Jokowi dan Uji Kekuatan Politik di Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi arena uji kekuatan politik bagi Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh Jokowi kepada PSI bukan sekadar untuk membuktikan apakah ia masih memiliki kesaktian di ranah politik. Namun, lebih dari itu, ini menjadi bagian dari proses pengujian kemampuan politik Jokowi dalam membangun partai baru.
Adi menegaskan bahwa Jokowi telah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap PSI dan berkomitmen untuk bekerja keras demi partai tersebut. Dukungan ini disampaikan dalam dua kesempatan penting: pertama, saat Kongres PSI di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/7/2025), dan kedua, saat Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1/2026).
Apa yang Dimaksud dengan Uji Kekuatan Politik?
Menurut Adi, kehadiran Jokowi dalam dua acara tersebut tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menguji sejauh mana pengaruh dan kredibilitasnya di luar lingkup partainya sendiri. Jokowi, yang kini tidak lagi menjadi presiden dan tidak lagi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ingin membuktikan bahwa dirinya masih mampu memberikan dampak signifikan dalam dunia politik.
“Apakah Pak Jokowi akan sesakti dahulu? Karena Pak Jokowi konon adalah sosok yang setiap pertarungan politik tidak pernah kalah,” ujar Adi. Ia menyoroti bahwa Jokowi pernah menang dalam berbagai kontestasi politik, seperti Pilwalkot Solo 2005 dan 2010, Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2012, serta Pilpres 2014 dan 2019.
Namun, ada keraguan di kalangan publik apakah kesaktian Jokowi masih bisa ditularkan ke PSI. “Banyak publik yang bertanya-tanya apakah kesaktian ini akan kembali bisa ditularkan setelah Jokowi all outs dan berkomitmen dan berjanji untuk memenangkan PSI setelah Pak Jokowi tak lagi menjadi presiden?” tambah Adi.
Penilaian Terhadap Kesaktian Jokowi
Meski ada sebagian pihak yang menganggap kesaktian Jokowi sudah meredup, Adi menegaskan bahwa dukungan Jokowi untuk PSI bukanlah untuk membuktikan kembali kehebatannya. Melainkan, PSI menjadi arena uji kekuatan politik Jokowi, baik dalam hal strategi maupun pengaruh.
“Ada satu keyakinan, yang diyakini oleh kawan-kawan PSI dan Bang Bestari Barus ya, Jokowi masih sakti mandraguna sekalipun tidak lagi bersama dengan PDIP dan tidak lagi menjadi bagian dari pemerintahan sebagai presiden,” kata Adi. Di sisi lain, ada pihak yang mengatakan bahwa Jokowi mungkin tidak akan sesakti dulu karena jejaring dan kekuasaan politiknya tidak seperti dulu.
Jokowi Siap Kerja Keras untuk PSI
Jokowi telah menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi PSI. Dalam pidatonya saat Rakernas PSI di Makassar, ia menyatakan, “Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI.” Ia bahkan menambahkan, “Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI.”
Pernyataan Jokowi ini dilakukan dalam dua kesempatan, yaitu saat Kongres PSI di Solo dan Rakernas di Makassar. Dalam Kongres di Solo, Jokowi menyoroti perubahan logo PSI dari tangan dan mawar menjadi gajah. Ia menilai gajah sebagai simbol ilmu pengetahuan dan menyatakan bahwa PSI adalah partai cerdas.
Jokowi Sebagai Arahan Politik, Bukan Sekadar Motivator
Adi Prayitno juga menanggapi pernyataan Jokowi bahwa dirinya hadir sebagai motivator dalam Rakernas PSI. Menurut Adi, pidato dan dukungan Jokowi bukan sekadar sambutan atau motivasi, melainkan sudah masuk taraf arahan politik.
“Arahan politiknya adalah karena ya PSI itu punya mimpi besar, ingin jadi partai besar, maka strukturnya harus besar. Dari pusat, RT, dan RW katanya harus dipastikan itu kuat,” ucap Adi.
Jokowi sendiri mengungkapkan bahwa ia hadir dalam Rakernas PSI bukan dalam kapasitas struktural, melainkan sebagai penyemangat bagi para kader. “Sebagai motivator,” tutur Jokowi kepada wartawan seusai acara.
Kepercayaan Jokowi terhadap PSI
Jokowi menilai bahwa PSI memiliki prospek jangka panjang di Indonesia. Ia menyatakan bahwa PSI adalah masa depan partai politik Indonesia. Selain itu, Jokowi juga mengaku masih sanggup turun ke daerah demi mendukung PSI.
Ia mendorong seluruh jajaran pengurus partai untuk menunjukkan dedikasi penuh, karena kerja keras partai nantinya akan berdampak pada kepentingan negara. “Masih sanggup lah [turun ke daerah], pesannya seluruh jajaran pengurus harus bekerja keras, harus bekerja mati-matian, harus bekerja habis-habisan untuk partai dan nanti larinya untuk negara,” jelasnya.
Jokowi juga menyebut bahwa PSI memiliki peluang dalam kontestasi politik nasional, khususnya untuk lolos ke parlemen. Namun, ia tetap menegaskan bahwa target partai tidak boleh berhenti pada capaian minimal. “Ya kalau yang saya lihat, kalau untuk masuk Senayan dengan struktur yang ada sekarang ini, dengan semangat yang ada sekarang ini insyaallah tidak ada masalah. Tapi targetnya bukan itu,” ucap Jokowi.
