tol Singaparna Kabupaten Tasikmalaya: berada di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
- Gerbang Tol Kota Tasikmalaya: berada di Kecamatan Kawalu, sekaligus sebagai titik akhir pembangunan Tol Getaci segmen Gedebage-Tasikmalaya.
Pembagian Seksi Konstruksi
Dalam proses konstruksi, pembangunan proyek jalan Tol Getaci segmen Gedebage-Tasikmalaya akan dibagi ke dalam 2 seksi yaitu:
- Seksi 1 Gedebage – Garut Utara (45,20 km)
- Seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km)
Informasi tambahan, Jalan Tol Getaci yang merupakan bagian dari proyek besar Jalan Tol Trans Jawa Selatan nantinya akan terkoneksi secara bertahap dengan jalan Tol Cilacap-Yogyakarta-Solo dan jalan Tol Cilacap-Pejagan yang menyambungkan wilayah Selatan Jawa dengan Utara Jawa.












