Ahli AS Sebut IKN Proyek Ambisius Dunia, Dianggap Anomali Positif Kota Masa Depan

Proyek IKN Dikenal sebagai Kota Masa Depan yang Ambisius

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menarik perhatian dunia internasional. Sejumlah pakar kebijakan publik dan praktisi infrastruktur global menilai proyek IKN bukan sekadar pemindahan ibu kota, melainkan eksperimen besar dalam membangun kota masa depan yang berkelanjutan.

Pengakuan tersebut datang dari akademisi Amerika Serikat yang menyebut IKN sebagai proyek ambisius dengan skala dan kompleksitas yang jarang ditemui. Penilaian ini muncul seiring kunjungan delegasi University of Maryland ke kawasan IKN di Kalimantan Timur pada awal Januari 2026. Istilah “proyek ambisius” disematkan pada IKN oleh pakar kebijakan publik dari University of Maryland, Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D.

Di balik kata tersebut, terdapat pengakuan terhadap keberanian Indonesia dalam mendefinisikan ulang konsep kota masa depan. Diplomasi Akademik Tom, sapaan akrabnya, beserta delegasi periset lainnya dari School of Public Policy, University of Maryland, berkunjung ke IKN pada Kamis (8/1/2026). Sebagai institusi yang berbasis di dekat jantung kebijakan publik dunia, Washington D.C., pandangan mereka memberikan bobot intelektual tersendiri terhadap progres pembangunan IKN, di Kalimantan Timur ini.

Tom menegaskan bahwa predikat “ambisius” yang melekat pada IKN adalah sebuah keniscayaan yang bernada optimistis. “IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan di dunia,” ungkap Tom dalam diskusi strategis tersebut.

Menurut pandangan akademik ini, ambisi bukan berarti ketidakmungkinan, melainkan keberanian untuk keluar dari status quo pembangunan kota konvensional.

Hibah dari Pemerintah AS dan Korea Selatan

Ketertarikan Amerika Serikat bukan sekadar pujian verbal. Hal ini dibuktikan dengan komitmen melalui hibah sebesar 7,6 juta dolar AS yang dialokasikan untuk bantuan teknis teknologi smart city. Kemitraan ini mencakup pengembangan Integrated Command and Control Center (ICCC) tahap kedua, yang akan menjadi “otak digital” bagi IKN.

Perkembangan ICCC tahap 2 ini sudah tuntas dan mendukung operasional IKN secara penuh. Selain USTDA, Ministry of Land, Infrastructure, and Transportation (MoLIT) Korea Selatan juga memberikan hibah dengan nilai yang sama. Hibah ini akan digunakan untuk membangun Smart City Cooperation Center: Technology and Knowledge (T&K) Hub, sebuah pusat penelitian, sertifikasi, dan pengembangan teknologi.

Ale, sapaan karib Mohammed Ali Berawi, menjelaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik (hardware) dan sistem cerdas (software), tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia (brainware). “Melalui terbangunnya T&K Hub, dapat dilakukan percepatan training of trainer, peningkatan aktivitas penciptaan pengetahuan dan pengembangan teknologi serta mewujudkan ekosistem inovasi IKN yang lebih dinamis,” ujar Ale.

T&K Hub akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan lembaga penelitian. Otorita IKN telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 30 institusi pendidikan nasional dan 10 lembaga pengetahuan internasional, serta lebih dari 40 perusahaan teknologi global.

Rincian Hibah dan Pelaksanaan Proyek

Dari total hibah 7,6 juta Dollar AS, sekitar 4,2 juta Dollar AS akan dialokasikan untuk kegiatan konstruksi. Proyek ini akan dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari University of Seoul (UOS), Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), CJ Olive Network, dan Site Planning. “Mestinya, tahun ini mulai groundbreaking,” ungkap Ale.

Konsistensi Politik dan Dukungan Internasional

Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, keberlanjutan proyek ini adalah harga mati dalam agenda nasional. Ia merujuk pada ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang secara konsisten membawa isu IKN ke panggung internasional seperti G20, diterbitkannya Peraturan Preaiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, dan kunjungannya pada 12-13 Januari 2026.

“Komitmen Presiden Prabowo untuk memindahkan ibu kota ke IKN sudah sangat jelas. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi, terbukti dengan lebih dari 300.000 kunjungan selama periode Natal dan Tahun Baru lalu,” jelas Basuki.




Exit mobile version