Budaya  

Ketika Kelompok Diperbarui: Cerita Kebersamaan Kelompok 4 “Faithful Servants” Menuju Tahun 2026



Setiap pelayanan memiliki musimnya. Ada masa menanam, masa merawat, dan ada saatnya melepaskan bukan karena berakhir, tetapi karena diperbarui. Itulah yang dialami oleh Majelis Jemaat GPM Rumahtiga, Klasis Pulau Ambon Utara, ketika memasuki awal tahun pelayanan 2026 dengan pembentukan kelompok pelayanan yang baru.

Selama tahun 2025, kami dalam Kelompok 4 dengan nama Faithful Servants, telah berjalan bersama dalam satu ikatan pelayanan. Kami melayani di enam gereja di dalam Jemaat Rumahtiga, di rumah sakit, di rumah orang tua dan orang sakit, dalam pelayanan pernikahan, hingga pelayanan ibadah pemakaman (makburat). Pelayanan itu tidak selalu mudah, tetapi selalu bermakna, karena dijalani bersama dengan semangat setia melayani.

Memasuki tahun 2026, Majelis Jemaat melakukan pembaruan dengan membentuk kelompok-kelompok pelayanan yang baru, yang terdiri dari majelis jemaat lintas kelompok lama. Ini bukan sekadar pembagian administratif, melainkan upaya menyegarkan pelayanan agar lebih inklusif, adaptif, dan saling melengkapi. Kelompok lama dilebur, dan dari sana lahir formasi pelayanan yang baru.

Namun sebelum melangkah ke babak berikutnya, kami dari Kelompok 4 Faithful Servants memilih untuk berhenti sejenak mengambil ruang untuk bernafas, bersyukur, dan mengikat kenangan. Di sela-sela liburan, kami berkumpul sebagai sebuah pertemuan sederhana, tetapi penuh kehangatan.

Kami berjalan kaki menuju pantai perahu yang merupakan titik penyeberangan untuk naik perahu rakyat… sebuah pilihan yang tidak biasa di masa kini, namun sarat makna. Di tengah perjalanan kebersamaan itu, kami berfoto di pantai Zipur untuk berfoto dengan latar belakang Jembatan Merah Putih.

Perjalanan laut itu membawa kami kembali pada memori lama. Sebelum Jembatan Merah Putih (JMP) berdiri megah menghubungkan Rumahtiga/Poka dan Galala, perahu adalah urat nadi transportasi. Kini, sekitar sepuluh tahun kemudian, kami kembali menyusuri jalur yang hampir ditinggalkan waktu. Dengan biaya yang sangat terjangkau yaitu Rp5.000 per orang untuk perahu, kami tiba di Caf Vertikal di kawasan Galala/Hative Kecil, tepat di bawah JMP. Tempat itu dahulu adalah pelabuhan singgah perahu Poka/Rumahtiga–Galala. Lokasi ini sangat indah memiliki panorama yang sangat indah, dan dapat menikmati sanset pada cuaca cerah. Biayanya terbilang sangat murah untuk menggunakan gazebo dibandingkan lokasi wisata lainnya.

Di sana kami bersantai tanpa beban. Kami berbincang, tertawa, menikmati rujak, dan bertukar “manggurebe snack”, istilah kecil kami untuk cemilan warna-warni yang direbut dengan sukacita. Kami berfoto, mengabadikan momen langka: kebersamaan sederhana, murah, tetapi kaya makna.

Perjalanan itu ditutup dengan makan malam di Neo Restaurant di pusat Kota Ambon, sebuah pilihan realistis karena banyak restoran lain masih tutup dan antrean panjang tak terhindarkan di awal tahun. Tanpa kami sadari sepenuhnya saat itu, kebersamaan santai tersebut menjadi salah satu momen terakhir kami sebagai Kelompok 4 Faithful Servants.

Dan di awal tahun 2026, di Pantai Sopapei, Maluku Tengah, Majelis Jemaat GPM Rumahtiga menggelar kegiatan pembagian kelompok pelayanan yang baru. Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat. Ini menjadi sebuah penegasan bahwa setiap perubahan harus dimulai dalam penyembahan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Suasana ibadah terasa khusyuk, namun hangat, menyatukan semua pelayan dalam satu semangat yang sama.

Setelah ibadah, setiap kelompok menampilkan performa berupa lagu dan yel-yel, beberapa permainan games. Ada tawa, semangat, dan kebersamaan yang cair. Kemudian, Sekretaris Majelis Jemaat membacakan susunan kelompok pelayanan yang baru. Di momen itulah kami menyadari: kami tidak lagi berada sepenuhnya dalam kelompok yang sama. Meski demikian, enam orang dari kelompok ini masih ditempatkan bersama dalam formasi baru, sebagai sebuah penghiburan kecil yang terasa besar.

Kegiatan dilanjutkan dengan beberapa permainan (games) yang mempererat relasi, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama dalam kelompok lama. Foto itu menjadi penanda simbolis, sebagai momen terakhir kebersamaan Kelompok 4 Faithful Servants dalam formasi yang utuh.

Kami melangkah ke tahun 2026 dengan kelompok yang baru, dengan wajah-wajah yang berbeda, namun dengan panggilan yang sama: melayani dengan setia, jujur, dan adil. Dan Kelompok 4 Faithful Servants akan selalu tinggal sebagai kenangan indah, bukan sebagai akhir melainkan sebagai fondasi perjalanan pelayanan berikutnya.

Bagi kami, Faithful Servants bukan sekadar nama kelompok. Ia adalah pengalaman bersama, ruang belajar, dan kenangan pelayanan yang akan selalu kami bawa. Kini, kami melangkah ke tahun 2026 dengan kelompok yang baru, dengan semangat yang diperbaharui, dan dengan keyakinan bahwa Tuhan yang sama tetap memimpin pelayanan kami, dan Tuhan melihat semuanya.

Exit mobile version