Bantuan Becak Listrik Prabowo Berasal dari Tulungagung

Bantuan Becak Listrik untuk Tukang Becak Lansia di Tulungagung

Sebanyak 200 tukang becak lansia dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerima bantuan berupa becak listrik. Bantuan ini merupakan bagian dari program yang dibiayai secara pribadi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Prabowo kini telah memesan sebanyak 70.000 becak listrik yang akan disalurkan kepada para tukang becak di atas usia 60 tahun. Dengan jumlah tersebut, diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi para pengemudi becak yang sudah tua dan menghadapi kesulitan dalam menjalani pekerjaannya.

Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S Deyang, yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia, menjelaskan bahwa ide bantuan ini berasal dari Kabupaten Tulungagung. Ia mengatakan bahwa awalnya semua berawal dari foto tukang becak yang menyentuh hati Prabowo saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Saat itu saya sedang makan, kemudian ada tukang becak yang menggunakan kruk dan sudah lansia. Ada beberapa lainnya juga sudah sepuh, ada yang kena stroke,” kenang Nanik. Foto tersebut ternyata membuat hati Prabowo tersentuh hingga membuatnya meneteskan air mata.

Awalnya, Prabowo ingin membantu dengan memberikan modal usaha. Namun, setelah mengetahui bahwa banyak tukang becak yang tidak memiliki becak sendiri dan harus menyewa dari orang lain, ia memutuskan untuk mencari solusi lain yang lebih efektif.

“Mereka harus sewa becak dari orang lain untuk bekerja. Di Tulungagung harga sewanya Rp 3.000, sementara di daerah lain ada yang sampai Rp 5.000, bahkan di Cirebon malah Rp 10.000,” jelas Nanik. Dari situ, Prabowo merancang bantuan berupa becak listrik agar para tukang becak lansia bisa memiliki aset yang bisa mereka gunakan untuk bekerja.

Pada awal 2024, Prabowo menggambar becak listrik di atas kertas putih dan meminta Nanik untuk memverifikasi apakah hal tersebut bisa dilakukan. Saat itu, Nanik menjawab bahwa belum ada perusahaan di Indonesia yang membuat becak listrik. Meski demikian, Prabowo tetap mempercayakan proyek ini ke PT LEN Industri, yang saat itu berada di bawah Kementerian Pertahanan.

Untuk tahap awal, Prabowo memesan 1.000 becak listrik dan memberi uang muka sebesar Rp 10 miliar. Harga satu unit becak listrik saat itu adalah Rp 14 juta. Namun, hanya 560 unit yang terkirim. Setelah terpilih menjadi presiden, Prabowo kembali memesan 1.000 unit, namun hanya 200 unit yang terkirim pada tahun 2025.

Karena keterlambatan produksi, pesanan dialihkan ke PT Pindad, BUMN yang dikenal sebagai pembuat peralatan militer. Akhirnya, PT Pindad mampu memproduksi 10.000 becak listrik dengan harga Rp 22 juta per unit.

Menurut Nanik, bantuan becak listrik ini merupakan bentuk perhatian pribadi Prabowo terhadap rakyat kecil. Ia tidak ingin ada tukang becak lansia yang masih bekerja dengan cara ngonthel (mengayuh) karena kondisi fisik yang semakin lemah.

Pada akhir Desember 2025, sudah ada 6.000 becak listrik yang telah disalurkan. Di awal tahun 2026 ini, diperkirakan penyaluran akan mencapai 11.000 unit. Prabowo kini telah memesan lagi 70.000 becak listrik untuk dibagikan di seluruh Indonesia.

Becak listrik buatan PT Pindad mampu melaju hingga 15 km/jam, sehingga aman dikendarai karena tidak bisa ngebut. Bantuan ini diharapkan bisa kembali memberdayakan tukang becak yang selama ini kalah bersaing dengan ojek daring.

Becak listrik memiliki keunggulan dalam mengangkut dua orang atau pasangan suami istri beserta satu anaknya. Untuk angkutan barang belanja di pasar, becak listrik unggul karena daya angkutnya lebih besar dibanding sepeda motor.

Pemkab Tulungagung juga berencana membuat tempat isi daya ulang (charger) di lokasi mangkal, seperti terminal, stasiun, dan pasar. Harapannya, jika sewaktu-waktu kehabisan daya, para tukang becak tidak perlu pulang untuk mengisi daya ulang.


Exit mobile version