Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Balikpapan
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, Jumat (6/2/2026). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau langsung pengelolaan sampah di permukiman dan pasar, serta mengidentifikasi masalah lingkungan yang ada di kawasan perkotaan.
Hanif tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan sekitar pukul 15.15 Wita dan melanjutkan perjalanan menuju Penta City Hotel sebelum melakukan peninjauan lapangan. Dalam kunjungan tersebut, ia dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi menggunakan sepeda motor, mulai dari permukiman pasang surut Pinisi di Kelurahan Klandasan Ilir, Pasar Baru Balikpapan Kota tepat pada pukul 16.00 Wita, Kampung Bungas Balikpapan Tengah, Pasar Pandan Sari Balikpapan Barat, hingga permukiman warga di Muara Rapak, Balikpapan Utara.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan hidup di kawasan perkotaan, khususnya permukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Hanif turun langsung ke pemukiman warga dan pasar untuk melihat secara nyata pola pengelolaan sampah masyarakat. Ia berdialog langsung dengan warga dan para pedagang, menanyakan kebiasaan mereka dalam membuang serta mengelola sampah sehari-hari.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Belum Merata
Dalam kunjungannya, Hanif menilai pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Balikpapan belum merata. Ia menyebut hanya beberapa wilayah yang dinilai sudah berjalan relatif baik. “Hanya sebagian kecil wilayah, seperti Kampung Bungas, yang sudah cukup baik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” kata Hanif. Kampung Bungas yang dimaksud berada di Jalan Ahmad Yani No. RT 69, Kelurahan Gunungsari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah. Kawasan tersebut dinilai telah menunjukkan kesadaran warga dalam mengelola sampah lingkungan secara lebih tertata.
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari agenda kerja Menteri Lingkungan Hidup di Balikpapan untuk memastikan kondisi riil pengelolaan sampah, sekaligus sebagai bahan evaluasi penilaian lingkungan dan kebersihan kota.
Tim Gakkum Turun untuk Tangani Keluhan Warga
Keluhan warga Jalan Pandan Arum, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Barat, terkait gangguan kebisingan aktivitas kilang Pertamina sampai ke telinga pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, merespons tegas dengan menginstruksikan tim penegakan hukum (Gakkum) turun ke lapangan, Jumat (6/2/2026). “Besok saya pastikan. Pak Deputi Gakkum (Irjen Pol Rijal) akan menurunkan tim untuk verifikasi lapangan terkait gangguan suara dari aktivitas kilang ini,” tegas Hanif.
Tim dari Balai Gakkum Lingkungan Hidup wilayah Kalimantan akan mengecek secara langsung sumber kebisingan serta dampaknya bagi warga sekitar. Selain kebisingan, Hanif menegaskan akan memeriksa kepatuhan pihak kilang terhadap kewajiban audit lingkungan berkala. Mengingat, industri pengolahan minyak merupakan kategori kegiatan berisiko tinggi (high risk).
Kandidat Penerima Adipura
Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan dalam rangka pemantauan langsung pengelolaan lingkungan hidup, mulai dari persoalan sampah hingga perlindungan satwa endemik pesut Mahakam. Kota Balikpapan menjadi salah satu kota yang masuk kandidat penerima Adipura, namun Hanif menegaskan penilaian tersebut masih dalam tahap verifikasi lapangan.
Dari hasil evaluasi sementara Kementerian Lingkungan Hidup terhadap 471 kabupaten/kota di Indonesia (di luar Papua), hanya empat daerah yang berpotensi meraih nilai di atas 75. Dari hasil penilaian sementara, ada empat yang berpotensi, yakni: Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Bontang, dan Kabupaten Ciamis. “Tapi semuanya masih harus kami cek ulang secara objektif,” ujar Hanif.
Blusukan Tanpa Didampingi Pemkot
Hanif bahkan sengaja meninjau lapangan tanpa pengawalan pemerintah kota, agar bisa berdiskusi langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi riil pengelolaan sampah di lapangan. Menurutnya, temuan lapangan ini berpotensi mengoreksi nilai awal yang telah diberikan oleh tim penilai sebelumnya.
Lebih jauh, Hanif menegaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. Dari ratusan kabupaten/kota yang dinilai, hampir 400 daerah masih masuk kategori kota kotor, sementara kota bersertifikat hanya 29 daerah. “Ini menjadi perhatian serius Bapak Presiden Prabowo Subianto, sehingga digerakkan Gerakan Nasional Indonesia Asri. Kami di KLH mendukung penuh melalui pengawasan dan evaluasi langsung seperti ini,” tegasnya.
Perhatian pada Pesut Air Tawar
Selain isu sampah, kunjungan kerja Hanif ke Kalimantan Timur juga difokuskan pada upaya penyelamatan pesut air tawar, satwa endemik Sungai Mahakam yang populasinya kini hanya tersisa 66 ekor. “Dulu jumlahnya 62, sekarang 66. Lahir tujuh, mati tiga. Ini sangat kritis. Pesut air tawar Indonesia hanya ada di sini, jadi wajib kita selamatkan,” ujarnya.
Hanif menyebutkan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke Sungai Mahakam bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah. Salah satu fokusnya adalah aktivitas tongkang batubara yang masih melintas di sungai-sungai yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Ada dua sungai utama habitat pesut yang seharusnya tidak boleh dilalui tongkang. Ini sudah melanggar aturan KKP dan Perhubungan. “Jika terbukti, kami tidak segan mengambil langkah hukum,” tegasnya.
