Uji Coba Insinerator di Samarinda Masih Berlangsung di Tiga Titik
Uji coba operasional mesin insinerator di Kota Samarinda masih berjalan terbatas, dengan fokus pada tiga titik sebagai bagian dari proses pengembangan bertahap. Proses ini dilakukan untuk memastikan setiap unit siap beroperasi secara penuh sebelum diperluas ke lokasi lain yang telah direncanakan.
Pelatihan Petugas untuk Operasional Mesin
Salah satu langkah penting dalam proses ini adalah pelatihan petugas yang terus dilakukan. Saat ini, sebanyak 15 orang telah dilibatkan dalam proses pelatihan operasional. Mereka berasal dari beberapa wilayah yang menjadi lokasi pengembangan fasilitas insinerator, seperti Kelurahan Bukit Pinang, Kelurahan Lempake, dan wilayah Wanyi.
Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap operator memahami prosedur kerja serta standar keselamatan dalam mengoperasikan mesin insinerator. Mesin ini memiliki tingkat risiko tinggi jika tidak dikelola dengan baik, sehingga diperlukan kesiapan yang matang dari para petugas.
Operasional di Tiga Titik Sebagai Uji Coba
Meskipun secara keseluruhan terdapat 10 unit insinerator yang telah disiapkan, operasionalnya saat ini baru difokuskan di tiga titik sebagai bagian dari uji coba bertahap. Pembagian personel pun dilakukan menyesuaikan lokasi yang telah aktif.
Misalnya, Loa Bahu akan bergabung dengan Simpang Pasir dan Tani Aman, sedangkan lokasi Polder akan bekerja sama dengan Handil Bakti untuk pembakaran. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap unit yang dioperasikan benar-benar siap sebelum diperluas ke seluruh titik yang direncanakan.
Tantangan Teknis di Lapangan
Dalam proses uji coba ini, belum terdapat keluhan signifikan dari para petugas. Namun, faktor jarak tempuh menjadi salah satu catatan, khususnya bagi pekerja yang berasal dari wilayah yang cukup jauh. Untuk mengatasi hal ini, pihak pengawas menyatakan bahwa tidak semua petugas diturunkan setiap hari. Kadang-kadang mereka hanya diminta untuk merawat lokasi dan melakukan pembersihan.
Lebih lanjut, Mustofa, pengawas insinerator, mengakui bahwa tantangan utama saat ini justru berada pada proses pelatihan itu sendiri. Para petugas masih dalam tahap adaptasi untuk mencapai hasil pembakaran yang optimal. “Kita masih meraba-raba untuk pembakaran supaya sempurna. Kita masih cari cara dan solusi untuk sampah ini supaya lancar seperti apa,” ungkapnya.
Kekurangan Tenaga Kerja di Lokasi Tertentu
Dari sisi kebutuhan tenaga kerja, hampir seluruh unit insinerator telah memiliki jumlah petugas yang memadai. Namun, masih terdapat kekurangan tenaga di salah satu lokasi yang saat ini sedang diupayakan pemenuhannya melalui keterlibatan warga setempat.
Misalnya, di lokasi Tani Aman, terdapat kekurangan satu orang. Oleh karena itu, pihak pengawas menyerahkan penanganan kepada warga setempat. Saat ini, sudah ada empat orang yang bekerja di lokasi tersebut, dan jumlah tersebut hampir mencukupi kebutuhan pekerja di 10 unit insinerator.












