Hukum  

Inara Rusli dan Insanul Fahmi Diminta Tunjukkan Bukti Nikah Siri, Wardatina Mawa Sebut Banyak Alasan

Perdamaian Hanya Mungkin Jika Ada Bukti Pernikahan Siri

Mawa menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa dibicarakan jika Insan dan Inara mampu menunjukkan bukti asli pernikahan siri yang mereka klaim. Meskipun sudah diberi kesempatan dan pengingat, hingga lewat satu hari penuh, bukti nikah siri tidak pernah diserahkan.

Mawa memastikan bahwa laporan dugaan perzinaan di Polda Metro Jaya masih berjalan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan berdamai. Tekanan agar memilih jalan damai tidak membuatnya bergeming.

Di tengah dorongan restorative justice dan isu pencabutan laporan, Mawa justru menegaskan bahwa proses hukum dugaan perzinaan terhadap Insanul Fahmi dan Inara Rusli masih berjalan. Pernyataan itu ia sampaikan langsung lewat interaksi di media sosial.

Menanggapi komentar warganet yang menyebut laporannya akan dicabut, perempuan berusia 25 tahun tersebut memastikan tidak ada perubahan sikap terkait langkah hukum yang ditempuhnya. “Saya sedang berusaha memaafkan tindakan mereka walaupun sangat sulit untuk melupakannya. Dan sampai saat ini laporan masih terus berjalan. Mohon bantu doa yang terbaik ya kakak-kakak sayang. Saya yakin sungguh Allah Maha Adil,” balas Mawa.

Saat ditanya apakah dirinya telah memilih berdamai, jawabannya tegas. “Tidaakkk. Gaada sedikitpun keluar kata-kata damai dari saya ka. Kata siapa itu?” jawab Mawa.

Di sisi lain, konflik yang telah berlangsung sekitar tiga bulan itu sempat mempertemukan Mawa dan Insan. Kuasa hukum Insan mengungkap, pertemuan tersebut diwarnai dua syarat yang diajukan Mawa jika ingin membicarakan perdamaian. Salah satunya adalah pembuktian pernikahan siri antara Insan dan Inara. Namun, syarat itu tak kunjung terpenuhi. Hingga kini, Insan dan Inara belum dapat menunjukkan bukti sah bahwa pernikahan siri tersebut benar-benar terjadi.

Kondisi itu kemudian disorot Mawa secara terbuka. Melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, ia menyindir alasan-alasan yang dinilai berputar-putar tanpa disertai dokumen konkret. “Penuh dengan banyak alasan dan tidak langsung memberikan bukti. Aku sudah remind dan memberikan dispensasi waktu di sorenya tolong langsung dikasih bukti asli pernikahan siri mereka,” tulis @wardatinamawa dikutip dari Tribunnews, Minggu (18/1/2026).

Menurut Mawa, tenggat waktu yang ia berikan pun telah berlalu tanpa hasil. “Tapi faktanya, bahkan sudah lewat satu hari juga tidak terlampir bukti itu. Yasudah time is out. Allah Maha Tahu apa yang mereka tutupin selama ini,” sambung dia.

Sebelumnya, hubungan rumah tangga Mawa dan Insan disebut berada di ujung tanduk akibat dugaan hubungan terlarang Insan dengan Inara Rusli. Dugaan tersebut dilaporkan Mawa ke Polda Metro Jaya, disertai klaim adanya rekaman video CCTV yang memperlihatkan kemesraan keduanya.

Insan dan Inara sendiri berdalih bahwa mereka telah menikah siri sebelum video tersebut direkam, serta mendesak Mawa agar menempuh jalur restorative justice dan mencabut laporan. Namun hingga kini, berbagai upaya itu tak berhasil menghentikan langkah hukum yang dipilih Mawa.

Sindiran Pedas tentang Rekaman CCTV

Wardatina Mawa melontarkan sindiran pedas tentang rekaman CCTV setelah Inara Rusli mengajak damai. Konflik hukum antara Wardatina Mawa dengan Inara Rusli kian meruncing. Alih-alih mereda, tawaran perdamaian yang disampaikan Inara justru ditolak mentah-mentah oleh pihak Mawa.

Penolakan itu bukan satu-satunya respons. Kubu Wardatina Mawa kini melayangkan sindiran tajam yang menyinggung keberadaan rekaman CCTV, yang selama ini dijadikan dasar laporan dugaan perselingkuhan dan perzinaan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, perilaku Inara Rusli bersama Insanul Fahmi justru dinilai menimbulkan tanda tanya. Kuasa hukum Mawa, Fedhli Faisal, menyebut sikap keduanya terkesan panik dan berlebihan. Menurut Fedhli, kegaduhan justru muncul setelah rekaman CCTV tersebut dipersoalkan oleh pihak terlapor, bahkan sampai dilaporkan ke polisi. Padahal, rekaman itu merupakan bagian dari bukti yang diajukan kliennya.

Ia menilai, jika memang tidak terdapat hal yang perlu disembunyikan, seharusnya rekaman tersebut tidak menjadi masalah besar. “Ya justru kami jadi bertanya-tanya, ada apa dengan bukti rekaman CCTV tersebut? Kalau memang tidak ada apa-apa harusnya pihak sana tidak takut untuk diuji dan diproses hukum,” terang Fedhli, dikutip dari YouTube Insertlive and TRANS TV Official, Jumat (16/1/2026).

“Kalau memang tidak ada apa-apa harusnya pihak sana tidak takut untuk diuji dan diproses hukum. Kita uji buktinya, uji faktanya, ya,” imbuhnya. Fedhli menambahkan, yang seharusnya dijawab oleh Insan dan Inara bukanlah persoalan teknis alat bukti, melainkan substansi laporan yang diajukan.

“Kenapa yang dipersoalkan adalah masalah CCTV-nya, tetapi tidak membahas pokok perkaranya yaitu apa? Perzinaan. Nah, ini kan menjadi pertanyaan, kenapa sih kok seperti ada yang ditutupi gitu?” sindir Fedhli.

Ia pun mempersilakan pihak terlapor membawa rekaman tersebut ke ranah hukum jika yakin tidak ada pelanggaran. “Kalau memang benar tidak ada apa-apa, ya silakan diuji aja,” ucapnya memperingatkan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *