Zohran Mamdani Tawarkan Pajak Khusus untuk Orang Kaya New York, Fokus pada Properti Mewah



JAKARTA — Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani mengumumkan rencana untuk menerapkan pajak khusus terhadap individu yang dianggap sangat kaya. Pajak ini akan dikenakan kepada pemilik properti mewah yang tidak tinggal secara penuh waktu di kota tersebut. Langkah ini diklaim mampu meningkatkan pendapatan kota hingga US$500 juta atau sekitar Rp8,5 triliun.

Mamdani menyatakan bahwa pemerintahannya telah berhasil menyetujui pajak pied-à-terre, sebuah istilah dalam bahasa Prancis yang berarti “kaki di tanah”. Pajak ini diberlakukan terhadap properti yang dimiliki oleh seseorang, biasanya orang kaya, tetapi tidak digunakan sebagai tempat tinggal utama.

Pajak ini merupakan langkah pertama dalam sejarah Kota New York. Dalam video yang diunggahnya di media sosial pada Rabu malam (16/4/2026), Mamdani menjelaskan bahwa pajak ini diperuntukkan bagi properti bernilai lebih dari US$5 juta yang tidak ditempati oleh pemiliknya secara penuh waktu.

Menurut Mamdani, pajak ini dirancang khusus untuk orang-orang yang dianggap “paling kaya dari yang kaya”. Mereka memarkir kekayaan mereka di berbagai properti di Kota New York, meskipun sebenarnya tidak tinggal di sana. Dengan memiliki properti di kota yang merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia, mereka bisa meraih keuntungan besar.

Ketika properti tersebut ditinggalkan, Mamdani mengatakan bahwa sebagian besar properti di kota itu sering dibiarkan kosong karena tidak disewakan dan tidak ditempati oleh pemiliknya. Baginya, sistem ini tidak adil dan merugikan para pekerja di Kota New York. Dengan pajak baru ini, ia ingin mengakhiri praktik tersebut.

“Ketika saya mencalonkan diri sebagai wali kota, saya berjanji akan memajaki orang kaya. Nah, hari ini, kita benar-benar memajaki orang kaya,” ujarnya.

Pajak ini akan mengumpulkan setidaknya $500 juta secara langsung untuk kota ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai layanan seperti penitipan anak gratis, jalan yang lebih bersih, dan lingkungan yang lebih aman. Mamdani, yang baru menjabat sejak Januari 2026 lalu, selama masa kampanye telah berjanji untuk memajaki orang-orang kaya.

Menurut pandangan Mamdani, setiap orang harus berkontribusi bagi kota mereka, terutama bagi warga yang memiliki kekayaan lebih besar daripada rata-rata warga lainnya.

“Selamat Hari Pajak, New York,” tutup Mamdani di videonya.

Dalam pernyataannya, Mamdani menyebut seorang kaya yang memiliki griya tawang (penthouse) di Kota New York, yaitu Kenneth Griffin. Ia adalah CEO Citadel, salah satu hedge fund terbesar di dunia. Nama Griffin kemungkinan disebut oleh Mamdani karena griya tawang miliknya bernilai US$238 juta. Menurut laporan CNBC pada 2019, properti itu adalah properti termahal yang pernah terjual di AS sepanjang sejarah. Menurut situs Realtor, properti yang dibeli pada Januari 2019 masih menempati posisi pertama dalam daftar harga termahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *