Daerah  

Kondisi Pengungsi Banjir di Kantor Kecamatan Kurau, Lansia Duduk Melantai

Kondisi Pengungsi Banjir di Kantor Kecamatan Kurau

Di aula lantai dua Kantor Kecamatan Kurau, sejumlah warga terlihat duduk melantai di atas tikar. Mereka adalah para pengungsi banjir yang mengungsi ke lokasi tersebut. Salah satu dari mereka adalah Jainap (73), seorang janda yang tinggal sendiri. Ia bersama Rusbianti atau Rusbi (47) yang juga hidup seorang diri, sama-sama menjadi korban banjir yang memaksa mereka meninggalkan rumah.

Sejak Sabtu lalu, keduanya memilih mengungsi setelah air merangsek masuk ke rumah. Ketinggian genangan membuat mereka tak lagi bisa bertahan. “Di dalam rumah airnya setinggi perut,” tutur Jainap lirih saat ditemui Jumat (9/1/2026) siang.

Rusbi menimpali, kondisi di rumahnya bahkan lebih parah. “Kalau di rumah saya sudah sampai pundak,” katanya sambil menghela napas. Banjir tidak hanya memaksa mereka pergi dari rumah, tetapi juga menenggelamkan harta benda. Jainap mengaku hampir seluruh isi rumahnya terendam dan rusak. Tikar, kasur, hingga perlengkapan tidur tak ada yang bisa diselamatkan.

Yang tersisa kini hanya tiga potong pakaian, satu jilbab, dan satu mukena yang ia bawa saat mengungsi. “Hari ini dua baju saya basah, jilbab juga cuma satu. Tidak bisa ganti,” ucap janda tua yang hidup seorang diri itu. Ia berharap ada dermawan yang sudi membantu memberikan pakaian layak pakai atau mukena.

Pasalnya, hingga kini genangan di rumahnya masih tinggi dan belum memungkinkan untuk kembali. “Saya tinggal sendiri, sudah lama janda. Rumah masih tergenang, belum bisa ditempati lagi,” katanya pelan. Nasib serupa dialami Rusbi yang juga hidup seorang diri. Rumahnya yang berada di kawasan jalan poros Kurau, tak jauh dari tikungan menuju jembatan besi (jalan lingkar), juga masih dikepung air.

“Belum tahu kapan bisa pulang. Semua barang di rumah tergenang, termasuk pakaian dan tempat tidur,” ujarnya. Rusbi berharap bantuan terus mengalir, terutama pakaian layak pakai dan kebutuhan dasar lainnya. Ia (juga Jainap) mengaku sangat terbantu dengan fasilitas pengungsian saat ini, namun masih diliputi kecemasan memikirkan kondisi rumahnya.

Keduanya juga menyimpan harapan serupa soal tempat tidur. Kasur yang kini mereka gunakan di aula pengungsian merupakan pinjaman dari pemerintah. “Andaikan nanti rumah sudah kering dan kami boleh membawa pulang kasur ini, kami sangat bersyukur. Kasur di rumah sudah basah kuyup, pasti rusak,” ujar Jainap, diamini Rusbi.

Jainap dan Rusbi sama-sama janda yang hidup sendiri dengan kondisi ekonomi terbatas. Banjir bukan hanya merendam rumah mereka, tetapi juga menguji daya tahan hidup dua perempuan tangguh yang kini hanya bisa berharap pada kepedulian sesama.

Camat Kurau Fajar Suryadi mengatakan ada sembilan orang yang saat ini ngungsi di aula kantor kecamatan Kurau. Ada satu keluarga lainnya dari Desa Handilnegara. Sebagai informasi, Kurau dan Bumimakmur yang merupakan kecamatan bertetangga merupakan wilayah langganan banjir dari gunung dan banjir rob.

Banjir yang menggenangi wilayah ini telah berlangsung sejak sekitar sebulan lalu. Peningkatan signifikan ketinggian genangan terjadi pada Sabtu lalu pasca hujan deras berdurasi lama. Seluruh desa di Kecamatan Bumimakmur kebanjiran. Sedangkan di Kurau, sebagian desa kebanjiran dan ada dua desa dengan level banjir cukup parah yaitu Handilnegara dan Kalibesar.

Tips Pencegahan Penyakit Pasca Banjir

Bencana banjir yang kerap melanda berbagai daerah saat musim hujan memiliki dampak besar terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. Dampak banjir tidak hanya merusak infrastruktur seperti jalan penghubung dan jembatan, tetapi juga mengganggu mobilitas harian serta merusak rumah warga.

Lingkungan yang kotor akibat banjir menjadi sumber munculnya berbagai penyakit. Genangan air kotor yang masuk ke permukiman dapat meningkatkan risiko penyakit kulit, diare, hingga leptospirosis. Kemenkes mengingatkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan agar tidak terpapar penyakit pasca banjir.

Tips Mencegah Penyakit Pasca Banjir:
* Cuci kaki dan tangan dengan air bersih dan sabun
Bagian tubuh yang terkena genangan banjir sebaiknya segera dicuci menggunakan sabun agar kuman penyebab gatal-gatal dan infeksi dapat mati.
* Hindari kontak lama dengan air banjir
Usahakan untuk tidak membiarkan kulit terendam banjir dalam waktu lama, terutama bila terdapat luka terbuka. Luka yang terpapar air banjir berisiko mengalami infeksi.
* Gunakan pelindung diri
Bagi warga terdampak banjir, disarankan menggunakan perlindungan seperti sepatu dengan sol tebal dan sarung tangan untuk mengurangi kontak langsung dengan air kotor.
* Jangan biarkan anak bermain di air banjir
Air banjir bukanlah air bersih dan mengandung berbagai patogen berbahaya. Karena itu, anak-anak tidak boleh bermain di genangan air banjir.
* Gunakan obat antiseptik ketika merasa gatal
Jika muncul rasa gatal atau iritasi, gunakan obat antiseptik untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Kemenkes menegaskan bahwa dengan menerapkan tips mencegah penyakit pasca banjir, masyarakat dapat meminimalkan potensi terjangkit penyakit sehingga aktivitas harian tetap berjalan normal. “Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala penyakit akibat banjir agar bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin,” tulis Kemenkes.

Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Kembali Beraktivitas

Selain pencegahan penyakit, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan masyarakat setelah banjir surut, terutama terkait keamanan dan kesehatan keluarga.

  • Waspadai instalasi listrik
    Pastikan instalasi listrik aman sebelum digunakan kembali. Air banjir bisa menyebabkan korsleting dan meningkatkan risiko tersengat listrik.
  • Hindari air banjir yang tersisa
    Air banjir berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya serta meningkatkan risiko kesetrum apabila bercampur dengan instalasi listrik.
  • Bersihkan rumah dan lingkungan
    Sisa-sisa kotoran pasca banjir harus dibersihkan untuk mencegah penyakit menular, terutama yang berasal dari bakteri, jamur, atau kotoran hewan.
  • Cuci tangan dengan sabun setelah terkena air banjir
    Kebersihan tangan merupakan langkah penting untuk mencegah diare, infeksi kulit, dan penyakit lainnya.

Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana banjir dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa risiko terpapar penyakit maupun bahaya listrik. Kemenkes kembali mengingatkan, apabila ada anggota keluarga atau tetangga yang mengalami sakit atau luka akibat banjir, segera bawa ke fasilitas kesehatan atau pos kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *