Sriwijaya FC Optimis Raih Kemenangan Pertama di Derby Sumsel
Sriwijaya FC menghadapi laga penting dalam Derby Sumsel melawan Sumsel United pada Sabtu (24/1/2026) pukul 15.30 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Meski sedang menghadapi berbagai tantangan, klub asal Sumatera Selatan ini tetap optimis meraih kemenangan perdana di pertandingan ini.
Manajer Tim Sriwijaya FC, Eko Saputro, menyatakan keyakinannya bahwa Elang Andalas akan mampu meraih tiga poin. “Optimis raih 3 poin,” ujarnya. Meski telah melewati masa krisis pemain pasca eksodus para pemain, Sriwijaya FC masih mengalami krisis finansial yang memengaruhi jalannya kompetisi.
Setelah sebelumnya mengalami krisis pemain, Sriwijaya FC akhirnya bernapas lega setelah mendaftarkan 13 wajah baru untuk mengarungi sisa putaran kedua dan ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Namun, harapan itu belum menjelma menjadi hasil yang maksimal.
Wajah-wajah baru terlihat saat official training dan laga ke-16 kontra FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (16/1/2026). Sayangnya, kehadiran pemain anyar belum mampu menyelamatkan Elang Andalas dari performa mengecewakan.
Eko Saputro menyebutkan bahwa tim sudah mulai persiapan latihan lagi untuk menjaga kebugaran. Dari total 13 pemain yang didaftarkan, empat di antaranya merupakan pemain lokal yang sejatinya sudah aktif berlatih sejak pemusatan latihan awal musim di PSF Bogor. Mereka adalah:
- Dwi Setiawan
- Roby Andika
- Muhammad Arsy Pratama
- Asep Suherman
Selain empat pemain lama tersebut, Sriwijaya FC juga menambah amunisi dari PSB Bogor dan klub lain, termasuk nama-nama berpengalaman seperti Derry Herlangga, Indra Mustafa, Sandi Pratama, hingga eks Persita Redi Rusmawan.
Secara keseluruhan, 13 pemain yang didaftarkan yakni:
- Dwi Setiawan
- Roby Andika
- Muhammad Arsy Pratama
- Asep Suherman
- Derry Herlangga
- Willyando
- Keyza Lauda S
- Indra Mustafa
- Rezki Ikhwan
- Riko Bahtiar
- Ramadan Adi S
- Redi Rusmawan
- Sandi Pratama
Namun dalam laga kontra Bekasi City, hanya 6–8 pemain yang siap dimainkan, membuat komposisi tim tetap pincang.
Krisis finansial dan performa tak membuat Sriwijaya FC menyerah. Klub kebanggaan Sumatera Selatan ini kembali jadi sorotan setelah manajemen memutuskan mendatangkan 5–6 pemain eks Liga 2 dengan status unik tanpa gaji. Langkah nekat ini diambil demi menjaga asa Elang Andalas tetap terbang di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, meski badai masalah belum juga reda.
Asisten pelatih Joe Berry menyebut pemain-pemain yang akan didatangkan ini tidak digaji. Mereka mau menolongnya dan Sriwijaya FC sambil cari menit bermain buat persiapan musim depan.
“Manajemen hanya menyanggupi makan dan mess saja,” ungkap asisten pelatih Joe Berry.
Sriwijaya FC sempat terancam bubar setelah eksodus pemain besar-besaran. Bursa transfer terakhir menghadirkan 13 wajah baru, termasuk Dwi Setiawan, Roby Andika, Muhammad Arsy Pratama, Asep Suherman, hingga eks Persita Redi Rusmawan.
Namun, saat laga ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 kontra FC Bekasi City, hanya 6–8 pemain yang siap dimainkan. Hasilnya, performa tetap belum maksimal.
Joe Berry, caretaker yang kini mendampingi bersama coach Budi Sudarsono, rela bolak-balik Bandung–Palembang demi hemat biaya. Cipta Adikodrati, pelatih Maung Anom FC, dikenal sebagai “penyelamat darurat” karena pernah membawa lima pemain muda Persib ke Palembang saat krisis musim lalu.
Meski finansial seret, Sriwijaya FC tetap berusaha menyelesaikan kompetisi dengan kepala tegak. Target realistis bukan lagi trofi, melainkan bertahan hidup dan menyiapkan fondasi musim depan.
“Kita rasional, realistis menyelesaikan kompetisi saja. Adapun secara performa kita perbaiki,” tegas Joe Berry.
Laga panas Derby Sumsel kontra Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (24/1/2026), akan jadi panggung pembuktian. Apakah strategi “pemain tanpa gaji” mampu menghidupkan kembali semangat Elang Andalas?
Asisten pelatih Sriwijaya FC yang akrab disapa coach Joe Berry ini mengatakan calon pemain anyar yang didatangkan untuk memperkuat Elang Andalas agar tetap bisa bertanding di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 ini semunya tidak digaji.
“Pemain-pemain ini gak digaji. Mereka mau tolong saya dan Sriwijaya FC sambil cari menit bermain buat persiapan musim depan. Manajemen hanya menyanggupi untuk makan dan mess saja dikarenakan minim budget,” terang Coach Joe Berry
Terkait bakal didatangkannya 5-6 pemain eks Liga 2 yang sedang didaftarkan ini, Eko Saputro mengaku belum ada pemain ini bakal tampil di laga Derby Sumsel nanti.
“Belum ada,” ujar Eko Saputro.












