Korban Gempa Sumbar Tak Akan Selamanya di Huntara, Menko PMK Akan Bangun Huntap

Penyerahan 117 Unit Huntara di Kabupaten Agam

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, melakukan penyerahan 117 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana galodo yang menimpa masyarakat setempat.

Penyerahan berlangsung di Jorong Kayu Pasak, Palembayan, dengan serah terima kunci kepada perwakilan warga korban bencana. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Gubernur Sumbar, dan Bupati Agam. Prosesi peresmian dilakukan melalui pemotongan pita oleh para pejabat tersebut.

Warga pengungsian mulai menempati huntara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap). Pemerintah menargetkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar. Menko PMK Pratikno menyatakan komitmen pemerintah untuk segera membangun huntap bagi masyarakat terdampak bencana.

Peresmian Huntara di Empat Kabupaten

Peresmian ratusan hunian sementara (huntara) dilakukan di empat kabupaten wilayah Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, dan Padang Pariaman. Rombongan hanya datang secara langsung ke Kayu Pasak, Agam, sedangkan untuk tiga kabupaten lainnya dilakukan secara virtual.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 14:24 WIB menunjukkan bahwa empat bupati dan wakil bupati daerah tersebut memaparkan total kerusakan dan jumlah huntara yang dibangun. Bupati Agam Benni Warlis memberikan laporan langsung di hadapan Menko PMK dan Mendagri, sedangkan tiga kabupaten lainnya menggunakan zoom meeting.

Benni menjelaskan bahwa sebanyak 117 unit sudah selesai dibangun di Kabupaten Agam. Nantinya, huntara akan dihuni oleh 117 kartu keluarga korban galodo di Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur. Ia juga menyebut bahwa Kabupaten Agam merupakan daerah terdampak bencana terparah di Sumbar.

Tampilan dan Fasilitas Huntara

Bangunan hunian sementara (huntara) di Jorong Kayu Pasak tampak berjajar rapi dengan bentuk menyerupai barak. Secara keseluruhan, terdapat 21 barak dengan lima pintu yang terdiri dari 105 unit. Selain itu, tiga barak lainnya memiliki empat pintu dengan total 12 unit, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 117 unit.

Setiap barak huntara berukuran sekitar 8,5 x 6,4 meter. Bangunan tersebut menggunakan dinding asbes dan seng putih, serta telah dicor pada bagian lantai. Permukaan lantai masih tampak kasar dan dilapisi tikar abu-abu bermotif sebagai alas.

Di depan setiap pintu, terpasang stiker bertuliskan nama blok serta kepala keluarga yang akan menempati huntara tersebut. Di dalam, terlihat sejumlah warga sudah mulai menempati unit masing-masing. Ada yang duduk, tidur, hingga bersantai bersama keluarga.

Persiapan dan Bantuan untuk Warga

Selain itu, warga juga menerima bantuan sembako yang beragam, mulai dari minyak goreng, gula, beras, hingga makanan ringan. Di sekitar kawasan huntara, tampak pula pemasangan bendera marawa untuk menyambut kedatangan para pejabat negara yang dijadwalkan meresmikan bangunan tersebut.

Salah seorang warga, Amir, menilai bangunan huntara tersebut cukup layak untuk ditempati para korban galodo di Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Aia Timur. “Huntara untuk korban galodo ini kualitasnya cukup layak. Total ada sekitar 117 kartu keluarga yang akan menempati lokasi ini,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026), sembari bersantai bersama keluarga di dalam huntara.



Sementara itu, hingga pukul 12.48 WIB, petugas masih berjaga di sekitar lokasi. Warga lainnya tampak berkeliaran di kawasan huntara sambil menunggu kedatangan rombongan menteri yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 14.00 WIB.

Exit mobile version