Kekayaan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terus Bertambah Setiap Tahun

Bupati Lampung Tengah Terjaring OTT KPK, Harta Kekayaan Naik Setiap Tahun

Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Ardito Wijaya, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus suap proyek Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Penangkapan ini menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat setempat. Meski demikian, Ardito secara rutin melaporkan harta kekayaannya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK RI.

Harta kekayaan Ardito mencapai sekitar Rp12 miliar, yang tercatat dalam laporan LHKPN terbaru pada 10 April 2025. Laporan tersebut dibuat ketika Ardito masih menjabat Wakil Bupati Lamteng. Dalam laporan itu, jumlah asetnya sama dengan yang dilaporkan pada 31 Desember 2024, saat ia masih menjabat Wakil Bupati. Total harta kekayaan Ardito terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi, serta kas dan setara kas.

Ardito Wijaya banting stir dari profesi dokter menjadi politisi hingga terpilih sebagai Bupati Lamteng. Ia lahir pada 23 Januari 1980, sehingga usianya sekitar 45 tahun. Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta dan meraih gelar dokter pada tahun 2008. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di Universitas Mitra Indonesia dan lulus dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) pada tahun 2024.

Karier profesional Ardito dimulai sebagai dokter muda PNS di Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011), kemudian di Puskesmas Rumbia (2011–2012). Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dari tahun 2014 hingga 2016.

Ardito terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, berpasangan dengan Musa Ahmad sebagai calon Bupati. Pasangan ini memenangkan Pilkada dan resmi dilantik untuk masa jabatan 2021–2025. Menjelang Pilkada 2024, Ardito menyatakan niat untuk maju sebagai calon Bupati, namun tidak mendapatkan rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Meskipun demikian, hubungan Ardito dengan PKB tetap baik. Ia kemudian secara resmi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan maju sebagai calon Bupati berpasangan dengan I Komang Koheri sebagai calon wakil bupati. Ardito – Koheri berhasil memenangkan Pilkada dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030. Baru-baru ini, Ardito bergabung dengan Partai Golkar.

Riwayat Pelaporan Harta Kekayaan

Ardito secara periodik melaporkan kekayaannya ke LHKPN. Berikut rincian pelaporan harta kekayaan:

  • Pertama kali: 31 Desember 2020, besaran Rp9.501.952.328.
  • Kedua: 31 Desember 2021, besaran Rp10.919.452.328.
  • Ketiga: 31 Desember 2022, besaran Rp11.670.131.105.
  • Keempat: 31 Desember 2023, besaran Rp12.398.775.105.
  • Kelima: 31 Desember 2024, besaran Rp12.857.356.389.
  • Terbaru: 10 April 2025, besaran Rp12.857.356.389.

Dalam laporan terbaru, Ardito tidak memiliki utang, surat berharga, maupun harta bergerak lainnya. Setiap tahun, kekayaan Ardito mengalami kenaikan, kecuali pada laporan terbaru.

Kasus Suap Proyek Pemkab Lamteng

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa OTT terhadap Ardito terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Lamteng. Dugaan sementara penangkapan Ardito Wijaya oleh penyidik KPK terkait suap pengesahan RAPBD. Selain Ardito, ada pejabat lain yang turut terjaring OTT yakni anggota DPRD Lamteng.

KPK belum mengumumkan detail duduk perkara kasus seperti suap terkait proyek apa, modus, hingga kerugian yang dialami negara. Status hukumnya ditentukan Kamis (11/12/2025) hari ini.

Drama Salah Tangkap Anggota DPRD

Sebelum KPK membenarkan penangkapan Bupati Ardito Wijaya pada Rabu (10/12/2025) malam, Anggota DPRD Lampung Tengah, Purheri Sumardiyanto, mengaku sempat dijemput KPK pada Selasa (9/12/2025). Diduga KPK salah tangkap. Purheri kemudian diperbolehkan pulang oleh KPK. Menurut Purheri, tak hanya dia yang diperbolehkan pulang, ada 4 anggota DPRD Lampung Tengah lainnya juga sudah dipulangkan.

Profil Ardito Wijaya

Melansir Wikipedia, Ardito Wijaya adalah seorang dokter dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030. Pada periode sebelumnya, Ardito menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2021–2025. Ardito sebelum terjun ke dunia politik, merupakan seorang dokter lulusan Universitas Trisakti Jakarta.

Bandar Jaya adalah sebuah kota kecil dan juga ibu kota Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Meski kecil, Kota Bandar Jaya posisinya strategis dan menjadi daerah transit paling ramai yang dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera dan Jalan Tol Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar.

Rincian Harta Kekayaan

Berikut rincian aset Ardito Wijaya:

A. Tanah dan Bangunan (Rp12.035.000.000)

– 4.581 m² di Lampung Tengah – Rp2.000.000.000

– 2.500 m² di Lampung Tengah – Rp250.000.000

– 340 m² di Lampung Tengah – Rp2.285.000.000

– 250 m² di Lampung Tengah – Rp2.500.000.000

– 4.661 m² di Lampung Tengah – Rp5.000.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin (Rp705.000.000)

– Toyota Fortuner 2.4 VRZ A/T (2017) – Rp357.000.000

– Honda CR-V 1.5 TC Prestige (2018) – Rp345.000.000

– Sepeda motor Suzuki UY 125 S (2011) – Rp3.000.000

C. Kas dan Setara Kas Rp117.356.389


Exit mobile version