Panti jompo terbakar, 16 lansia tewas di kamar

Kebakaran Panti Jompo Werdha Damai Manado: 16 Lansia Tewas dan 16 Selamat

Kebakaran yang terjadi di Panti Jompo Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menewaskan 16 orang lanjut usia (lansia). Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (28/12/2025) dan menjadi perhatian dari berbagai media internasional. Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.

Panti jompo adalah tempat tinggal dan perawatan bagi lansia yang membutuhkan bantuan harian, kesehatan, dan pendampingan sosial. Insiden ini tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi sorotan dunia. Beberapa media asing seperti Channel News Asia (CNA), BBC, NDTV, dan Aljazeera turut memberitakan peristiwa tersebut.

Media Asing Melaporkan Kebakaran Panti Jompo

CNA melaporkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran. Mereka juga membandingkan insiden ini dengan kebakaran di gedung Terra Drone di Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang beberapa waktu lalu. Sementara itu, NDTV dan BBC mengutip pernyataan dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, tentang upaya pemadaman dan lokasi penemuan jasad korban.

“Banyak korban ditemukan di kamar mereka. Kemungkinan korban sedang beristirahat saat kebakaran terjadi pada malam hari,” tulis NDTV dan BBC mengutip perkataan Jimmy. Aljazeera juga mengutip pernyataan Jimmy terkait jumlah korban tewas, yaitu 16 orang dan tiga orang mengalami luka bakar.

Penyelidikan oleh Kepolisian

Di sisi lain, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Alamasyah, mengatakan Kapolda Irjen Roycke Harry Langie telah memberikan perintah khusus terkait penyelidikan. “Dalam kejadian ini, Bapak Kapolda telah memerintahkan untuk menurunkan Tim membackup Polresta Manado, terdiri dari Inafis Ditreskimum, Bidlabfor dan Tim DVI Bid Dokkes untuk melakukan olah TKP dan proses identifikasi,” ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Manado.

Kapolresta Manado, Kombes Irham Halid, membenarkan adanya bantuan personel dari Polda Sulut untuk penyelidikan. “Kami dibantu Polda Sulut sementara melakukan olah TKP, mudah-mudahan nanti akan ada hasilnya dan kita akan sampaikan lagi kepada masyarakat,” kata Irham.

Pengambilan Sampel DNA Korban

Selain itu, pihak rumah sakit juga melakukan pengambilan sampel DNA untuk identifikasi korban. AKBP Tasrif, Kabid Dokkes RS Bhayangkara Manado, meminta pihak keluarga mengumpulkan data-data milik korban tewas untuk kepentingan identifikasi. Antara lain data riwayat berobat umum maupun berobat gigi korban, data yang terdapat sidik jari seperti di KTP dan ijazah. Selain itu, pihak rumah sakit akan mengambil sampel DNA keluarga dan korban.

Tasrif mengatakan data korban sangat penting karena identifikasi dengan mengambil sidik jari tidak dimungkinkan lagi. “Kami sangat berharap karena bukti primer sebagai alat identifikasi berupa sidik jari tidak memungkinkan lagi sehingga kami sangat berharap akan dilaksanakan identifikasi melalui DNA,” katanya.

Nantinya, seluruh data korban termasuk sampel DNA akan dikirimkan ke Jakarta karena Polda Sulut belum memiliki laboratorium pemeriksaan DNA. “Kami butuh waktu mudah-mudahan terkumpul semua hari ini dan malam ini kami akan bawa sampel ini ke Jakarta,” jelas Tasrif.

16 Orang Selamat

Di sisi lain, ada 16 orang yang selamat dari insiden kebakaran ini, termasuk ketua panti jompo, Olfa Sumual (76 tahun). Seluruh korban selamat ini kini dirawat di RSUD Manado. Berikut identitas dari 16 korban selamat:

  • Olfa Sumual (76 tahun) – Ketua / Pengurus Panti Werda
  • Rike Kaligis (73 tahun)
  • Meiske Merke (60 tahun)
  • Christian Yusuf (52 tahun)
  • Petrus Fredy (83 tahun)
  • Stien Walelenh (80 tahun)
  • Chia Chin Hin (92 tahun)
  • Olin Kopalit (61 tahun)
  • Joppy Wahani (70 tahun)
  • Paulus Kaonang (70 tahun)
  • Jetty Kandou (86 tahun)
  • Stien Gerungan (70 tahun)
  • Yutindam (70 tahun)
  • Kean She Poe (68 tahun)
  • Rolin Rumeen (64 tahun)
  • Lao Kim Hoa (73 tahun)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *