Pesta DJ di Tengah Banjir Hulawa Didemo DPRD Gorontalo, Perusahaan Diminta Beri Sanksi Keras

Video Pesta DJ di Area Tambang Emas Viral, DPRD Gorontalo Kecam

Video pesta DJ yang berlangsung di lingkungan perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Kegiatan hiburan tersebut dilakukan saat warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato sedang berjuang menghadapi banjir. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan besar dari masyarakat dan anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Penyesalan dari Anggota DPRD

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, menyampaikan penyesalan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai kegiatan itu mencerminkan minimnya empati sosial di tengah situasi bencana. “Tidak memiliki hati nurani dan rasa sepenanggungan,” tegasnya. Menurut Limonu, peristiwa itu semakin menyakitkan karena terjadi ketika warga Hulawa masih berjuang menghadapi dampak banjir. Ia menekankan bahwa lokasi perusahaan tempat pesta digelar juga berada di desa terdampak.

Selain itu, Limonu mengingatkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan edaran agar seluruh pihak menahan diri dan tidak menggelar kegiatan seremonial. “Di samping daerah kita, daerah lain seperti Sumatera dan Aceh sedang berduka dilanda bencana besar. Tentu penting bagi kita untuk merasakan sepenanggungan,” ujarnya.

Limonu mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan pihak manajemen perusahaan pada malam kejadian. Direktur perusahaan mengakui adanya kegiatan tersebut dan segera menginstruksikan agar dihentikan. Meski demikian, Limonu menilai perusahaan seharusnya sejak awal menunjukkan empati dan kepekaan sosial terhadap kondisi warga sekitar.

Penyesalan dari Anggota DPRD Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, Mikson Yapanto, juga menyesalkan kejadian tersebut. Ia menyebut pesta itu merupakan inisiatif oknum pegawai internal perusahaan. “Ini inisiatif pegawai di dalam,” kata Mikson. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi direktur perusahaan saat kejadian berlangsung, dan pegawai yang terlibat sudah diberhentikan.

Mikson menilai pesta tersebut sangat tidak pantas dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang sedang tertimpa banjir. “Harus ada sedikit kepedulian,” ujarnya. Meski demikian, Mikson mengakui perusahaan telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Ia menilai kepedulian eksternal seharusnya sejalan dengan kepedulian internal.

Perusahaan Mengambil Tindakan

Setelah menuai gelombang kritik, pihak perusahaan menyampaikan permintaan maaf secara tertulis. Dokumen PDF yang beredar luas berisi pernyataan manajemen Pani Gold Mine, salah satu unit operasi MGR. Dalam pernyataan itu, manajemen menyebut telah melakukan evaluasi internal menyeluruh atas peristiwa yang terekam dalam video. Mereka meminta maaf kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Panua.

Perusahaan menegaskan bahwa perilaku dalam video tidak sejalan dengan nilai profesionalisme, empati sosial, serta tata perilaku perusahaan. Manajemen juga menyatakan telah mengambil tindakan sesuai ketentuan internal, sekaligus memperkuat disiplin dan kepedulian sosial ke depan.

Di sisi lain, perusahaan menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan proses pemulihan pascabanjir di Desa Hulawa. Sejumlah bantuan disebut telah disalurkan, mulai dari pembersihan rumah dan masjid, perbaikan akses jalan, perbaikan pipa PDAM, hingga penyaluran makanan. Manajemen menegaskan bahwa perusahaan berupaya hadir dan membersamai masyarakat dalam masa pemulihan.

Empati mendalam juga disampaikan kepada seluruh warga terdampak banjir. Perusahaan berharap proses pemulihan berjalan baik agar masyarakat kembali beraktivitas normal.

Exit mobile version