Empat Orang Tewas Karena Keracunan Jamur di California

Peringatan Darurat dari Otoritas Kesehatan California Akibat Peningkatan Kasus Keracunan Jamur Liar

Pemerintah negara bagian California telah mengeluarkan peringatan darurat terkait peningkatan drastis kasus keracunan jamur liar yang saat ini mencapai tingkat mengkhawatirkan. Langkah ini diambil setelah adanya laporan tentang jumlah korban yang meninggal akibat paparan racun berbahaya dari jamur-jamur yang tumbuh di alam bebas.

Warga Diduga Memetik dan Mengonsumsi Jamur Liar

Departemen Kesehatan Publik California (CDPH) melaporkan bahwa jumlah kasus keracunan jamur liar meningkat secara signifikan, dengan 39 kasus serius tercatat antara November 2025 hingga Januari 2026. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan sebelumnya, yang biasanya hanya lima kasus. Penyebaran kasus ini terjadi di wilayah California Utara dan sepanjang pesisir tengah, termasuk Alameda, San Francisco, Santa Clara, dan Sacramento.

Penyebab utama peningkatan ini adalah fenomena super bloom akibat curah hujan tinggi dan suhu musim gugur yang hangat. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur Death Cap (Amanita phalloides), baik di hutan maupun taman kota. Pusat Racun Amerika Serikat mencatat adanya kenaikan paparan jamur sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dr. Craig Smollin, direktur medis untuk Divisi San Francisco dari Sistem Kontrol Racun California, menyatakan bahwa skala insiden tahun ini sangat luar biasa. Banyak korban mengonsumsi jamur yang mereka kumpulkan dari lahan pemerintah, taman kota, hingga area sub-urban. Untuk menangani situasi ini, CDPH memperketat pengawasan epidemiologi dan memasang tanda peringatan dalam berbagai bahasa.

Bahaya Racun Amatoxin pada Jamur Liar Sebabkan Kegagalan Organ Hingga Kematian

Racun amatoxin yang terkandung dalam jamur Death Cap sangat mematikan karena sifatnya yang stabil dan agresif dalam merusak sel tubuh. Senyawa berbahaya ini tidak dapat dihancurkan melalui proses memasak, merebus, membekukan, atau mengeringkan. Satu buah jamur Death Cap saja sudah cukup untuk menyebabkan kematian pada orang dewasa sehat jika tidak segera mendapatkan penanganan medis intensif.

Mekanisme kerja racun ini melibatkan penghentian sintesis protein dalam sel, terutama pada organ hati, yang memicu kematian sel secara luas. Direktur CDPH, Dr. Erica Pan, memberikan peringatan tegas bahwa jamur Death Cap mengandung racun yang berpotensi mematikan dan dapat menyebabkan kegagalan hati. Alpha-amanitin, senyawa utama dalam racun ini, diserap dengan cepat oleh sistem pencernaan dan langsung menyerang organ vital setelah dikonsumsi.

Gejala keracunan ini muncul dalam tiga fase yang sangat menipu. Fase pertama ditandai dengan gangguan pencernaan hebat seperti mual dan diare dalam waktu 6 hingga 24 jam. Fase pemulihan semu kemudian mengikuti, di mana pasien merasa seolah telah sembuh. Namun, pada fase ketiga, sekitar 48 hingga 96 jam setelah paparan, korban akan mengalami kegagalan organ yang bersifat permanen.

Otoritas California Peringatkan Kemiripan Jamur Beracun dengan Varietas Konsumsi Luar Negeri

Otoritas kesehatan mengidentifikasi bahwa penyebab utama tingginya angka keracunan adalah kemiripan visual antara jamur beracun di California dengan jamur yang aman dikonsumsi di negara lain, seperti Meksiko dan wilayah Asia. Data menunjukkan bahwa sekitar 60 persen individu yang terdampak merupakan penutur bahasa Spanyol, selain penutur bahasa Mixteco dan Mandarin yang juga banyak melaporkan kasus serupa.

Pejabat Kesehatan Masyarakat, Dr. Henning Ansorg, menekankan bahwa pengalaman dalam memetik jamur bukanlah jaminan keamanan di wilayah California. Para ahli memperingatkan bahwa mengandalkan warna, aplikasi ponsel, atau buku panduan visual sering kali berujung fatal. Bahkan pencari jamur yang berpengalaman pun dapat membuat kesalahan yang berbahaya.

Sebagai langkah darurat, otoritas kesehatan menyebarkan materi edukasi dalam sembilan bahasa berbeda, termasuk Tagalog, Vietnam, dan Ukraina, guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau memiliki pertanyaan dapat menghubungi saluran bantuan yang beroperasi gratis selama 24 jam.








Exit mobile version