4 Fakta Menyedihkan Kekalahan AC Milan dari Udinese, Leao Disalahkan

Kekalahan Memalukan AC Milan dari Udinese di Liga Italia Serie A

Pada giornata 32 Liga Italia Serie A, Minggu (12/4/2026), AC Milan harus menerima kekalahan yang memalukan saat menjamu Udinese di Stadion San Siro. Skor akhirnya adalah 0-3 untuk kemenangan tim tamu. Hasil ini menjadi langkah mundur bagi klub berjulukan Rossoneri dalam perburuan gelar Scudetto.

Di babak pertama, AC Milan sudah tertinggal dua gol melalui kesalahan Davide Bartesaghi pada menit 27 dan sundulan Jurgen Ekkelenkamp sepuluh menit kemudian. Di babak kedua, Arthur Atta mencetak gol ketiga yang mengakhiri laga dengan skor 3-0.

Sorotan utama mengarah ke Rafael Leao, penyerang AC Milan yang tampil buruk meskipun dipercaya bermain sejak menit awal. Dari delapan upaya yang dilakukannya, semuanya gagal mengenai sasaran. Pemain asal Portugal ini ditarik keluar pada menit ke-77 dan mendapat ejekan dari seluruh stadion San Siro.

4 Fakta Kekalahan AC Milan dari Udinese

Meskipun Rafael Leao bermain buruk, tidak adil rasanya menyalahkan satu pemain saja. Berikut adalah empat fakta kekalahan memalukan AC Milan dari Udinese:

1. Eksperimen Gagal Allegri

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, melakukan eksperimen dengan mengubah formasi dari 3-5-2 menjadi 4-3-3. Meski terlihat lebih menyerang di atas kertas, strategi ini tidak efektif di lapangan. AC Milan mendominasi penguasaan bola dengan 63 persen dan melepaskan 20 tembakan, tetapi tidak berhasil membuahkan gol.

Udinese justru tampil lebih efektif dengan mencetak tiga gol dari 12 tembakan. Di formasi 4-3-3, Rafael Leao bermain sebagai penyerang tengah hingga menit 77, tetapi kesulitan mengemban peran tersebut karena penjagaan ketat dari Udinese. Christian Pulisic, Alexis Saelemaekers, dan Christopher Nkunku juga tidak bisa memberikan kontribusi signifikan.

2. Kekalahan Beruntun AC Milan

Hasil ini menjadi kekalahan beruntun AC Milan di Serie A setelah sebelumnya kalah dari Napoli. Harapan Scudetto yang sempat digaungkan oleh Rossoneri kini praktis pupus. Kini, AC Milan harus cemas mempertahankan posisi tiga besar klasemen Liga Italia Serie A.

Pasukan Allegri saat ini memiliki 63 poin dari 32 penampilan, unggul 3 angka dari Juventus. Namun, tim di belakang mulai mendekat, sehingga posisi mereka tidak aman.

3. Menderita 3 Kekalahan di Kandang Sendiri

Musim ini, AC Milan telah menderita lima kekalahan di Liga Italia Serie A. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya terjadi di San Siro. Parahnya lagi, tiga kekalahan ini diderita saat menjamu tim yang relatif lebih lemah di papan klasemen.

Di awal musim, AC Milan kalah 0-1 dari Cremonese, tim promosi. Lalu pada bulan Februari, AC Milan dipermalukan oleh Parma, yang sedang berjuang untuk lolos dari zona degradasi.

4. Kekalahan Besar Tanpa Gol Balasan

Ini merupakan kekalahan besar pertama AC Milan tanpa gol balasan. Rossoneri tidak mampu mencetak satu gol pun meski bermain di depan pendukung sendiri. Sebenarnya, San Siro biasanya memberi keuntungan tersendiri bagi AC Milan.

Kekalahan besar tanpa gol balasan di kandang sendiri sudah lama tidak dirasakan AC Milan. Kali terakhir, Rossoneri mengalaminya saat dikalahkan Inter Milan 3-0 pada Februari 2021. Secara keseluruhan, kekalahan telak tanpa gol balasan terakhir kali diderita AC Milan pada musim 2022/2023, saat kalah 0-4 dari Lazio di Olimpico.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *