Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S di Wilayah Samudra Hindia
Bibit siklon tropis 93S yang mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, saat ini berada di sekitar Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat. Sistem ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan.
Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan minimum naik menjadi 1000 hPa. Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, aktivitas konvektif mengalami peningkatan kembali terutama ditandai dengan perluasan area dense overcast dan deep convection.
Organisasi awan cenderung mulai terpusat kembali di sekitar pusat sirkulasinya, di mana sebelumnya terlihat melemah baik dari segi organisasi maupun intensitasnya. Pola perawanan cenderung dalam pola curved band. Berdasarkan analisis angin per lapisan, teridentifikasi sirkulasi tertutup dengan pusat sirkulasinya sejajar vertikal pada lapisan permukaan hingga 700 hPa.
Pada lapisan 500 hPa, sirkulasi terlihat lebih lemah dan bergeser ke sebelah barat dari pusat sirkulasi lapisan di bawahnya.
Menurut Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus, Miming Saepudin, penurunan intensitas yang ditunjukkan dari pola konvektifnya juga didukung oleh kecepatan angin yang menurun menjadi 30 knot, tidak terpantau adanya gale force wind di sekitar sistem.
“Bibit Siklon Tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang low frequency, gelombang MJO aktif di bagian selatan, suhu permukaan laut hangat (28 – 30°C), wind shear mendukung karena masih dalam kategori lemah hingga sedang (10-15 knot), vortisitas sangat mendukung dengan pola cukup simetris menunjukan cukup kuat, dan konvergensi menunjukkan peningkatan signifikan dari 12 jam sebelumnya. Kondisi udara kering di lapisan menengah yang berada di sekitar sistem dapat menjadi salah satu hambatan dalam mendukung pertumbuhan sistem,” kata Miming Saepudin dalam keterangan resminya, Minggu (21/12/2025).
Selain itu, berdasarkan prediksi BMKG, setelah sempat alami penurunan intensitas dalam 12 jam terakhir sistem kembali menunjukan peningkatan secara perlahan ditandai dengan organisasi perawanan konvektif serta peningkatan kecepatan angin, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan akan mengalami peningkatan secara perlahan ditandai dengan munculnya kembali area dengan gale force wind yang terpantau di barat daya hingga barat laut dan peningkatan kecepatan angin kembali menjadi 35 knot (65 km/jam), namun sistem masih dalam kategori low dengan pergerakan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.
“Dalam 48 – 72 jam ke depan intensitas bibit siklon tropis 93S diprakirakan masih akan mengalami peningkatan dengan kecepatan angin meningkat menjadi 40 – 55 knot (85 – 101 km/jam), perluasan area gale force wind hingga mencapai 4 kuadran, dan diprediksi sistem akan berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 pada Senin (22/12/2025) pada pagi hari. Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori tinggi,” kata Miming.
Miming menambahkan, bibit siklon tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 21 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, seperti hujan sedang sampai lebat di wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY.
Kemudian, dampak angin kencang di wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, serta tinggi gelombang kategori sedang (1.25 – 2.5 m) di Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTB, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu, mengimbau pula kepada masyarakat terkait kondisi cuaca saat ini. Peringatan dini cuaca Jabar telah diumumkan dengan status waspada untuk Minggu (21/12/2025), di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, Indramayu, kota Sukabumi, dan Pangandaran.
Kemudian, curah hujan sedang sampai lebat berstatus siaga, antara lain kabupaten dan kota Bogor, Depok, kota dan kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Cimahi, kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Majalengka, Ciamis, Kuningan, kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, kabupaten dan kota Tasikmalaya, dan Banjar, sementara angin kencang peringatan dini untuk kabupaten Sukabumi.
“Untuk besok, status waspada curah hujan sedang sampai lebat di wilayah kabupaten Bogor, kabupaten Bandung, kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, kabupaten Cirebon, Ciamis, kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, kota Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran. Berstatus siaga ada di wilayah Majalengka, Kuningan, dan kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan lusa atau Selasa (23/12/2025) daerah dengan status waspada curah hujan, yakni kabupaten dan kota Bogor, Depok, kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, kabupaten dan kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Ciamis, Kuningan, kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, kota dan kabupaten Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran,” kata Rahayu.












