Panggilan Video Prabowo dengan Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah yang Terisolir

Presiden RI Prabowo Subianto Lakukan Video Call dengan Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan video call dengan dua bupati di Provinsi Aceh yang wilayahnya masih terisolir akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kegiatan ini dilakukan pada Minggu (7/12/2025) malam, dalam rangka meninjau kondisi daerah yang terdampak bencana.

Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan dua wilayah di Provinsi Aceh yang terkena dampak cukup parah dari bencana alam. Banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir November 2025 lalu, telah menyebabkan kerugian besar. Lebih dari 900 jiwa meninggal dunia, infrastruktur seperti rumah dan rumah sakit rusak, serta akses komunikasi terputus di sejumlah wilayah.

Dampak Bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Di Aceh Tengah, hampir sepertiga wilayah desa tidak dapat dijangkau karena akses darat terputus total akibat longsor dan jembatan rusak diterjang banjir. Kabupaten Aceh Tengah memiliki total 295 desa di 14 kecamatan, dan sebagian besar wilayah tersebut masih terisolir.

Sementara itu, di Bener Meriah, ribuan warga di berbagai kecamatan terisolir akibat banjir. Akses jalan terputus, listrik padam, dan jaringan telekomunikasi lumpuh. Hal ini membuat distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Presiden Mengucapkan Terima Kasih

Dalam rapat terbatas (ratas) penanganan dan pemulihan bencana Sumatra, Presiden melakukan panggilan video dengan dua bupati di Provinsi Aceh, yaitu Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar. Dalam percakapan tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih atas pengabdian para kepala daerah dalam menangani bencana.

“Terima kasih pengabdianmu, tabah selalu. Saya akan berusaha nengok kalian kesempatan pertama ya,” ucap Presiden. Ia juga berjanji untuk mengunjungi kabupaten yang masih terisolir tersebut.

Kondisi Listrik dan Komunikasi

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa aliran listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah menyala. Namun, perlu waktu sekitar 10 sampai 12 menit untuk penyesuaian. Ia juga menyebut bahwa listrik di Aceh Tamiang sudah menyala.

Komitmen Bupati Bener Meriah

Dalam kesempatan berbeda, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menegaskan komitmennya untuk berjuang membantu rakyat di tengah bencana hidrometeorologi. Bencana ini dipicu oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin, dan kelembapan.

Tagore menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan menyerah. “Kita tidak akan menyerah, tidak boleh menyerah. Kami kerahkan semua kekuatan semaksimal mungkin,” ujarnya. Ia juga menyampaikan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sangat dibutuhkan, terutama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.

Masalah Distribusi Bantuan

Meski begitu, Bupati mengakui bahwa distribusi bantuan belum maksimal karena keterbatasan BBM dan akses jalan yang masih terputus. Beberapa kecamatan seperti Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama masih minim bantuan. Ia berharap distribusi logistik bisa dilakukan menggunakan helikopter agar lebih cepat menjangkau daerah terisolir.

Kondisi di Aceh Tengah

Masih mengutip sumber yang sama, setelah banjir, sebanyak 98 desa di Aceh Tengah masih terisolir total. Kondisi ini membuat hampir sepertiga wilayah desa di kabupaten Aceh Tengah tidak bisa dijangkau bantuan darat. Bupati Haili Yoga menyatakan bahwa saat ini, jalur udara menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau daerah tersebut.

Bantuan logistik yang dikirim melalui jalur udara belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga yang tersebar di kabupaten terisolasi ini. Selain itu, listrik yang padam turut dirasakan warga. Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Ketol, di mana 10 desa terisolir dan tiga desa lainnya hancur dihantam bencana.


Exit mobile version