Rayakan HUT ke-18, Gerindra Sikka Bantu Selamatkan Mata Air Wairpuan

Partai Gerindra Kabupaten Sikka Gelar Aksi Konservasi Lingkungan

MAUMERE – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Partai Gerindra Kabupaten Sikka menunjukkan komitmen nyata terhadap lingkungan dengan menggelar aksi konservasi dan penanaman kembali anakan pohon di kawasan sumber mata air Wairpuan, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, pada 6 November 2026. Kegiatan ini menjadi wujud dari kepedulian partai terhadap alam dan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti DPC Partai Gerindra Kabupaten Sikka, perwakilan PAC dari 21 kecamatan, organisasi sayap Partai Gerindra, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, BPBD, PDAM, OMK Paroki Nita Lingkungan Natawulu, PMKRI, masyarakat Desa Ladogahar dan Desa Nitakloang, Pemerintah Kecamatan Nita, Pemerintah Desa Ladogahar dan Nitakloang serta Polsek Nita. Hal ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Anggota DPRD Sikka dari Partai Gerindra, Sufriyance Merison Botu, menyampaikan bahwa aksi lingkungan tersebut mencerminkan kepedulian luar biasa Partai Gerindra terhadap alam. Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang mengimbau seluruh kader untuk turun langsung ke lapangan melakukan penanaman pohon dan menjaga hutan dengan melibatkan masyarakat.

“Kalau satu kata untuk aksi ini, jawabannya adalah kepedulian. Kepedulian luar biasa terhadap alam,” ujar Son Botu, saat ditemui disela-sela aksi penanaman pohon itu.

Menurutnya, mata air Wairpuan memiliki peran strategis karena menjadi sumber utama air bersih, tidak hanya bagi masyarakat sekitar tetapi juga bagi masyarakat perkotaan di Kabupaten Sikka. Ironisnya, beberapa desa di sekitar mata air, seperti Ladogahar justru belum sepenuhnya menikmati air tersebut.

“Sudah puluhan tahun air ini dialirkan ke kota. Praktis Wairpuan menghidupi masyarakat perkotaan dan sebagian besar wilayah Sikka,” ungkapnya.

Sebagai anggota DPRD yang berasal dari Ladogahar, ia mengaku telah beberapa kali mengalokasikan anggaran untuk pembukaan akses jalan menuju sumber mata air Wairpuan. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek tersebut belum sepenuhnya rampung.

“Kalau ada anggaran tahun depan, kita akan tuntaskan. Akses ini penting karena membuka jalur menuju sumber air dan area pertanian yang cukup luas,” jelasnya.

Selain itu, Partai Gerindra juga berupaya menjawab kebutuhan masyarakat terkait irigasi pertanian. Son Botu menyebut, pemenuhan kebutuhan irigasi telah dilakukan secara bertahap dan akan terus diperjuangkan, termasuk melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan program pusat seperti Operasi Lahan Persawahan (OPLA).

Terkait keterlibatan berbagai unsur masyarakat, Son Botu menilai hal itu sejalan dengan semangat HUT ke-18 Partai Gerindra, yakni Kompak, Bergerak dan Berdampak.

“Tidak mungkin kita bilang kompak kalau hanya satu orang. Karena itu, Gerindra mengajak semua lapisan masyarakat terlibat dalam konservasi lingkungan ini,” tegasnya.

Ia berharap aksi penanaman pohon ini dapat menjadi program rutin tahunan, mengingat dampaknya baru akan dirasakan pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Camat Nita, Fransiskus Herpianus Nong Lalang, SH, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Partai Gerindra dalam menjaga kelestarian mata air Wairpuan. Ia menyebut masyarakat Kecamatan Nita merasa bahagia dilibatkan dalam kegiatan konservasi tersebut.

“Mata air ini harus kita jaga karena menghidupi masyarakat Kabupaten Sikka secara umum,” ujarnya.

Menurut Frans, gerakan yang dilakukan Partai Gerindra merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ia berharap generasi muda turut menjaga kelestarian lingkungan khususnya di kawasan mata air Wairpuan.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sikka, Hubert Moni, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sesuai komitmen dan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Partai Gerindra memberi perhatian serius terhadap lingkungan dan kebersihan.

“Dari komitmen itu, kami di DPC Sikka memutuskan Wairpuan sebagai locus kegiatan konservasi lingkungan,” kata Hubert.

Ia menambahkan, mata air Wairpuan memiliki nilai sejarah dan telah lama melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Sikka, terutama wilayah perkotaan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi penerus.

“Hari ini kita menanam pohon, artinya kita sedang menanam kebaikan untuk masa depan,” ujarnya.

Aksi ini juga mendapat apresiasi dari kalangan anak muda. Yakobus Tonce Horang (30) dan Gaga Sallo menilai inisiatif Partai Gerindra sebagai langkah positif dalam menyelamatkan lingkungan. Keduanya berharap komitmen tersebut terus berlanjut dan dapat ditiru oleh partai politik lainnya di Kabupaten Sikka.

Gaga Sallo, yang selama ini bergerak di bidang inovasi pertanian dan peternakan organik melalui Batim Farm, berharap Partai Gerindra menjadi pelopor gerakan konservasi lingkungan sekaligus menyentuh sektor-sektor strategis lainnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat, Philip Fransiskus juga mengapresiasi langkah Partai Gerindra dalam memaknai HUT ke-18 melalui aksi nyata konservasi lingkungan.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan ulang tahun semata, tetapi terus berkelanjutan, seraya mendoakan agar Partai Gerindra semakin kuat dan menjadi partai nomor satu di Kabupaten Sikka ke depan.

Philip juga menegaskan bahwa Gerindra sudah siap memimpin Kabupaten Sikka lima tahun kedepan.

“Karena saya lihat Gerindra sudah siap,” pungkasnya.

Keputusan Gerindra memaknai HUT ke 18 dengan konservasi lingkungan merupakan pilihan yang tepat sesuai konteks di Kabupaten Sikka ini.

Exit mobile version