Anemia pada Ibu Hamil dan Dampaknya terhadap Kesehatan Anak
Anemia sering kali terjadi selama masa kehamilan. Masalah ini bisa memengaruhi cadangan zat besi janin dan meningkatkan risiko anak lahir dengan anemia. Hal ini bisa terjadi bahkan jika ibu sudah mengalami anemia sebelum masa kehamilan.
Dr. Agustini E. Raintung, President of Indonesian Nutrition Association, menjelaskan bahwa anemia yang sudah ada sebelum kehamilan bisa semakin parah karena zat besi harus dibagi antara ibu dan janin.
“Sejak belum hamil dia sudah anemia, kemudian hamil tanpa ada intervensi yang mungkin menjadi tambah anemia karena harus dibagi dengan anaknya,” ujarnya dalam acara Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat melalui Inovasi Berbasis Sains dan Kolaborasi di Kembang Goela Restaurant, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan bahwa bayi yang lahir tanpa cadangan zat besi berisiko mengalami anemia sejak dini. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan jika tidak segera ditangani.
Lebih lanjut, anemia pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seperti lemas dan mudah lelah, tetapi juga dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Jenis Anemia yang Paling Umum pada Ibu Hamil
Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK President of Indonesian Nutrition Association, menjelaskan bahwa anemia yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil adalah anemia defisiensi besi, yang termasuk dalam anemia gizi.
“Jadi memang hamil itu harus sehat, termasuk dari segi terhindar anemia tersebut. Nah, anemia yang paling banyak ditemukan adalah anemia defisiensi besi dan itu adalah anemia gizi,” ujar dr. Luciana dalam kesempatan yang sama.
Ia menegaskan bahwa anemia gizi tidak hanya berkaitan dengan kekurangan zat besi sebagai mikronutrien. Meski zat besi menjadi komponen penting, terutama ketika anemia sudah terjadi, kondisi kesehatan dasar ibu seharusnya dipersiapkan sejak sebelum hamil.
“Anemia gizi itu tidak hanya mikronutrien zat besi. Memang zat besi penting, terutama pada saat sudah terjadi anemia,” jelasnya.
“Tapi sebelum terjadi itu, kesehatan dasarnya itu juga harus dipersiapkan, tidak hanya dipertimbangkan, harus benar-benar disiapkan dan dilakukan,” tambahnya.
Menurut dr. Luciana, ibu hamil perlu berada dalam kondisi sehat dengan pemenuhan gizi yang lengkap, termasuk zat besi, untuk mendukung tumbuh kembang janin hingga dilahirkan.
Dampak Anemia terhadap Tumbuh Kembang Anak
Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa anemia dapat memengaruhi kemampuan kognitif anak, karena berkurangnya distribusi oksigen ke otak.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat anak lebih sulit berkonsentrasi dan mengikuti proses belajar di sekolah.
Anemia Bukan Sekadar Kurang Darah
Lebih dari itu, dr. Ray menilai bahwa anemia bukan hanya soal kurangnya darah pada tubuh anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak dengan anemia memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan prestasi akademik.
Anak yang sering merasa lemas dan mudah sakit cenderung kehilangan kesempatan belajar dan stimulasi yang optimal.
“Anemia itu enggak bicara soal kurang darah doang. Anemia itu akan bicara soal working memory atau kemampuan kognitif. Anak yang anemia itu tiga kali lebih besar untuk punya working memory score yang rendah,” jelas dr. Ray.
Selain berdampak pada kemampuan kognitif, anemia juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh anak. Dr. Ray menekankan pentingnya peran edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai gizi dan kesehatan sistem pencernaan.
Menurutnya, upaya menekan anemia tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan harus dilakukan secara sistemik.
“Anemia hanya bisa ditekan secara sistemik, salah satunya dengan memastikan asupan nutrisi yang baik dan memberikan sumber nutrisi yang sekaligus bisa menjaga sistem pencernaan,” ujar dr. Ray.
Ia menambahkan, peran berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan menjadi penting dalam menyampaikan pesan bahwa kesehatan sistem pencernaan merupakan bagian krusial dari upaya menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.
